
Mengamati energi gereja habis untuk memikirkan program sendiri, maka pertanyaan kritis berikut:
- Tentang Hakikat Gereja: âApakah gereja saat ini telah bergeser dari persekutuan yang berpusat pada Firman Tuhan dan sakramen murni, menjadi sekadar lembaga penyelenggara acara demi mencari popularitas atau pertumbuhan kuantitatif semata?â
- Tentang Prioritas Pelayanan: âDalam tradisi Calvinisme, terdapat penekanan kuat pada Mandat Kultural dan pemberitaan Injil yang murni. Mengapa energi jemaat justru terkuras untuk mengurus rutinitas internal yang padat, ketimbang memperlengkapi jemaat untuk menjadi saksi di tengah dunia dan masyarakat?â
- Tentang Pemahaman Doktrin: âApakah kesibukan akan program-program kegiatan ini mencerminkan dangkalnya pengenalan jemaat akan Allah?â Dalam perspektif Reformed, reformasi berarti terus-menerus menjadikan Alkitab sebagai satu-satunya otoritas dan pusat kehidupan (Kembali ke Alkitab).
Demikianlah kegelisahan saya. Saya menanti jawaban Bapak untuk dapat menolong gereja kembali dengan serius melihat tujuan dan panggilan gereja dengan benar.
Salam: Calvin, Jakpus
Jawaban
Kembali kepada pemahaman gereja [eklesiologi]. Dari kata ekklesia (ek dan kaleo) yang diartikan dengan jemaat, sebagai himpunan orang yang dipanggil keluar. Gereja adalah orangnya, bukan aturan organisasinya! Dalam 1Petrus 2:9 Ă âNamun, kamu adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib,â Teks ini mengingatkan bahwa orang percaya adalah orang yang telah keluar dari kegelapan kepada terang-Nya bahwa sebagai bangsa yang terpilih dan yang kudus berperan sebagai imam dan raja untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Allah kepada dunia! Artinya sebagai orang percaya karena panggilan-Nya [Yunani: kata klesis dari kata kerja kaleo] yang diutus dan diurapi wajib berperan seperti imam yang menjembatani dan seperti raja yang berkuasa dalam mempersaksikan Injil yang berpadanan dengan panggilan itu, Efesus 4:1.
Reformasi adalah gerakan yang mengembalikan format dasar perihal pengakuan gereja yang diselewengkan oleh pemimpin gereja saat itu bahwa sejatinya keselamatan itu anugerah Allah yang boleh dimiliki hanya oleh iman seperti yang tertulis dalam alkitab perihal Yesus Kristus Juruselamat bagi kemuliaan Allah. Biasa diringkas menjadi: sola gratia, sola fide, sola scriptura, solus Christus dan soli Deo Gloria. Artinya, bahwa keselamatan bukan dicari dan didapatkan oleh manusia, tetapi diberikan oleh Allah. Bukan didapatkan dengan bayaran uang, tetapi oleh iman kepada Yesus Kristus seperti yang tertulis dalam alkitab. Dan semua itu hanya bagi kemuliaan Allah karena segala sesuatu dari Dia, oleh Dia dan kepada Dia, Roma 11:36. Ketika pengakuan ini dipulihkan dan menjadi âcore beliefâ, maka seluruh tatanan kehidupan baik, spiritual, moral dan sosial berubah [mandat budaya]. Hal itu terjadi agar status dan peran gereja [komunitas] dipulihkan sebagai duta Kristus [mandat Injil]!
Benar bahwa ciri-ciri gereja sejati adalah implementasi panggilan melalui ibadah, pelayanan, persekutuan dan kesaksian yang mengakar pada alkitab. Pelaksanaan sakramen baptisan dan perjamuan kudus seperti yang diajarkan alkitab. Dan disiplin gereja harus dilaksanakan kepada para pejabatnya yang menyeleweng dari ajaran alkitab. Dan semua ini bertujuan agar himpunan orang di dalamnya menjadi duta Kristus yang diurapi bagi dunia. Nah sekarang banyak pemimpin gereja yang menghabiskan energi untuk program gereja yang bukan lagi menyampaikan Injil kepada dunia. Tetapi bagaimana dapat mempertahankan jumlah anggota dan memuaskan kehidupan mereka untuk tetap betah di jemaatnya.
Banyak pemimpin gereja yang mempraktikkan trik jualan duniawi di tengah jemaat. Ajaran kebenaran yang diberitakan tiap minggu menjadi komoditas untuk menjamin keselamatan. âGerejaânya menjadi tempat kulakan untuk mendapatkan kebenaran orisinil, sementara âgerejaâ yang lain hanya memiliki kebenaran tiruan. Mereka hanya membentuk komunitas yang militan dan radikal bagi kepentingan gerejanya, denominasinya; bukan bagi gereja rasuli, yang kudus dan am. Gereja yang dilahirkan oleh Roh Kudus.  Sejatinya ajaran kebenaran itu menjadi amunisi agar orang percaya mengalami transformasi dan menjadi seperti Kristus. Orang percaya memiliki kehidupan yang penuh pertobatan dan pengampunan serta rela berkurban tanpa pamrih untuk memenangkan jiwa manusia yang berharga dimata Allah.
Untuk menjawab ketiga pertanyaan di atas barangkali istilah ini dapat menolong kita. Seharusnya kita menjadi orang yang useful setelah memahami eklesiologi untuk bertumbuh dan berakar agar tetap berkarya menjadi saksi dan duta Kristus. Hindari menjadi orang yang misuse, orang yang menyalahgunakan atau menggunakan segala potensi dan bakat bukan bagi kemuliaan Allah, tetapi dirinya sendiri. Dan jangan pernah menjadi orang yang disuse, yang mengabaikan bahkan mengubur segala potensi yang Tuhan sudah berikan, seperti perumpamaan talenta dalam Matius 25:14-30. Ungkapan âEcclesia Reformata, Semper Reformanda Estâ jangan berhenti sekedar istilah, tetapi menjadi islah yang berisi nilai dan rujukan agar gereja senantiasa mengevaluasi diri dalam menjawab tantangan zaman agar tetap hadir dan berperan menjadi garam dan terang dunia yang memberikan shalom adonai.
Ketika alat, potensi diri dan kemampuan digunakan sesuai rencana Allah dengan penuh integritas, disiplin dan bertanggungjawab dan tidak menyalahgunakannya entah karena ketidaktahuan, keserakahan, atau motivasi yang salah. Atau malas berlatih, takut gagal dengan mengabaikan panggilan; maka keresahan yang muncul dalam tiga pertanyaan tidak seharusnya muncul.
Jika anda membutuhkan konsultasi teologi,
silakan mengirim pertanyaan ke sekretariat yapama WA:Â 0811-8888-804