Home > Tokoh Kristen

Santo Irenaeus dari Lyon, Melawan Ajaran Sesat

Irenaeus, teolog Kristen terkemuka abad ke-2. Tokoh kunci yang merumuskan dasar-dasar teologi Kristen dan mempertahankan ortodoksi gereja dari ajaran sesat. Sosok yang diakui sebagai Bapa gereja, Uskup Lyon, Doktor Gereja yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap teologi.

Irenaeus meyakini kesaksian Alkitab akan Inkarnasi Allah dalam Kristus Yesus, bahwa: “Allah Sang Pencipta mengambil wujud daging ciptaan kita, untuk menebus dunia ciptaan ini melalui hakikat penciptaan itu sendiri.” Warisan teologis ini untuk menghadapi ajaran  beracun dari gnostisisme, yang mengklaim memiliki “pengetahuan rahasia” di luar Kitab Suci dan menyangkal kemanusiaan Kristus.

Hadirlah Adversus haereses (Melawan Ajaran Sesat), ditulis sekitar tahun 180 oleh Irenaeus, sebagai sanggahan terhadap gnostisisme dan menjadi karya Irenaeus  yang terkenal.

Latar Belakang

Irenaeus lahir sekitar tahun 130 M di Smyrna (Turki modern), dari orang tua Yunani di Asia Kecil. Dan pindah ke Galia (sekarang Prancis) sebagai bagian dari komunitas Kristen di sana. Dan menjadi imam di kota Lugdunum (Lyon).

Penganiayaan kejam terhadap orang percaya yang terjadi di bawah Kaisar Marcus Aurelius. Mengakibatkan uskup Lyon saat itu, Pothinus meninggal sebagai martir di penjara tahun 177. Irenaeus selamat karena saat itu ia sedang diutus ke Roma untuk membawa surat perdamaian terkait perselisihan teologis lainnya.

Setelah kembali Irenaeus dipercayakan menggantikannya sebagai uskup Lugdunum (sekarang Lyon, Prancis),  dan misionaris di wilayah tersebut.  Ia memimpin jemaat di tengah situasi politik yang berbahaya dan penyebaran sekte Gnostik yang masif. “Sebagai pembawa perdamaian di antara gereja-gereja Asia Kecil yang telah diganggu oleh ajaran sesat. Seperti arti namanya ‘damai’.” tulis Eusebius dari Caesarea, Penulis sejarah gereja pada abad ke-4.

Selama lebih dari 20 tahun berikutnya, Irenaeus menjadi uskup dan misionaris di wilayah tersebut. Ia meninggal, kemungkinan karena kemartiran, sekitar tahun 200 M. Tradisi gereja mencatat bahwa ia wafat sebagai martir di bawah penganiayaan Kaisar Septimius Severus, meskipun detail sejarah pastinya tidak banyak terdokumentasi.

Irenaeus-Isme Vs Gnostisisme

Irenaeus belajar oleh bimbingan Polikarpus Uskup Smirna, yang merupakan murid langsung dari Rasul Yohanes. Murid yang dikasihi Yesus Kristus, sungguh menjadi kesempatan berharga mendapatkan langsung pengajaran dari para rasul. Hubungan ini sebagai rantai transmisi ajaran rasuli yang valid, murni, dan terpercaya sebelum kanon Alkitab resmi dibukukan.

“Kebenaran yang asli berasal dari ajaran yang diturunkan langsung oleh Yesus kepada para murid (rasul). Kebenaran harus bersumber pada tulisan para rasul, lalu diteruskan dari generasi ke generasi”. Prinsip Irenaeus untuk membendung ajaran sesat, ia menegaskan tiga pilar utama: Kitab Suci, Tradisi Apostolik, dan suksesi para Uskup. Ia menolak “rahasia rahasia” baru buatan kaum Gnostik.”

Dalam konsep doktrin yang kuat tentang keselamatan, Irenaeus mengajarkan doktrin rekapitulasi. Menuangkan gagasan bahwa Yesus Kristus merekapitulasi—merangkum—segala sesuatu dalam karya penebusan-Nya (lihat Efesus 1:10). Rekapitulasi (Yunani: anakephalaiosis) menekankan peran Kristus sebagai Adam terakhir, Dia yang datang untuk membatalkan kutukan yang ditimpakan kepada umat manusia dan dunia oleh dosa Adam pertama. Perhatikan bagian penting ini dari Melawan Ajaran Sesat (V.21.1).

Konsep ini menentang Gnostisisme yang menyatakan bahwa dunia fisik itu jahat dan tubuh jasmani tidak penting. Bagi mereka keselamatan dengan mendapatkan rahasia khusus. Mereka percaya bahwa dunia materi itu buruk dan harus dihindari. Tubuh manusia adalah “penjara” bagi jiwa. Dan Yesus bagi Mereka, kedatangannya bukan untuk menyelamatkan tubuh dari dosa, tetapi untuk membawa “rahasia pengetahuan” agar jiwa bisa kabur ke surga. Mereka menolak bahwa Yesus pernah memiliki tubuh manusia sungguhan. Rekapitulasi membuktikan bahwa tubuh dan materi diciptakan baik oleh Allah dan ditebus sepenuhnya melalui Inkarnasi. Irenaeus menekankan bahwa Yesus adalah manusia sejati sekaligus Tuhan

Tentang orang-orang Gnostik, Irenaeus menulis, “Segera setelah seseorang dimenangkan, orang tersebut menjadi sombong dan merasa dirinya begitu penting, ia pun berjalan mengangkat dada dengan gaya seekor ayam jantan.” Tetapi orang-orang Kristen seharusnya menerima anugerah Allah dengan rendah hati, dan tidak mengandalkan kegiatan-kegiatan intelektualnya yang akan membuat ia sombong. Irenaeus paham bahwa ajaran Gnostik memikat kecenderungan manusiawi yang ingin mengetahui hal-hal rahasia yang belum diketahui orang lain.

Itulah sebabnya Irenaeus membimbing melalui Kitab Suci, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, untuk menunjukkan koherensi kisah Alkitab, dari penciptaan hingga inkarnasi sampai eskatologi. Penciptaan adalah karya indah dari satu-satunya Tuhan yang sejati. Kitab Suci sebagai bukti ajaran utama ortodoks Kristen untuk melawan ajaran sesat.

Keempat kitab Injil; Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes, semuanya kitab suci kanonik. Jadi Irenaeus merupakan salah satu saksi paling awal mengenai empat Injil kanonik.

Gnostisisme sempat membuat banyak jemaat bingung karena mereka juga memakai nama Yesus. Sebaliknya Irenaeus  melalui bukunya Adversus Haereses (Melawan Ajaran Sesat) untuk melindungi inti iman Kristen.

Pada tanggal 21 Januari 2022, Paus Fransiskus secara resmi mendeklarasikan Santo Irenaeus sebagai Doktor Gereja dengan gelar Doctor Unitatis (Doktor Persatuan), karena pemikirannya menjadi jembatan teologis yang dihormati baik oleh Gereja Barat (Katolik) maupun Gereja Timur (Ortodoks).

Dirangkum dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *