
| Judul Utama | Otoritas Firman Allah Dalam Kehidupan Gereja |
|---|---|
| Subjudul | Mengajar, Menegur, dan Mendidik (2 Timotius 3:16) |
| Penulis | Arosokhi Laoli, M.Th |
| Penerbit | Yayasan Pelayanan Media Antiokhia (YAPAMA) |
| Cetakan | Pertama, 2026 |
| Tebal | 80 Halaman |
Di tengah dunia yang kian bising dan dikendalikan oleh arus relativisme – di mana kebenaran sering kali disetarakan dengan suara mayoritas – gereja dan orang percaya dihadapkan pada ujian terbesar: mempertahankan otoritas Firman Allah. Kegelisahan inilah yang merangkum inti dari sebuah karya teologis terbaru yang lahir dari kerinduan mendalam seorang akademisi sekaligus pendidik untuk melihat tubuh Kristus kembali sehat dan berpusat pada Sang Kepala.
Buku ini berangkat dari sebuah kesadaran jujur bahwa hari ini, pengajaran Firman kerap kali bergeser menjadi sekadar motivasi yang menyenangkan telinga manusia. Penulis mengajak pembaca melakukan “reformasi hati” dengan kembali berlutut di bawah otoritas Alkitab. Melalui pijakan kuat pada 2 Timotius 3:16, karya ini menegaskan bahwa Firman bukanlah hafalan masa sekolah minggu atau teori agama semata, melainkan napas hidup yang mengajar, menegur, memperbaiki, dan mendidik karakter umat.
Melalui empat bab utama yang tersusun sistematis, pembaca diajak menelusuri perjalanan spiritual yang komprehensif:
- Bab Pertama (Dasar Dan Landasan Teologis): Membahas jangkar kebenaran di tengah ombak zaman, menegaskan bahwa Alkitab bukan sekadar tulisan manusia melainkan wahyu Allah yang mutlak, serta implikasinya bagi iman Kristen.
- Bab Kedua (Inspirasi Ilahi – Makna Theopneustos): Mengupas tuntas konsep theopneustosānafas yang menghidupkan di balik aksara, peran Roh Kudus dalam pewahyuan, hingga jejak kebenaran lintas zaman.
- Bab Ketiga (Firman Yang Mengajar – Otoritas Doktrinal Gereja): Menjabarkan pentingnya pengajaran sehat sebagai fondasi jemaat yang harus dihidupi secara nyata, bukan sekadar teori di atas kertas.
- Bab Keempat (Firman Yang Menegur): Membedah makna teologis elegmos (teguran), bagaimana teguran lahir dari kasih murni, serta memposisikan gereja sebagai tempat pemulihan dan pusat pendidikan rohani lintas generasi.
Ditulis dengan kejujuran pastoral dan ketajaman akademis, buku ini sangat relevan dibaca oleh para pelayan Tuhan, aktivis gereja, maupun setiap orang percaya yang merasa “haus” akan kehidupan rohani yang otentik. Ini bukan sekadar buku bacaan teologi biasa, tetapi sebuah panggilan profetik untuk berani berdiri teguh di bawah otoritas Firman Allah yang sanggup mengusik kenyamanan demi membentuk akhlak sesuai kehendak-Nya.
Temukan kembali panggilan dan arah hidup Anda di dalam kebenaran yang tidak lekang oleh waktu.