Home > Konsultasi Theologi

Bersujud di depan Jenazah, Bolehkah?

Saya mau bertanya:

  1. Bagaimana pandangan dan sikap teologi Reformed bagi kita yang sudah menjadi orang Kristen sungguh-sungguh mengenai pemberian penghormatan terakhir kepada orang tua yang sudah meninggal dengan bersujud di depan jenazah yang akan dikuburkan (latar belakang Tionghoa)?
  2. Apakah hal itu diperbolehkan atau tidak? Selama ini ada banyak pandangan. Ada yang berkata tidak boleh, ada yang berkata boleh, apabila hanya sebagai bentuk penghormatan terakhir.
  3. Adakah ayat Alkitab yang dapat membantu menjelaskan hal ini?

Mohon penjelasannya. Terima kasih. Tuhan memberkati!

Gunawan, Kalimantan Barat

Jawaban

Saudara Gunawan yang dikasihi Tuhan,

Menjadi orang Kristen berarti menjadi pengikut Kristus. Karena itu, sudah selayaknya setiap orang Kristen mengikuti nasihat dan ajaran Firman Tuhan. Teologi Reformed menekankan bahwa segala bentuk ibadah, sujud penyembahan, dan pengabdian hanya ditujukan untuk menghormati dan memuliakan nama Tuhan, yang dikenal dengan istilah Soli Deo Gloria.

Oleh sebab itu, apabila seseorang bersujud di depan jenazah orang tua dengan tujuan menyembah, berdoa meminta berkat, atau berkomunikasi dengan arwah orang yang telah meninggal, maka hal tersebut jelas salah dan tidak diperbolehkan. Alkitab berkata:

“…atau seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN…” (Ulangan 18:11–12).

Ayat ini menjelaskan bahwa praktik meminta petunjuk atau berhubungan dengan orang mati adalah kekejian di hadapan Tuhan.

Namun, dalam konteks Alkitab, bersujud atau merendahkan diri di depan jenazah orang tua tidak dilarang apabila dilakukan semata-mata sebagai bentuk penghormatan terakhir atau ungkapan dukacita yang mendalam. Alkitab mencatat:

“Lalu Yusuf merebahkan dirinya mendekap muka ayahnya serta menangisi dan mencium dia.” (Kejadian 50:1)

Yusuf melakukan hal tersebut di depan jenazah ayahnya sebagai wujud kasih, cinta, dan penghormatan kepada orang tuanya.

Lalu, apakah tindakan Yusuf itu salah? Tidak. Tindakan tersebut merupakan ekspresi kasih, penghormatan, dan dukacita terhadap orang tua yang telah meninggal. Namun, tindakan yang sama akan menjadi salah apabila dilakukan sebagai bentuk penyembahan, pemujaan, atau doa kepada jenazah maupun roh orang yang telah meninggal.

Dengan demikian, bersujud di depan jenazah menjadi salah apabila tindakan itu dimaknai sebagai ritual penyembahan, pemujaan, atau sebagai sarana memohon perlindungan, berkat, maupun pertolongan kepada roh orang yang telah meninggal. Tindakan seperti itu termasuk dalam penyembahan berhala dan bertentangan dengan ajaran Firman Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *