Home > Konsultasi Kesehatan

Skizofrenia, Membutuhkan Penanganan Medis dan Dukungan Jangka Panjang

Ibu Dokter,

Saya adalah seorang Ibu rumah tangga yang single parent. Putra tunggal saya mengalami Skizofrenia, sejak papanya meninggal. Saya juga sudah membawah dia ke dokter dan juga dilakukan Psikoterapi. Saya jujur menghadapinya penuh dengan pergumulan. Karena akan muncul tak terduga dan saya menjadi tempat dia melampiaskannya: seperti omongan kasar, bahkan dipukulnya tapi nanti dia bilang dia tidak sadar.

Pertanyaan saya:

  1. Apakah dia bisa pulih?
  2. Bagaimana saya bisa menolongnya setiap hari, tanpa harus dihantui rasa takut?
  3. Pengobatan seperti apa yang sebaiknya diberikan?

Terima kasih Dok, mau mendengar keluhan saya. Tuhan menolong dok bisa menolong saya.

Salam

Teteh-Bandung

Jawaban

Shalom Teteh terkasih,

Terima kasih sudah berani membagikan pergumulan yang sangat pribadi ini. Apa yang teteh alami bukanlah sesuatu yang mudah. Saya pun bisa merasakan betapa beratnya pergumulan teteh yang harus merawat keluarga (terutama putra tunggalnya) dengan skizofrenia , masalah seperti ini sering menjadi beban emosional yang sangat besar. Saya juga menghargai bahwa teteh sudah menghantar putranya berobat ke dokter dan menjalani psikoterapi. Itu adalah langkah yang tepat.

1. Apakah dia bisa pulih?

Jawabannya adalah dia bisa saja mengalami perbaikan yang sangat bermakna, meskipun tingkat kesembuhan setiap orang berbeda-beda.

Skizofrenia adalah gangguan pada fungsi otak yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan memandang kenyataan.

Banyak orang dengan skizofrenia dapat hidup lebih stabil, bahkan bekerja atau beraktivitas dengan baik, apabila:

• √minum obat secara teratur,
• √rutin kontrol ke dokter spesialis jiwa,
• √mendapatkan dukungan keluarga,
• √menghindari putus obat,
• √serta menjalani rehabilitasi
• √dan terapi yang sesuai.

Prosesnya memang biasanya membutuhkan waktu yang panjang serta kesabaran.

2. Bagaimana saya dapat menolongnya setiap hari tanpa dihantui rasa takut?

Teteh, tidak perlu menghadapi semuanya sendirian loh.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

• √Tetap tenang ketika putra Ibu mulai gelisah atau marah.
• √Hindari berdebat mengenai isi halusinasi atau pikirannya.
• √Berbicara dengan suara lembut dan kalimat yang sederhana.
• √Menjaga rutinitas harian yang teratur, seperti : waktu tidur, waktu makan, waktu minum obat, dan aktivitas.

Ibu juga sebaiknya belajar mengenali tanda-tanda kambuh, misalnya :

 -mulai sulit tidur,
 -lebih banyak menyendiri
 -berbicara sendiri,
 -menjadi sangat curiga, atau
 -mulai menolak minum obat.
 -Bila ia mulai agresif, utamakan keselamatan Ibu. Menjauh sementara, meminta bantuan keluarga, tetangga yang dipercaya, atau segera menghubungi tenaga kesehatan bila situasi membahayakan.

Yang juga penting, teteh berhak merasa lelah. Merawat orang dengan skizofrenia bukan berarti teteh harus mengorbankan kesehatan fisik dan mental teteh sendiri. Bila memungkinkan, mintalah bantuan anggota keluarga, sahabat, atau komunitas sehingga teteh memiliki waktu untuk beristirahat.

3. Pengobatan seperti apa yang sebaiknya diberikan?

Pengobatan utama skizofrenia adalah obat antipsikotik yang diberikan oleh dokter spesialis jiwa, disertai psikoterapi dan rehabilitasi psikososial.

Karena setiap pasien berbeda, jenis dan dosis obat harus disesuaikan oleh dokter. Jangan pernah menghentikan obat sendiri meskipun kondisinya tampak membaik, karena penghentian mendadak sering menyebabkan kambuh.

Bila putra teteh sering lupa atau menolak minum obat, dokter kadang dapat mempertimbangkan antipsikotik suntik kerja panjang (long-acting injection) untuk pasien tertentu. Keputusan ini tentu harus melalui evaluasi dokter yang merawat.

Untuk teteh secara pribadi…

Saya ingin mengatakan bahwa apa yang teteh alami bukanlah tanda bahwa teteh gagal menjadi seorang ibu. Skizofrenia bukan terjadi karena kurangnya kasih sayang orang tua. Ini adalah penyakit yang memang membutuhkan penanganan medis dan dukungan jangka panjang.

Sebagai orang percaya, kita juga boleh terus datang kepada Tuhan. Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 41:10: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau… Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau.”

Kiranya Tuhan memberikan hikmat kepada dokter yang merawat putra teteh, memberikan kekuatan baru setiap hari bagi teteh, dan menghadirkan orang-orang yang dapat menopang teteh dalam perjalanan yang tidak mudah ini.

Salam kasih dan doa, Semoga Tuhan Yesus menyertai, menguatkan, dan memelihara teteh beserta putra yang sangat teteh kasihi.

Salam Hormat,

dr. Stephanie Pangau MPH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *