Waspadai dan Lindungi Anak dari Child Grooming

Selamat bertemu melalui  ruang konsultasi ini. Saya adalah seorang ibu yang mendengarkan cerita atau curhat anak-anak saat bersama mereka. Ada hal-hal sensitif untuk dijelaskan, agar mereka bisa memahami. Saat ini mengenai korban dan pelaku child grooming atau kekerasan yang tidak terlihat.

Pertanyaan saya adalah:

  1. Apa saja tanda-tanda bahwa seorang anak mungkin menjadi korban child grooming atau kekerasan yang tidak terlihat?
  2. Bagaimana mengetahui pelaku child grooming atau kekerasan yang tidak terlihat? Apa yang perlu diwaspadai?
  3. Bagaimana menolong anak-anak korban child grooming atau kekerasan yang tidak terlihat?

Terima kasih ibu, saya menanti jawaban ibu untuk memahami dan bisa menolong para sahabat untuk bisa memahami hal ini dengan baik, sehingga dapat menolong pertumbuhan anak-anak kami.

Lita, Bekasi.

JAWABAN:

Ibu Lita, saya menghargai kebiasaan ibu untuk mendengarkan curhatan anak-anak, dan ingin menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi saat ini, di mana banyak orang-orang di sekitar kita yang dapat memperdaya  dan membahayakan anak-anak.

Menjelaskan  hal eksploitasi seksual bukanlah hal yang mudah untuk dibicarakan dengan anak-anak, tetapi perlu untuk pencegahan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Mencegah lebih baik daripada memperbaiki.

Menyadari orang tua adalah sebagai pendidik  pertama untuk mengajarkan pendidikan seks di rumah, untuk itu perlu dilakukan:

  1. Lakukan komunikasi dengan anak, perkuat kedekatan kepada anak dan katakan bahwa anda selalu siap mendampinginya.
  2. Ajarkan ketrampilan untuk mengenali keadaan berbahaya, membantu anak mengetahui rambu-rambu atau batasan hubungan yang sehat.
  3. Membatasi anak dalam penggunaan media sosial.
  4. Ajarkan anak untuk hal-hal spiritual, sehingga dapat mengambil keputusan yang benar, berani berkata tidak untuk perlakuan yang tidak baik.

Child grooming adalah perilaku seorang yang lebih tua  sebagai pemangsa  terhadap anak-anak  untuk melakukan eksploitasi seksual, biasanya dilakukan secara bertahap.

Tindakannya  bisa dilakukan  secara nyata atau melalui media sosial, games atau Handphone.

Kemudahan teknologi melalui jejaring sosial memudahkan anak untuk berteman dengan orang-orang baru, hal ini  memungkinkan dipergunakan oleh para child grooming.

  1. Anak-anak yang mengalami child grooming akan mengalami perubahan baik secara perilaku maupun emosi. Tanda-tanda sebagai berikut:
  • Perubahan perilaku pada anak seperti,  sering bolos sekolah, terlihat sangat letih di sekolah, pergi menghilang dalam waktu lama dan  tidak jujur mengatakan ke mana & dengan siapa mereka pergi. Mulai menggunakan kata-kata yang kasar dan menjurus kepada hal yang berbau seksual. Menggunakan Handphone, internet, atau medsos sembunyi-sembunyi. Memiliki hubungan dekat dengan teman baru, sering dijemput oleh teman barunya tersebut di sekolah atau di luar sekolah
  • Perubahan emosi, seperti mudah marah, agresif  atau sebaliknya menjadi pendiam, tidak mau berelasi dan menarik diri dari pergaulan, mengalami kecemasan, sulit tidur, bahkan depresi.
  1. Kadang sulit dan tidak mudah untuk mengenali pelaku child grooming karena perilakunya sangat manipulatif dan lihai, terlihat baik dan normal, padahal  palsu dan mempunyai motif untuk menjerat, bisa dari orang dekat maupun dari teman barunya, sehingga  sebagai orang tua perlu mengenali berbagai cara yang mereka lakukan. antara lain:
  • Sering memberikan hadiah, bisa berupa uang, barang-barang misalnya HP baru, makanan, seolah-olah  memberikan  perhatian khusus tapi palsu pada anak , atau bahkan kepada orang tua atau pengasuh mereka, sehingga membuat anak merasa spesial atau berhutang budi kepadanya.
  • Melakukan kontak fisik yang menjurus ke arah seksual, seperti, menyentuh atau meraba secara tidak wajar bagian-bagian tubuh yang sensitif.
  • Secara terbuka atau mungkin berpura-pura tidak sengaja memperlihatkan kepada anak bagian tubuhnya telanjang atau memperlihatkan hal-hal yang berbau seksual atau pornografi.
  • Pelaku meminta anak untuk melakukan hal-hal yang merugikan, misalnya meminta anak untuk berpose dengan pakaian minim atau telanjang, jika sudah dilakukan , maka ia mulai mengancam dalam bentuk misalnya meminta uang, melakukan hubungan seksual, atau perbuatan terlarang lainnya seperti; pelaku mengajak anak menggunakan dan menjual narkoba, minuman keras, dan memaksa anak untuk melakukan hubungan seks dengan ancaman supaya tidak dilaporkan atau disakiti.
  1. Menolong anak-anak yang mengalami child grooming: Sebagai orang tua yang mengalami anak menjadi korban child grooming, bukanlah hal yang mudah.

Pertama-tama perlu diperhatikan beberapa hal,  Jangan menghadapi pelaku sendirian dengan emosi, jangan menyebarkan peristiwa yang dialami anak kepada orang lain yang tidak kompeten

  • Sebagai orang tua berbicaralah kepada anak dengan hati-hati dan lembut, Jangan menyalahkan anak, karena anak adalah korban. Jangan memaksa anak menceritakan detail peristiwa jika anak belum siap
  • Simpan semua bukti chat, nomor dan akun
  • Memblokir semua nomor HP dari si pelaku dan mengubah semua nomor HP atau akun medsos agar tidak dapat berhubungan lagi, jika pelaku orang dekat, jangan berikan akses langsung.
  • Laporkan pelaku ke pihak/instansi yang berwenang , komisi perlindungan anak, kantor/ tempat bekerja atau kuliah di mana pelaku berada
  • Hubungi tenaga profesional psikolog atau konselor untuk mengatasi trauma, gangguan psikologis yang dialami anak.

Selamat menjalani peran sebagai orang tua dengan bijaksana Ibu Lita.

Jika anda membutuhkan konsultasi Keluarga,
silakan mengirim pertanyaan ke sekretariat yapama WA: 0811-8888-804

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *