Home > Peluang

Jus Smush, Sehat tanpa Gula

Cuaca panas sangat nikmat jika meneguk sebotol jus dingin yang segar. Selain menghilangkan dahaga, mendapatkan asupan buah yang sehat, sekaligus menyegarkan tenggorokan dan tubuh. Tawaran Jus Smush buatan ibu cantik asal Sunda, Yuli Pelitasari, menambah kesegaran siang itu di komunitas Antiokhia Ladies Fellowship, Salemba, Jakarta Pusat.

Kebutuhan Anak dan Naluri Keibuan

Berawal dari kebutuhan putri sulungnya, Denisha Emmanuel, yang tak suka makan buah potong, maka sang ibu, Yuli Pelitasari, terdorong oleh naluri keibuannya untuk membuatkan jus.

Upaya membuat jus demi memenuhi kebutuhan buah bagi anak menjadi kesukaannya. Hingga beranjak, ia membawa jus buatannya dengan sukacita di pertemuan-pertemuan doa di gereja maupun arisan.

“Orang suka lupa membawa buah. Makanya jika punya kesempatan, saya senang membawa jus. Bukan untuk jualan atau pamer, hanya senang bisa berbagi,” ungkap istri Firman Hasudungan ini tulus.

Kebiasaan membuat jus dilakukan ibu dua orang anak ini sejak tahun 2020–2021, saat Covid-19 melanda dunia. Kesehatan sangat mahal saat itu. Buah sebagai sumber utama vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang krusial untuk pertumbuhan, metabolisme, dan daya tahan tubuh. Kesadaran ini membuat Yuli antusias memberi kontribusi bagi keluarga dan teman-teman melalui jus buatannya.

Order Berdatangan

Ibu kelahiran Bogor, 19 Juli 1974 ini mengakui membuat jus bukan untuk dijual, hanya untuk keluarga dan kesenangan jika bisa berbagi kepada komunitas di pertemuan-pertemuan ibadah. Seiring banyak orang menikmati jus buatannya yang segar, enak, dan sehat tanpa gula, mendorong banyak orang ingin membelinya. Karena banyak yang mendorong dan ingin membeli, maka setahun terakhir ini, pada Juli 2025, ia membuka kesempatan bagi yang ingin membelinya.

Dalam ukuran 250 ml, Yuli menjualnya. Hampir setiap bulan pesanan berdatangan. Pemesanan tertinggi bisa mencapai 500 botol per pemesanan. Dengan aneka buah yang dibuatnya, mulai dari sirsak, semangka, mangga, dan lain-lain, kecuali apel. Ia menggunakan juicer bagi kaum lansia agar hanya air tanpa serat, namun yang umum menggunakan blender agar tetap meninggalkan serat untuk diminum. Per botol dijual dengan harga dua belas ribu rupiah.

“Saya hanya memiliki 2 kulkas, sehingga penyimpanan pun terbatas,” urai Yuli. Inilah kendala jika ada yang memesan di atas lima ratus botol.

Jus Smush

Karena peminatnya tidak hanya keluarga, maka dibutuhkan nama merek hasil produksi jusnya. Dengan menggabungkan nama kedua anaknya, Denisha Emmanuel dan Samuel, ditemukan nama “Smush”.

Keunggulan Jus Smush adalah murni buah asli, tanpa gula, dan dipadukan yoghurt. Yuli mengakui, “Keuntungannya tidak banyak. Contohnya jika menggunakan tiga ratus ribu untuk modal, maka keuntungannya hanya dua ratus ribu rupiah.” Makanya Yuli akan mencari buah yang tidak terlalu mahal, agar tidak terlalu mahal pula untuk dijual.

Mulai dari proses memilih buah pada toko langganan yang dipercaya, membersihkan, mengupas, memotong, hingga diblender, dimasukkan ke botol, dan disimpan dalam pendinginan. Selanjutnya siap dinikmati.

“Membuat jus lebih mudah daripada memasak. Jadi ini yang saya pilih,” tandas Yuli sambil tertawa lebar.

Ibu Rumah Tangga Kreatif

Menjadi ibu membutuhkan kreativitas yang tinggi. Mampu mengelola pekerjaan rumah yang tak ada habisnya, namun juga kreatif menangani waktu yang padat agar tetap happy dan menghasilkan nilai yang ganda, bagi diri, keluarga, juga sesama.

Ternyata ibu funky ini tak hanya membuat jus, dirinya juga membuat puding poyo dengan dua rasa: cokelat dan mangga. Keahliannya membuat dessert patut dicoba. Semua berawal setelah menjadi istri dan ibu bagi anak-anaknya. Semua dilakukan dengan happy dan inilah bagian dari wujud kasihnya bagi keluarga, juga dirasakan oleh para sahabat.

Apakah dirinya akan fokus untuk berkarya lewat membuat jus dan puding? “Hidup ini dijalani saja,” jawabnya dengan senyum lebar penuh arti. Perhatian bagi keluarga, juga bagi sesama melalui buatan tangannya. Sudah pasti, dalam ketulusan, berkat itu mengalir dan dirasakan. Sukses untuk Ibu Yuli dalam usaha Jus Smush dan puding poyo-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *