Home > Tokoh Kristen

Dr. Robert Charles Sproul, Teolog Reformed

Robert Charles Sproul dikenal sebagai sosok yang berpengaruh menggerakkan kembali teologi Reformed dan Calvinisme di akhir abad ke-20. Sproul sangat tegas soal Sola Scriptura, bahwa Alkitab itu firman Tuhan yang tidak ada salah (Inerrancy) dan cukup untuk semua hal, soal iman dan hidup. Albert Mohler, seorang teolog evangelis Amerika menyebutnya “the greatest and most influential proponent of the recovery of Reformed theology in the last century”.

Sproul beranjak dari sosok yang menolak Calvinisme, yang saat itu diperkenalkan di ruang kelasnya oleh profesor sejarah gereja berusia 47 tahun, John Gerstner (1914–1996), seorang Calvinis konservatif di aliran progresif. Sproul menolaknya selama setahun, karena berpikir Calvinisme itu membangun pemikiran akan Tuhan menjadi “monster”. Tapi kemudian, dalam kehidupan barunya di usia 18 tahun, Sproul berubah menjadi salah satu pembela utama teologi Reformed di abad 20. Bahkan Gerstner dipilihnya sebagai mentor teologis seumur hidupnya.

Kehidupan Lama & Kehidupan Baru

R.C Sproul lahir di Pittsburgh, Pennsylvania, pada tanggal 13 Februari 1939, dibesarkan oleh kedua orang tuanya: Robert Cecil dan Mayre Ann Sproul. Bertumbuh dari keluarga Presbyterian yang baik. Beribadah dan melakukan hal-hal baik namun belum memahami Injil dan memiliki hati untuk mengenal Tuhan. Sproul sering mengungkapkan bahwa keluarganya “sopan, pekerja keras, tapi tidak serius soal iman”.

Dalam anugerah Tuhan yang tak terpikirkan, tepatnya pada bulan September 1957, pada akhir pekan pertama semester pertamanya di Westminster College, sebuah sekolah Presbyterian progresif, Sproul mengalami kehidupan baru. Melalui bintang tim sepak bola di kampusnya yang terdengar seperti mengenal Yesus secara pribadi, dalam perbincangan selama lebih dari satu jam tentang hikmat Tuhan. Dengan hati yang hancur Sproul kembali ke asrama berdoa kepada Tuhan memohon pengampunan menyadari hidup yang mati, rusak, dan membusuk melalui kutipan Pengkhotbah 11:3 (“Di mana pohon tumbang di hutan, di situlah ia tergeletak”) yang menyentuh dan dapat mengubah hidupnya.

Dalam dua minggu pertama kehidupan Kristennya, ia membaca seluruh Alkitab, dan untuk pertama kalinya ia menyadari kekudusan Tuhan, terutama melalui Perjanjian Lama.

Tuhan kembali mempertemukan dirinya dengan wanita kecilnya setelah berpisah sekian lama. Di usia ke-57 tahun Sproul menikah dengan Vesta Voorhis tepatnya 11 Juni 1960, pertemuan mereka menjadi indah karena Vesta memutuskan untuk mengikut Kristus bersama Sproul. Pada bulan Agustus 1961, anak pertama keluarga Sproul, Sherrie, lahir, dan Sproul mendaftar di Seminari Teologi Pittsburgh, yang berafiliasi dengan Gereja Presbiterian Bersatu utama di Amerika Serikat (denominasi Presbiterian terbesar di Amerika pada saat itu).

Dalam proses penyerahan diri Sproul dan ditugaskan sebagai pendeta mahasiswa di sebuah gereja. Tertulis sebuah catatan di meja untuk dapat selalu dilihatnya: “ANDA DIWAJIBKAN UNTUK PERCAYA, MENGKHOTBAHKAN, DAN MENGAJARKAN APA YANG DIKATAKAN ALKITAB SEBAGAI KEBENARAN, BUKAN APA YANG ANDA INGINKAN ALKITAB KATAKAN SEBAGAI KEBENARAN.” Dan kata-kata ini memengaruhi kehidupan Sproul selanjutnya.

Sproul menjadi reformed bukan karena dibesarkan begitu, tapi melewati proses 10 tahun – diajar Gerstner, studi mendalam di Belanda, pengalaman pastoral, dan pergumulan dengan liberalisme di denominasinya sendiri. “Saya nggak pilih Calvinisme. Calvinisme yang pilih saya lewat Alkitab”, ungkap Sproul dalam perjalanan menjadi seorang reformed melalui kecintaannya pada alkitab.

Sproul setelah lulus seminari, Sproul lanjut S3 di Free University of Amsterdam tahun 1964-1965. Di sana dia belajar di bawah Dr. G.C. Berkhouwer, teolog Reformed Belanda. Di sinilah Sproul mematangkan kerangka teologi Reformed-nya.

Mendapat pengalaman pastoral & mengajar saat menjadi pendeta di Oreland Presbyterian Church dan College Hill Presbyterian Church. Sproul melihat sendiri masalahnya kalau gereja kehilangan doktrin kedaulatan Tuhan. Banyak jemaat dan mahasiswa yang merasa kosong karena teologi yang diajar terlalu “man-centered”. Dari situ Sproul semakin yakin Reformed theology itu bukan cuma akademis, tapi jawaban bagi kehidupan nyata.

Kontroversi gereja 1960-70an UPCUSA, denominasi tempat dia ditahbiskan, mulai menerima ordinasi wanita dan teologi liberal. Sproul tidak setuju. Dia akhirnya pindah ke Presbyterian Church in America (PCA) tahun 1970-an, denominasi yang lebih konservatif dan Reformed. Perpisahan ini membuat Sproul semakin tegas posisinya.

Pelayanan, Karya & Ajaran Pemikiran R.C Sproul

Dari semua ajaran dan pemikiran yang disampaikan Sproul, sangat kuat menekankan konsep utama tentang kekudusan Tuhan, kedaulatan Tuhan, otoritas dan kepercayaan Alkitab.

Bagi Sproul: “Kekudusan Tuhan membuat kita mengerti betapa seriusnya dosa dan mengapa salib itu perlu”. Sering kali banyak orang memandang Tuhan terlalu kecil dan manusiawi. Dalam bukunya The Holiness of God, Sproul menguraikan semua itu.

Sproul menekankan keselamatan 100% inisiatif Tuhan, bukan usaha manusia. Itulah bukti kedaulatan Tuhan dalam keselamatan. Ketika manusia mati secara rohani dan tidak bisa memilih Tuhan sendiri. Tuhan yang harus lebih dulu menghidupkan. (Efesus 2:8-9, Roma 9). “Kasih Tuhan bukan berarti Tuhan lemah dan menunggu manusia memilih Dia dulu”. Maka, sudah sepantasnya kita berhenti menjadi sombong soal iman dan sebaliknya menjadi lebih atau penuh bersyukur, tegas Sproul.

Sproul tegas menentang liberal theology yang mengatakan kalau Alkitab penuh kesalahan. Baginya kalau Alkitab dipercaya, maka semua doktrin lain jadi ikut lurus. Tujuan Sproul “Bagaimana caranya supaya manusia bisa takut dan mengagumi Tuhan yang sebenarnya, bukan Tuhan versi karangan sendiri”.

Sproul menjadi pendiri Ligonier Ministries tahun 1971, awalnya Ligonier Valley Study Center. Misinya: “proclaim the holiness of God in all its fullness to as many people as possible”. Kemudian menjadi pengajar & pendeta: Pernah mengajar di Westminster College, Gordon College, Reformed Theological Seminary, Knox Theological Seminary.

Sproul menjadi pendeta di College Hill Presbyterian Church, Cincinnati Host Renewing Your Mind: Program radio harian yang mulai nasional tahun 1994, pendengar diperkirakan 3 juta orang internasional. Dan juga menjadi Editor umum Reformation Study Bible.

Karya tulisannya melalui buku: The Holiness of God, Essential Truths of the Christian Faith, What Is Reformed Theology?. Sebagai Co-author Classical Apologetics bareng John Gerstner. Juga membuat majalah Tabletalk dan banyak seri video pengajaran lewisinstitute.orgyoutube.com.

Pesan dalam Kenangan

Sproul dikenal sosok yang tegas soal kebenaran tapi tetap humoris dan rendah hati. Seorang “happy warrior”.

Di Indonesia, pemikiran Sproul banyak diterjemahkan dan dipelajari, terutama di lingkungan Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII). Sproul menulis buku-buku yang mudah dipahami tetapi berbobot teologis, demi membantu para jemaat dan pelayan Tuhan memahami doktrin Reformed secara praktis dan mendalam. Sproul membuat teologi yang kompleks menjadi mudah dipahami orang awam. Baginya panggilannya adalah “mengisi gap antara Sunday School dan seminary”.

Akhirnya waktu Tuhan pun tiba, tepatnya pada tanggal 14 Desember 2017, Sproul berpulang ke pangkuan Tuhan dan Juruselamatnya setelah mengalami komplikasi akibat emfisema di usia 78 tahun. Dia pergi namun tetap meninggalkan karya, ajaran, dan pemikiran bagi gereja dan dunia untuk percaya akan Alkitab, dan sadar akan kekudusan Allah, untuk hidup benar dan takut akan Tuhan.


Perjalanan Kehidupan R.C Sproul

1957 – Bertobat waktu kuliah di Westminster College. Awalnya anti-Calvinisme.

1958-1961 – Kuliah di Pittsburgh Theological Seminary. Ketemu Dr. John Gerstner. Gerstner jadi mentor utama yang ngenalin dia ke teologi Reformed secara sistematis.

1961-1965 – Lulus seminary, jadi pendeta di Lyndora, Pennsylvania. Lanjut S3 di Free University of Amsterdam di bawah Dr. G.C. Berkhouwer. Di sini dia memperdalam teologi Reformed Belanda.

1965-1970 – Pulang ke AS, mengajar di Westminster College, Gordon College, Conwell Theological Seminary. Mulai jadi pendeta dan pengajar awam. Makin yakin kalau Reformed theology itu alkitabiah.

1971 – Dirikan Ligonier Valley Study Center di Pennsylvania. Misinya: ngajar teologi Reformed ke orang awam, bukan cuma akademisi.

1970-an – Pindah dari UPCUSA ke Presbyterian Church in America (PCA) karena masalah teologi liberal di denominasi lama.

1984 – Terbit buku Classical Apologetics bareng Arthur Lindsley. Nama Sproul makin dikenal di kalangan Reformed.

1985 – Terbit The Holiness of God. Buku ini jadi titik balik, banyak orang “ketampar” dan balik ke teologi Reformed gara-gara buku ini.

1994 – Program radio Renewing Your Mind go nasional. Dari sini ajaran Reformed-nya didenger jutaan orang. Jadi butuh sekitar 15 tahun dari pertobatan sampai dia jadi “wajah” teologi Reformed modern di Amerika. Ada periode tertentu yang mau kamu gali lebih dalam?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *