Iman dalam Aksi: Teologi Pembebasan

Bapak Pendeta,

Menyaksikan kehidupan nyata, semakin banyak orang yang susah dengan situasi yang semakin sulit. Saya ingin bertanya:

  1. Apa itu Teologi Pembebasan?
  2. Bagaimana relevansinya dengan kehidupan Kristen saat ini?

Okta, Ngabang

Jawaban

Sdr Okta,

Teologi Pembebasan, merupakan gerakan keagamaan yang muncul atas keprihatinan terhadap kemiskinan dan ketidakadilan sosial di Amerika Latin. Gerakan ini bermula dari seorang Imam Gustavo Gutierrez di Peru, yang menerapkan iman religius untuk membantu kaum miskin yang tertindas melalui keterlibatan politik dan sipil. Gerakan ini mendapat perhatian khusus oleh teolog Roma Katolik, awalnya berusaha untuk mengekang pengaruhnya, akhirnya sebagian teolog bisa menerima dan menilai, hal ini baik, karena gerakan ini berpihak kepada kaum miskin, yang membutuhkan pertolongan.

Para teolog pembebasan percaya, bahwa Tuhan berbicara khusus bagi kaum miskin. Yesus ada di pihak orang miskin dan menentang pemerasan oleh orang kaya (Luk. 16:19-31). Orang-orang Kristen mula-mula membebaskan diri mereka dari perbedaan kesejahteraan. Potret gereja ideal yang berbagi kasih dalam tindakan nyata. (Kis. 4:32). Mereka pun berpikir bahwa teologi bukan hanya sekedar teori yang hebat, tetapi bagaimana mengaplikasikannya kepada banyak orang yang mengalami penindasan dan kemiskinan. Berawal dari akhir abad ke 19, sampai akhirnya dapat diterima di abad ke 20.

Dengan mendasarkan kepada ayat-ayat Alkitab tertentu, teologi pembebasan tumbuh dan memberi pengaruh yang luas pada waktu itu. Salah satu alasan menurut Gustavo (pimpinan gerakan ini) Yesus-pun adalah orang miskin. Walaupun kalau kita melihat seutuhnya, Yesus itu bukan “miskin” tetapi  Dia “kaya” rela menjadi “miskin”, dengan kata lain, Yesus sendiri dalam kesadarannya, menempatkan dirinya pada posisi tersebut, maka, pemahaman Gustavo luntur dengan sendirinya.

Gerakan kepedulian terhadap kaum miskin merupakan peran agama demi memperjuangkan keseimbangan antara kaya dan miskin, sehingga kehidupan dapat berjalan dan tertata dengan baik. Mereka juga berpendapat bahwa iman juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membebaskan manusia dari kemiskinan dan penindasan.

Melihat dan menanggapi gagasan teologi pembebasan, ini menjadi sangat menarik bagi kita. Mengapa? Karena kekuatan kasih yang dimiliki itu penting, dan akan lebih menjadi berguna lagi Ketika sikap ini diaplikasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, kehadiran orang percaya bukan hanya dengan kata-kata semata, tetapi tindakan nyata. Beriman itu harus, dan diwujudkan dalam perbuatan baik dan benar. Religius seseorang harus diwujud nyatakan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, secara khusus bagi mereka yang sangat membutuhkan pertolongan.

Maka, yang pertama, secara umum, teologi pembebasan dapat diterima dengan baik di kalangan kehidupan kristiani, karena mereka membuktikan kepeduliannya kepada kaum miskin agar mendapatkan perhatian dan tindakan yang nyata.  Teologi pembebasan tetap relevan bagi kekristenan saat ini, sebagai seruan untuk bertindak nyata melawan penindasan dan kemiskinan, serta menggeser fokus gereja dari sekadar ibadah ritual menuju solidaritas sosial.

Kedua, Secara khusus, kita harus mengkritisi, bahwa teologi pembebasan adalah peranan agama yang hanya tertuju kepada ruang lingkup lingkungan sosial. Sedangkan dalam iman Kristen, harus dipandang secara utuh, peduli dan mengasihi sesama itu penting, tetapi jangan mengabaikan mengasihi Tuhan dengan segenap hidupmu. Karena mengasihi sesama adalah wujud dari seseorang yang beriman sungguh pada Tuhan. Seperti yang dinyatakan Yesus dalam Matius 22:37-39, sebagai hukum yang terutama:: “Jawab Yesus kepadanya, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah perintah yang terutama dan yang pertama. Perintah yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.  

Tuhan memberkati.

Jika anda membutuhkan konsultasi teologi,
silakan mengirim pertanyaan ke sekretariat yapama WA: 0811-8888-804

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *