Konflik Iran-Israel: Nubuat Alkitab atau Geopolitik Dunia?

Berkembangnya perang Iran-Israel-Amerika memunculkan banyak perang pendapat juga.

  1. Bagaimana menurut bapak dengan kehadiran persepsi mengenai nubuat alkitab tentang Iran dalam Yeremia 49:34-39 yang kembali dibahas di tengah situasi dunia yang memanas  di Timur Tengah. Sebagian orang Kembali menyoroti salah satu bagian alkitab yang dianggap berkaitan dengan wilayah Iran saat ini. Khususnya perihal bangsa Elam, wilayah kuno yang secara historis berada di Kawasan Persia yang kini dikenal sebagai wilayah Iran. Dalam nubuat tersebut disebutkan bahwa TUHAN akan mematahkan kekuatan Elam, mengguncang para pemimpinnya, dan menyebarkan penduduknya ke berbagai bangsa. Namun menariknya, bagian akhir dari nubuat itu juga  menyampaikan janji pemulihan di masa depan di ayat 39.
  2. Bagaimana tanggapan bapak? Apakah yang terjadi saat ini dengan Iran dalam nubuatan Yeremia, sedang terjadi saat ini? Dan apakah pemulihan bagi Iran itupun akan terjadi ke depan?
  3. Bagaimana gereja harus terlibat dalam politik dan isu-isu sosial?
  4. Bagaimana seharusnya gereja berperan dalam situasi ini?

Salam

Monic, Jakarta

Jawaban

Apa yang dinubuatkan dalam Yeremia 49:34-39 sejatinya sudah genap pada masa Kerajaan Yehuda dibuang. Nubuatan ini adalah bagian dari Nubuat tentang Bangsa-bangsa lain [Pasal 46-51]. Bangsa Elam sebagai keturunan Nabi Nuh melalui Sem Adalah bangsa yang kemudian melebur ke Persia. Sementara Persia yang salah satu Rajanya [Kores] memberikan dekrit untuk menggenapkan bangsa Yehuda yang terbuang akan Kembali ke negeri perjanjian pada era Daniel, Ezra 1:1-ff. jadi bangsa Elam yang sempat terserak dan kemudian dipulihkan sudah selesai dengan berdirinya Kerajaan Persia pada masa itu, yang sekarang menjadi bagian Iran modern. Jadi pertanyaan 1&2 sudah terjawab dengan genapnya nubuatan bangsa Elam tersebut. Maka memaksakan pertanyaan nomor dua dengan jawaban bisa keluar dari konteks nubuatan Yeremia tersebut.

Gereja memang sejatinya perlu peka dan peduli dengan isu-isu sosial yang berkembang dalam geopolitik dunia karena Gereja bukan berasal dari dunia, namun Tuhan menempatkannya di dunia; agar banyak warga dunia mengenal Yesus sebagai Kristus & Tuhan, Juruselamat! Dalam konteks ini Yesus mengutus gereja-Nya berperan sebagai garam & terang dunia!

Pertanyaan 4, gereja tidak perlu terlibat dalam situasi  perang yang sudah berlangsung sebulan ini kecuali terus menyuarakan kebenaran yang menghadirkan damai Sejahtera kepada segenap bangsa. Sekaligus mewujudkan perannya sebagai garam & terang bagi bangsa-bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *