Klapertart adalah kue kelapa khas Manado. Terdiri dari kelapa muda, susu, tepung, dan kenari, makanan ini sering disajikan dingin. Menjadi dessert (makanan penutup atau hidangan pencuci mulut) manis, creamy, dan lembut dengan topping: kismis, kenari, almond, dan kayu manis.
Dennies Klapertaart, pemiliknya bukan orang Manado namun belajar dari resep Oma Manado. “Selain suka makannya, tertantang membuatnya, dan peluang mengisi waktu luang dengan berarti. Dapat menambah income. Walau disadari bukan untuk mencari untung yang berlebihan, sebaliknya ingin menyajikan terbaik dari rasa dengan harga yang Worth it,” ungkap pemilik nama lengkap Denny Silviana Margaretha.
Dennies Klapertaart tidak diragukan rasanya. Manis, gurih, dan creamy yang khas, dengan tekstur sangat lembut dan lumer di mulut. Didominasi aroma kelapa muda yang segar, diperkaya dengan taburan kismis, kenari, dan bubuk kayu manis. Benar-benar khas aroma Manadonya. “Semua bahannya the best. Saya tidak akan mengurangi kualitas bahannya, karena bagi saya rasanya harus enak dan ingin dicari orang banyak,” tegas istri dari T.O David L. Tobing ini.
Waktu Luang
Tepatnya di tahun 2008, ketika kedua anaknya: Arnold dan Angelique telah mengecap bangku sekolah. Denny memiliki waktu luang yang cukup, saat mengantar putrinya di sekolah TK waktu itu. Bertemu dengan banyak teman orang tua murid. Saat itulah terpikirkan untuk dapat melakukan sesuatu yang bernilai. Maka dimulailah membuat Klapertart dalam ukuran kecil (ukuran cup 75ml atau 100ml), dan menawarkan kepada teman-teman orang tua murid di sekolah, sambil menanti putrinya pulang sekolah. Ternyata diminati. Setiap membawa 30-50 cup, pasti habis terjual. Sejak saat itu julukan yang diberikan kepada ibu cantik ini adalah Evi Klapertaart.
Peluang ini ditangkap Denny dengan gembira, hingga hadirlah Dennies Klapertart. Saat ini Denny hanya menawarkan 1 ukuran:20×20, seharga seratus lima puluh ribu rupiah. Beredar untuk setiap teman dan sahabat, keluarga, hingga dipromosikan melalui sosial media: Instagram, maupun Facebook dengan nama: Denniesklappertaart maupun Dennieskitchendiary
Hobi Yang Menguntungkan
Diakui Ibu kelahiran Jakarta, 11 Maret 1975 ini, bahwa memasak adalah kegemarannya sejak masih dibangku SMP. Setelah lulus SMA ingin melanjutkan ke NHI Bandung, sekolah masak dan perhotelan paling terkemuka di Bandung dengan reputasi nasional, berfokus pada teknik memasak, manajemen dapur, dan pengalaman magang industri. Namun impiannya tertunda, dan melanjutkan ke Sekretaris Tarakanita.
Walaupun tidak kesampaian ke sekolah memasak, namun kegemaran memasak dapat tetap dilakoni Denny dengan gembira. Selain klapertart, berlanjut dengan roti, Saucijs Brood, cake, dan inovasi terbaru mie kari.
Dennies Klapertaart dijalankan by order, hobi, dan tergantung mood. Inilah gambaran orang seni, bergantung mood dalam menghasilkan karya-karyanya untuk diminati banyak orang.
TIPS
Denny berbagi tips untuk menjaga produk yang dihasilkan dapat tetap terjaga kualitas rasanya:
- Tidak mencari untung, sebaliknya memberi yang terbaik dalam rasa dan juga harga
- Tidak mencari atau menawarkan kepada orang. Sebaliknya membuat orang mau bertanya atau mencari untuk menikmatinya
- Tetap menjaga kualitas bahan. Seperti: Telur Omega, margarin Mother’s Choice, Maizenaku, dan susu dancow full cream.
- Rasa original. Toping: kismis, kenari, kayu manis tidak tergantikan. Karena inovasi menggoda, seperti menggantikan toping blueberry. Itu akan berbeda rasa, dan kehilangan khas Manadonya.
Jika Denny berhasil menjaga khas Dennies Klapertaart karena sudah melewati Trying by eror. “Kalau kamu salah, coba lagi hingga berhasil,” kisah penyuka masak dan tanaman ini. Baginya akan selalu “Give the best to customer”, sebagai moto Dennies Klapertaart.
Sejak mengalami Frozen shoulder (kondisi kaku dan nyeri hebat pada sendi bahu) karena pesanan yang banyak, kini Denny membatasi pesanan. Namun bagi Anda yang berminat silahkan menghubungi: WA 08129967864, @denniesklappertaart.
Kerinduan Denny saat ini ingin mewariskan kemampuan membuat Klapertart khas Dennies Klapertaart kepada mereka yang sungguh mau. “Yang benar-benar heart to heart. Kamu melakukan apa yang aku lakukan,” urai Denny tanpa kuatir jika ada yang bisa sepertinya. Hebat bukan? Berbagi tanpa takut kehilangan pelanggan.
Sukses bagi Dennies Klapertaart!