Home > Resensi

Dayakologi: Ketika Hutan Menjadi Altar dan Tradisi Menjadi Doa

Judul Buku : DAYAKOLOGI: Perjumpaan Iman Kristen dengan Adat Dayak sebagai Teologi Kontekstual
Penulis : Yeremia
Penerbit : Yayasan Pelayanan Media Antiokhia (YAPAMA)
Cetakan : Pertama, 2026
Tebal : 267 halaman

Menarik kali ini, kita mendapatkan sebuah buku bertema DAYAKOLOGI: Perjumpaan iman Kristen dengan adat Dayak sebagai teologi kontekstual.

Iman tidak pernah berdiri di ruang hampa. Ia selalu mencari pijakan yang nyata—berakar pada tanah, meresap dalam budaya, dan menyatu dengan kosmos. Inilah fondasi utama yang ditawarkan dalam buku bertema DAYAKOLOGI: Perjumpaan Iman Kristen dengan Adat Dayak sebagai Teologi Kontekstual. Buku ini bukan sekadar teks akademis, melainkan sebuah undangan spiritual yang memukau untuk melihat bagaimana nilai-nilai luhur masyarakat Dayak berpadu dengan keimanan.

Penulis membawa pembaca masuk ke dalam sebuah dunia yang sakral, di mana tradisi dihidupi sebagai sebuah doa yang hidup, adat dipertahankan sebagai benteng identitas, dan solidaritas komunitas dijalankan layaknya sebuah liturgi. Di sini, hutan bukanlah sekadar sumber daya alam, melainkan sebuah altar perjumpaan dengan Yang Ilahi.

Melalui kacamata Dayakologi, iman Kristen diartikulasikan dalam bahasa budaya lokal untuk menyoroti sistem global masa kini. Pemahaman spiritual masyarakat Dayak digunakan sebagai pisau analisis terhadap sistem yang sering kali merusak alam dan mengabaikan eksistensi masyarakat adat.

Buku ini dengan tegas menyatakan bahwa tanah adat adalah warisan leluhur yang tidak bisa diperjualbelikan. Menyentuh dimensi teologis yang sangat dalam, penulis menegaskan bahwa merampas tanah adat sama artinya dengan melanggar kehendak Allah.

Membaca buku ini adalah sebuah pengalaman yang membuka mata. Uraian di dalamnya membuktikan bahwa teologi kontekstual jauh melampaui sekadar refleksi di menara gading. Buku ini adalah manifestasi dari perlawanan spiritual terhadap struktur dan sistem yang menyingkirkan masyarakat adat.

Bagi siapa saja yang peduli pada isu pelestarian lingkungan, hak masyarakat adat, serta bagaimana iman dapat berdialog secara nyata dengan budaya lokal, karya ini adalah bacaan yang esensial. Kehadiran buku ini merupakan panggilan yang nyata untuk hidup selaras dengan ciptaan, menjaga warisan leluhur, dan menjadikan identitas budaya sebagai bagian yang utuh dari keimanan kita.

Selamat untuk memiliki buku ini dengan menghubungi: Sekretariat PAMA: Wisma Bersama, Jl. Salemba Raya 24 A-B, Jakarta 10430.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *