Reformata.com - Pria itu melompat dari bus kota sambil menenteng gitar. Sembari berjalan, senandung kecil terdengar dari bibirnya saat menghampiri seseorang yang sedang duduk di kawasan Karet, Jakarta Selatan. Pria itu menyerahkan gitarnya. Lalu dengan wajah tetap ceria, dia kembali melangkah dan menyapa setiap orang yang dilewatinya. “Hai, Teman, aku ke gereja dulu ya,” katanya. Sekilas, dari topi khas yang dipakainya, orang-orang tentu mengira kalau dia itu bukan Kristen. Itulah kesan pertama REFORMATA saat bertemu dengan pengamen bernama Ryansyah Syaputera Kamarulop tersebut.
Anak jalanan. Itulah sebutan bagi orang-orang seperti Ryansyah. Hari-hari dia lalui dengan mengamen di bus-bus kota. Suaranya yang merdu, dan permainan gitar yang cukup trampil, menjadi modal pemuda kelahiran Jakarta, 18 Juni 1984 ini, untuk mencari duit dengan mengamen. Awalnya, dia mengamen hanya untuk mengekspresikan hobi, namun akhirnya menjadi ..
read more »