Search
only search from Reformata
Translate
English Japanese French German Dutch
Laporan Utama
123Laput1.jpg
Reformata.com - MELIHAT situasi massa yang menuntut penghentian perayaan Natal pada Jumat, 25 Desember 2009 ...
Laporan Khusus
gus-dur.jpg
Tak sedikit tokoh Kristen hadir dalam perjalanan “pulang” Gus Dur. Banyak kesan tersimpan dalam ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Daily News

06 November 2009

GM pangkas 10.000 buruh

GM pangkas 10.000 buruh.jpg
Perusahaan otomotif General Motors (GM) memastikan rencana PHK terhadap 10.000 karyawan Opel di seluruh Eropa dan Vauxhall di Inggris.

Pernyataan ini keluar sehari setelah GM mengatakan perusahaan itu menunda kesepakatan untuk menjual Opel kepada perusahaan onderdil mobil asal Kanada, Magna.

Serikat Pekerja di Jerman mengatakan para buruh hari ini sudah memulai aksi mogok sebagai wujud protes atas keputusan GM.

Pemerintah Jerman yang mendukung penjualan Opel meminta GM membayar utang sebesar AS$ 2,2 miliar sesegera mungkin.

Pengurangan 10.000 karyawan yang direncanakan GM ini sesuai dengan angka yang diajukan Magna. Dengan kondisi ini serikat perdagangan Jerman khawatir dua dari empat pabrik Opel akan ditutup.

Serikat pekerja terbesar di pabrik Vauxhall, Unite yang membawahi 5.500 pekerja di Inggris mengatakan tugas utama serikat pekerja adalah meminimalkan jumlah karyawan yang diberhentikan dan memastikan jika ada pemberhentian maka itu adalah keinginan dari pekerja.

Sekretaris Jenderal Unite Tony Woodley mengatakan pengurangan karyawan di Vauxhall adalah sebuah kondisi yang tak terelakkan.

Woodley menambahkan GM harus mempertahankan dua pabrik Vauxhall di Luton dan Ellesmere Port. Sebab, kata Woodley, Inggris adalah salah satu konsumen Vauxhall terbesar dan paling loyal.

Woodley menambahkan saat ini GM membutuhkan pinjaman dana dari empat atau lima negara Uni Eropa.

Di seluruh Eropa Opel mempekerjakan lebih dari 54.000 karyawan dan 25.000 orang di antaranya berada di Jerman.

Kelegaan di Inggris

Wakil Presiden GM John Smith dalam pernyataan resminya tidak terlihat berniat mengurangi jumlah karyawan yang akan diberhentikan.

Namun, Smith berharap GM bisa menyerahkan detail perusahaan itu kepada sejumlah pemerintah Eropa sesegera mungkin dengan perjanjian yang sudah disepakati dengan pemerintah dan serikat pekerja antara Januari dan Maret tahun depan.

Sementara itu, Magna berencana memberhentikan sebanyak 10.500 orang karyawan Opel dan Vauxhall, termasuk 4.000 orang karyawan di Jerman.

Di Vauxhall, Serikat pekerja Unite dan Magna sepakat hanya membatasi pengurangan karyawan hingga 600 orang saja dan pengurangan itu dipastikan dilakukan atas dasar sukarela. Dan saat ini Unite tengah mencoba mencapai kesepakatan baru dengan GM.

Menteri urusan Bisnis Lord Mandelson sebelumnya mengatakan dirinya sangat terbuka untuk melakukan diskusi awal dengan GM seputar rencana perusahaan tersebut yang mempengaruhi masa depan para karyawan Vauxhall.

Wajah buruk kapitalisme

Sebelumnya keputusan GM untuk mempertahankan Opel dan Vauxhall disambut baik di Inggris namun menyulut kemarahan di Jerman.

Tony Woodley, yang mantan pekerja Vauxhall, mengatakan keputusan GM itu adalah sebuah keputusan yang fantastis. Namun, serikat pekerja di Jerman mengatakan aksi mogok mulai dilakukan Kamis ini untuk memprotes keputusan GM.

Wakil Presiden GM John Smith mengatakan GM akan mengembalikan uang pemerintah Jerman secara penuh jika pemerintah menginginkan hal itu. Dan, Smith menambahkan, GM sudah mengembalikan sebagian dari pinjaman itu.

Para pemimpin Jerman dan serikat pekerja lebih memilih penjualan perusahaan kepada perusahaan Kanada, Magna sebagai jalan terbaik untuk menyelamatkan nasib para pekerja Jerman. Selain memberikan jaminan bahwa GM tidak akan menutup pabrik-pabriknya di Jerman.

Perdana Menteri Negara Bagian Rhine-Westphalia Utara Juergen Ruettgers menyerukan bahwa keputusan GM untuk mempertahankan Opel menjadi wajah buruk turbo-kapitalisme.

Di negara bagian ini, muncul kekhawatiran bahwa satu pabrik Opel di Bochum terancam akan ditutup.

Mengomentari kondisi ini Wakil Presiden GM John Smith mengatakan bahwa pemerintah Jerman memiliki ketertarikan terhadap tawaran Magna, sehingga dia bisa memahami reaksi yang muncul di Jerman.

 

 

Others