PULUHAN ribu umat Katolik dari berbagai negara berkunjung ke Vatikan, Minggu (2/4). Mereka ingin terlibat langsung pada perayaan setahun meninggalnya Paus Yohanes Paulus II. Mereka juga berdoa agar almarhum Paus Yohanes segera dinobatkan sebagai santo atau orang suci.
Umat Katolik sedunia itu antara lain datang dari Polandia, negara asal Paus Yohanes Paulus II. Juga ada yang daang dari Amerika Serikat, Asia dan Italia sendiri. Pada perayaan setahun itu, mereka mengheningkan cipta tepat pada pukul 21.37 waktu Vatikan atau sekitar pukul 02.37 WIB, Senin pagi. Itu adalah waktu detik-detik meninggalnya almarhum Paus Yohanes, yang akan dilanjutkan dengan doa dan dentang lonceng gereja.
Paus Benediktus XVI, pengganti almarhum Paus Yohanes, berbicara menjelang acara peringatan itu. Ia mengatakan, almarhum Paus Yohanes Paulus II telah meninggalkan warisan kuat dan mendalam soal kemanusiaan, yang melintasi sekat ras, golongan, agama, suku, serta negara.
“Walau telah meninggal, dia (Paus Yohanes Paulus II) tetap saja seperti hidup dan penuh dengan keimanan yang kuat,” kata Paus Benediktus kepada para peziarah di Lapangan Santo Petrus yang cerah, kemarin.
Paus Benediktus juga mengenang kembali salah satu sikap almarhum Paus Yohanes Paulus II yang tidak mengeluh walau menderita. “Dalam kehidupannya di masa lalu, secara bertahap muncul hal-hal yang membuat dia terus berasimilasi dengan Tuhan,” kata Paus Benediktus, yang terkadang diinterupsi oleh para peziarah yang meneriakkan “Paus Yohanes” berkali-kali.
Ketika Paus Benediktus berbicara, rombongan demi rombongan peziarah terus mengalir ke Lapangan Santo Petrus untuk mengenang kematiannya dan kemudian berdoa langsung di makamnya.
“Saya tidak bisa mengutarakannya dengan kata-kata. Dia tidak saja bapa bagi kita, tetapi juga bagi dunia,” kata salah seorang peziarah dari Polandia. Banyak peziarah mengatakan, mereka berdoa secara khusuk agar almarhum Paus Yohanes Palus II segera menjadi santo.
Sumber : Kompas
Penulis : Hans P.Tan