Hasyim Muzadi di Dewan Gereja se-Dunia:Penggunaan Simbol Agama untuk Kekerasan Tidak Boleh!

SELURUH agama di dunia terpanggil untuk menyatakan perdamaian dan menolak tindakan kekerasan, intimidasi, dan terorisme. Oleh karena itu penggunaan simbol-simbol agama dan mengatasnamakan agama untuk melakukan kekerasan harus dihindari, dan tidak boleh ditoleransi.
Demikian dikemukakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di hadapan ribuan peserta Sidang Raya Ke-9 Dewan Gereja se-Dunia (World Council of Churches) di Porto Alegre, Brasil, Sabtu (18/2). Muzadi diundang khusus oleh Sekjen Dewan Gereja se-Dunia (DGD) Dr.Samuel Kobia untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran dan pengalaman mengenai gerakan mengatasi kekerasan di Indonesia.

Muzadi didampingi Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PGI Pdt.AA Yewangoe dan Sekum PGI Pdt.Richard Daulay.

Selanjutnya Muzadi menandaskan upaya mengatasi kekerasan di masyarakat, negara, dan bangsa, harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh umat beragama. Kebersamaan itu, baik individu maupun lembaga, dapat mendorong pencapaian hasil yang maksimal, sehingga kehidupan masyarakat terhindar dari tindak kekerasan.

Di sini, lanjut Muzadi, peran para pemimpin agama sangat besar dengan mengajak umat yang dipimpinnya terlibat aktif dalam gerakan antikekerasan. “Kami sudah melakukannya di Indonesia melalui kerja sama konstruktif antarumat beragama yang dimulai dari akar rumput,” katanya.

Sumber : Suara Pembaruan
Oleh : Hans P.Tan

Daily News Index