SEMUA pihak, terutama para pemuka agama diminta waspada terhadap gejala media asing yang berupaya membelokkan isu kemarahan umat Islam atas pemuatan kartun Nabi Muhammad menjadi isu pertentangan antara Islam dan Kristen.
Demikian dikemukakan oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, di Jakarta, Sabtu (18/2), dalam dialog media massa dengan pemuka agama bertema “Kebebasan Pers dan Etika Global Terkait Kartun Nabi.” Dalam acara yang digelar oleh Muhammadiyah itu, tampak Din Syamsuddin, Frans Magnis-Suseno, Romo Benny Susetyo, dan lain-lain.
Kekhawatiran tentang adanya pembelokan isu ke arah Islam-Kristen itu, menurut Azyumardi Azra, semakin menguat terutama setelah beberapa media massa asing mewawancarainya. Mereka menilai aksi pembakaran bendera Denmark oleh warga Muslim yang marah sebagai bentuk penghinaan terhadap agama Kristen. Alasannya, di bendera Denmark terdapat gambar atau simbol salib, yang disucikan umat Kristen di seluruh dunia.
“Ada upaya memperluas persoalan kartun ini menjadi konflik antar-agama. Mereka (media massa asing) bilang masyarakat Eropa juga marah bendera Denmark dibakar dan diinjak-injak karena di dalamnya ada gambar salib,” kata Azyumardi.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut. Dia menjelaskan, aksi baker bendera Denmark hanya reaksi spontan dan sama sekali tidak terkait dengan penghinaan agama tertentu.
Semua pihak diingatkan agar tidak mudah menggeneralisasi suatu kejadian yang dilakukan sekelompok umat agama tertentu, sebagai sikap keseluruhan.
Penulis : Hans P.Tan
Sumber : Kompas