Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengingatkan Front Pembela Islam (FPI) agar tidak lagi mengerahkan massanya dalam aksi penutupan tempat ibadah.
Pernyataan itu disampaikan Muzadi, Senin (5/9) saat menerima sejumlah anggota FPI yang dipimpin Komandan Laskar Nasional FPI Jafar Sidiq. Menurut Muzadi, selain berlawanan dengan ajaran Islam, tindakan sewenang-wenang itu juga mempermalukan umat Islam. “Saya mengingatkan agar FPI jangan mengulanginya, karena tindakan itu juga justru membuat Indonesia dalam posisi sulit akibat tekanan dunia internasional,” ujar Muzadi.
Dalam kesempatan itu Muzadi juga menyoroti sikap aparat kepolisian yang ragu-ragu bertindak ketika sekelompok massa menghalangi umat Kristen beribadah di beberapa gereja baru-baru ini.
Lebih lanjut dia menegaskan kontroversi penutupan tempat ibadah tidak terkait dengan Surat Keputusan Besama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No.01/1969 tentang pendirian rumah ibadat. Masalahnya adalah bagaimana umat beragama bisa hidup saling bertoleransi dengan warga di lingkungan tempat ibadah.
“Kalaupun SKB itu dicabut, persoalan akan selalu muncul jika tokoh atau jemaat di suatu tempat ibadah tidak dapat menjalin hubungan baik dengan warga sekitar. Bentrokan terjadi terus apalagi jika ada pihak dari luar lingkungan itu yang ikut campur tangan,” kata Muzadi.
Kedatangan Jafar Sidiq ke PBNU, selain untuk bersilaturahmi, sekaligus meminta doa restu atas perjuangan selama ini. “Beliau (Hasyim) mendoakan agar perjuangan kami ke depan lebih dewasa. Selama ini kami berjuang secara fiqih maupun dengan berdakwah. Jadi, kalaupun perjuangan harus dilakukan dengan otot ya silakan, asal dilakukan elegan,” ujarnya.*
Sumber : Kompas
Penulis : Hans P.Tan