dan punya dua anak perempuan usia 8 dan 4 tahun. Abang saya itu, kira-kira 3 bulan belakangan ini selalu batuk, dan menurut dia kadang-kadang sakit di dada. Dia juga suka berkeringat waktu malam, tidak ada nafsu makan sehingga berat badannya turun sekitar 3 kg. Sekali-sekali nafasnya terasa sesak. Minggu lalu dia sudah ke dokter. Dia diminta periksa dahak (sputum) BTA 3 kali berturut, dan thorax (foto rontgen). Dokter mencurigai abang saya tertular penyakit TBC.
Pertanyaan saya: 1) Apakah penyakit TBC itu? Bisakah disembuhkan? Apakah benar penyakit ini adalah penyakit rakyat? 2) Apa maksudnya pemeriksaan sputum BTA 3 kali berturut-turut? 3) Apakah penyakit ini mudah menular ? Bagaimana cara penularannya? Apakah sebaiknya perlu dilakukan pemeriksaan teliti secara medis kepada istri dan kedua anaknya? Karena kelihatannya istri dan anak bungsunya seperti kurang sehat dan sering terlihat batuk-batuk juga. 4) Bagaimanakah cara pengobatannya dan berapa lama? 5) Apakah kriteria sembuh pada seorang penderita TB?
Dody
Jakarta
1) PENYAKIT tuberkulosis atau sering disingkat TB atau TBC, adalah penyakit yang disebabkan infeksi MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS complex. Dapat menyerang berbagai organ tubuh, paling sering menyerang jaringan paru-paru. Dengan ketaatan dan kedisiplinan tinggi serta kemauan kuat (tidak drop out selama pengo-batan) umumnya penyakit ini bisa disembuhkan walau harus menjalani pengobatan khusus yang cukup pan-jang (3 bulan sampai 1 tahun), tergantung berat ringannya penyakit TB paru tersebut.
TB merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia. Menurut laporan WHO atau Badan Kesehatan Dunia, tahun 2004, terdapat 8,8 juta kasus baru TB di dunia. Sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman ini. Menurut WHO, jumlah terbesar kasus TB ada di Asia Tenggara (33% dari seluruh kasus di dunia). Tetapi bila dilihat dari jumlah penduduk, maka kasus terbanyak ada di Afrika (hampir 2 kali lebih besar dari Asia Tenggara). Ini diperburuk dengan meningkatnya prevalens HIV yang cukup tinggi di sana (Afrika) mengakibatkan pe-ningkatan cepat kasus TB. Angka ke-matian akibat TB di dunia berkisar 8.000 orang setiap hari, dan 2 – 3 juta setiap tahun.
Di Indonesia, TB masih merupakan penyakit infeksi saluran napas tersering, dan dikenal sebagai penya-kit rakyat. Jumlah penderita TB di negeri kita, nomor tiga terbanyak di dunia setelah India dan Cina. Setiap tahun didapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian akibat TB (sumber: TUBERKULOSIS, Pedo-man Diagnosis dan Penatalaksanaan di INDONESIA, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2006).
Dikatakan juga, di Indonesia TB adalah pembunuh nomor 1 di antara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor 3 terba-nyak setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut pada selu-ruh lapisan usia di masyarakat kita.
2) Pemeriksaan bakteriologi untuk menemukan kuman TB mempunyai arti yang sangat penting untuk me-negakkan diagnosis. Salah satu materi yang paling mudah didapat adalah bahan sputum atau dahak penderita untuk dibiakkan. Supaya mendapat-kan hasil yang akurat dianjurkan pe-ngambilan sampel dahak sebanyak 3 kali (selama 3 hari berturut-turut) atau ambil dahak saat kunjungan, keesok-an hari diambil lagi dan terakhir sewaktu mengantar dahak pagi ke laboratorium. Maksudnya, apabila dari hasil biakan didapatkan hasil: 3 kali positif atau 2 kali positif, 1 kali negatif berarti BTA positif, artinya yang bersangkutan menderita TB. Kalau 1 kali positif, 2 kali negatif, berarti BTA positif juga dan berarti tertular penyakit TB. Sedangkan bila 3 kali pemeriksaan hasilnya negatif, berarti BTA negatif, yang bersangkutan tidak tertular TB.
3) TB ini memang sangat mudah menular terutama di negara-negara berkembang yang berpenduduk sangat padat, pelayanan kesehatan kurang memadai, dengan penge-tahuan kesehatan yang rendah dan dengan kehidupan yang kurang higienis seperti di tempat-tempat kumuh, kurang gizi. Selain itu mudah menular pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang me-nurun seperti penderita HIV/AIDS atau penyakit imun yang lain, atau penderita penyakit kronis seperti diabetes mellitus (DM), dan lain-lain.
Penularan terjadi terutama melalui udara saat penderita batuk atau bersin, berbicara, meludah apalagi mencium (french kissing). Karena saat seorang penderita TB bersin sekali saja, dia bisa melepaskan kurang lebih 40.000 droplet (partikel ludah yang mengandung kuman TB) ke udara. Bahayanya setiap droplet yang terhirup orang sehat sangat berpotensi menularkan penyakit yang bisa menghancurkan paru-paru tersebut. Apalagi kuman TB yang merupakan basil tahan asam (BTA) ini sangat tahan hidup di alam bebas, kuman bisa hidup 2 – 3 hari, juga tahan terhadap terik matahari, sehingga suatu waktu bila tertiup angina, maka orang yang menghirup kuman tersebut tanpa dia sadari kemungkinan bisa tertular.
Sehingga dikatakan, dalam situasi epidemiologik yang seimbang, seorang penderita penular sebelum tiba ajalnya, bisa menulari kurang lebih 20 orang sehat. Selanjutnya, di antara 20 orang yang sudah ketularan ini 90% akan tetap sehat (karena untuk bisa tertular, itu pun sangat bergantung antara lain pada daya tahan tubuh yang bersangkutan, kuatnya virulensi kuman, keadaan gizi orang tertular, dan lain lain). Sementara 10% (2 orang) akan sakit dan bisa menularkan kepada orang lain lagi, satu orang di antaranya akan cepat meninggal dan yang lain akan menularkan kepada kira-kira 20 orang lagi dan seterusnya.
Nasihat saya, Bapak Benny sekeluarga memeriksakan diri ke dokter, mengingat istri dan anak bungsu yang kurang sehat saat ini. Bila terbukti positif TB yang bersangkutan bisa diobati secepatnya untuk memutus-kan mata rantai penularan, dan supaya bisa memiliki kesehatan yang baik kembali. Bila Bapak Benny TB negatif maka perlu dipikirkan adanya fals negatif atau kemungkinan penyakit lain yang masih harus dilacak.
4) Pengobatan TB terbagi 2 fase yaitu fase intensif selama 2-3 bulan dan fase lanjutan selama 4-7 bulan, namun bisa beberapa bulan lebih lama tergantung respons penyakit terhadap terapi yang diberikan. Obat Anti Tuberkulosis (OAT) utama yang dipakai adalah INH, Rifampisin, Pirazinamide, Streptomisin dan Etambutol.
5) Kriteria sembuh adalah bila: a) BTA mikroskopis negatif 2 kali pada akhir fase intensif dan akhir pengo-batan dan sudah mendapatkan pe-ngobatan yang adekwat. b) Gam-baran radiologis pada foto toraks secara serial terus menunjukkan ada perbaikan/kesembuhan. c) Peme-riksaan biakan kuman yang negatif (bila ada fasilitas untuk pemeriksaan biakan).
Kiranya keterangan ini bisa menjawab pertanyaan Bapak Dody. Semoga Bapak Benny dan keluarga cepat pulih dan sehat lagi. Tuhan memberkati.q