Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Senggang

Tika Panggabean, Jangan Khawatir!

Posted : 30 Desember 2008
98 reformata cover.jpg
PROJEK Pop adalah tempat menuangkan ekspresi, karya, mengaktualisasikan diri, dan memberkati banyak orang.Inilah komitmen yang dibangun Tika dan teman-temannya di Projek Pop. Bahkan alumnus Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, jurusan hubungan internasional ini berkomitmen tetap setia dengan Projek Pop. “Projek Pop adalah bagian dari hidupku,” kata wanita bernama lengkap Kartika Panggabean, yang lahir 3 Oktober 1970 ini. 
Di tahun 2009, Tika tidak hanya berharap Projek Pop tetap sukses, terus membuat album dan karya-karya lain, namun juga tetap eksis tahun-tahun selanjutnya. Jika sampai saat ini, Projek Pop mendapat pengakuan dari masyarakat luas, hal itu adalah tanggung jawab bagi Tika dan kawan-kawan. “Banyak orang yang bekerja sama dengan kami.  Jika kami tetap ‘hidup’, berarti mereka yang bekerja bersama kami, juga akan tetap ‘hidup’,” kata pemeran Saodah dalam acara komedi “OB”—singkatan Office Boy—yang ditayangkan RCTI.
Bagi Tika dan kawan-kawan, Projek Pop bukan hanya tempat bekerja, berkarya atau sekadar mendapat uang. Namun lebih dari itu, ada hubungan yang sangat kuat dan sulit dijelaskan. Ikatan di antara personil maupun dengan keluarga masing-masing, sudah dibangun sejak personil duduk di bangku sekolah. Kau keluargaku dan saudaraku, itu prinsip mereka. Selama 12 tahun bersama, “Ada mood understanding yang selalu membuat kami dapat saling mengerti satu dengan yang lain,” urai Tika. Bernyanyi dan membuat konsep yang selalu lucu, fun, dan kreatif, demi menghibur banyak orang, adalah kesatuan dan tujuan bersama yang  dibangun Tika dan timnya melalui Projek Pop.

Menanggapi prediksi tahun 2009 sebagai tahun krisis, warga GKI Pondok Indah ini berpendapat bahwa tahun 2009 sebagai waktu untuk selalu siaga atau bersiap-bersiap. Bagi Tika, jika ada yang memprediksi tahun 2009 adalah tahun krisis, colaps, atau apa pun itu, sikap yang benar adalah, “Pintar-pintarlah menabung dan me-manage hidup dengan baik”.  
Menurut Tika, tidak semua prediksi kesulitan itu bisa terjadi. Namun jika Tuhan mengijinkan itu terjadi, yang penting adalah bagaimana kita memercayakan hidup kita kepada Pemberi Hidup. Tuhan selalu memelihara anak-anak-Nya. Mengucap syukur dalam segala hal adalah motto hidupnya. “Khawatir adalah respon alami, namun tidak harus menguasai hidup kita. Bertanggung jawab dan melakukan secara maksimal kemampuan yang dimiliki, menjadi keharusan dalam memaknai setiap kehidupan ini,” tambahnya.
Tika dibesarkan dari keluarga yang mencintai Tuhan, melalui bimbingan ayahnya, Piola Panggabean dan ibu tercinta, Clara Sitompul. Bagi Tika, keintiman pribadi dengan Tuhanlah yang mampu membuat seseorang dapat seimbang dalam menjalani hidup ini. “Apa yang bisa dilakukan, dan siapa yang kita percayai, menentukan langkah kita ke depan,” tandas si bungsu dari empat bersaudara ini.

Ditanya tentang album rohani, personil wanita satu-satunya di Projek Pop ini hanya tersenyum sambil mengutarakan bahwa, “Membuat album rohani tidak semudah yang dipikirkan, karena di sana kita menyampaikan sesuatu yang lebih dari hati, dan bergantung dari gaya hidup kita”. Menurutnya, rohani, berarti bicara kebaikan, hubungan dengan Tuhan. “Jadi jika tidak sesuai maka tak pantas menghadirkannya. Namun, jika kesempatan itu ada, semoga Projek Pop dapat menghadirkan album rohani yang universal,” ujar penyuka traveling, renang dan nonton ini. Dia menambahkan, personil Projek Pop memang terdiri dari Kristen dan Islam. Warna musiknya selalu lucu dan fun. “Maka untuk menghadirkan album rohani, perlu kesiapan agar tidak salah,” jelas Tika.
Di akhir bincang-bincang, Tika menandaskan bahwa dalam kapasitas sebagai apa pun, kita harus melihat itu sebagai kesempatan, anugerah, dan talenta yang harus kita maksimalkan.  Diberkati untuk memberkati, menjadi esensi hidup. “Karena hidup adalah pemberian, maka kita pun harus memberi kepada yang lain,” katanya.  ? Lidya


58
33 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 5.7712 sec | TOP
Online Support :