Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya, Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/9), menyerukan kembali agar seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat mencegah kekerasan terhadap kegiatan ibadah agama. Kepala Negara juga meminta Menteri Agama bersama para tokoh agama dan pimpinan daerah untuk mengatasi dengan baik beberapa aksi penutupan terhadap sejumlah tempat ibadah umat kristiani yang kembali marak belum lama ini.

 

Presiden SBY menegaskan, negara menjamin kebebasan warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah menurut ajaran agama masing-masing.

 

Dalam siaran pers yang dibacakan oleh Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, SBY antara lain menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk. Untuk itu diperlukan harmoni dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat disertai sikap saling menghormati. Selanjutnya Kepala Negara menginstruksikan Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto untuk menegakkan hukum terhadap para pelaku kekerasan, termasuk aktor-aktor penggeraknya.

 

Menyangkut SKB yang mengatur pendirian fasilitas ibadah, Presiden berpendapat tidak perlu buru-buru mencabutnya, karena sesungguhnya SKB itu memiliki tujuan baik. Dalam kesempatan itu Presiden meminta agar dalam pembangunan wilayah permukiman, termasuk real estate dan kompleks perumahan, disiapkan ruang untuk didirikan fasilitas ibadah bagi para pemeluk agama.*

 

Sumber : Kompas
Penulis : Hans P.Tan

Daily News Index