Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Mata Mata

Habis Fitna Terbitlah Schism

MASIH ingat hebohnya pemberitaan di media masa beberapa waktu lalu tentang film “Fitna”? Film berdurasi pendek yang bertujuan memojok-kan agama Islam dan Al Quran –mengandung propaganda yang mengesankan dan menyesatk

Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, film ini diprotes keras.  Pe-merintah pun turut campur mene-ngahi persoalan ini. Bahkan de-ngan berbekal Surat Menteri Ko-munikasi dan Informatika No. 84/M-KOMINFO/04/08 tanggal 2 April 2008 perihal Pemblokiran Situs dan Blog yang memuat film “Fitna” – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) telah meblokir situs dan blog yang memasukkan (posting) film “Fitna”. 

Menurut Eddy Kurnia, Vice President Public & Marketing Communication Telkom, seperti dilansir dalam tempo.com beberapa wak-tu lalu – posisi Telkom jelas, yakni menjalankan kebijakan pemerintah dalam pemblokiran situs dan blog internet yang sifatnya tidak men-didik atau mendiskreditkan pihak tertentu, seperti yang diamanat-kan surat Menkominfo No. 84/M-Kominfo/04/08 tersebut.

Meski persoalan ini perlahan telah sepi, tidak dipermasalahkan lagi, namun toh permusuhan dan aksi balas dendam tetap saja terus ber-munculan di dunia maya.  Berbagai blog berisi hujatan dan cacian terus menghiasi layar monitor pengakses situs blog-blog yang pemiliknya tak senang dengan kedamaian itu.  Dan salah satu yang menjadi bukti bahwa keduanya tetap baku-balas  adalah munculnya film “Schism”.  Film yang isinya mirip dengan film “Fitna” ini dibuat oleh Raid Al-Saeed seorang blogger asal Arab Saudi.   Film yang berdurasi tak lebih dari enam menit ini oleh Saeed diberi judul “Schism” atau Perpecahan. 

Dalam film itu, Al-Saeed meng-ambil beberapa teks dalam Alkitab yang sengaja ditampilkan dan diberi makna yang tak sesuai dengan konteks dan pesan dari ayat tadi.  Ayat-ayat yang dikutip dari Alkitab itu notabene berhubungan de-ngan tema  pembunuhan dan kekerasan yang sengaja dibuat de-ngan tafsiran melenceng – seolah hendak menyampaikan pesan sekaligus menjawab subyektifitas penafsiran Geert Wilders tentang Islam dengan memberi pesan balik bah-wa radikalisme dan kekerasan, tidak hanya “monopoli” satu agama.

Raed al-Saeed dalam wawancara dengan The Associated Press beberapa waktu lalu mengatakan bahwa tujuannya meluncurkan video itu untuk menunjukkan bah-wa Islam tak harus dihakimi oleh video “Fitna” yang telah menye-babkan kemarahan atas dunia Islam.  Al-Saeed mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menyebarkan kebencian terhadap umat Kristen, tapi cuma ingin membuktikan bahwa menilai Islam hanya dari menonton film “Fitna” adalah tindakan yang salah. “Sa-ngat gampang untuk menyele-wengkan bagian-bagian dari kitab suci dari konteksnya dan mem-buatnya menjadi seperti kitab yang tidak manusiawi.

“Inilah yang dilakukan Wilders untuk menggalang dukungan atas ideologinya yang penuh keben-cian”, tulis Al-Saeed di akhir video-nya. Saeed juga sempat mempos-ting videonya itu di Youtube, salah satu situs video dan film terbesar – meski Youtube sempat meng-hapusnya dengan alasan video itu melanggar persyaratan yang dite-tapkan Youtube. Tapi ala-san itu dibalas oleh Saeed dengan mempertanyakan mengapa Youtube meng-hapus videonya sementara “Fitna” masih dibolehkan tampil di Youtube. Saeed lalu memposting kembali videonya pada 2 Maret kemarin.

Sulit memang menentu-kan siapa yang memulai dan siapa yang mendahului. Nyatanya perang di dunia maya seperti ini sudah ada sejak lama.  Saling hujat dan maki sepertinya sudah men-jadi makanan sehari-hari. Persoalanya adalah me-ngapa?  Belum lagi menyak-sikan kekurangadilan peme-rintah yang tak menyikapi-nya sama seperti tatkala “Fitna” muncul dan banyak diprotes orang.  

Kerukunan umat ber-agama adalah impian selu-ruh bangsa karena itu segala macam hal yang dapat me-ngancam kerukunan ber-agama hendaknya juga harus dimusuhi bersama-sama dan disikapi secara arif.  Film “Schism” sendiri adalah manifestasi dari ancaman terhadap kerukunan beragama, karena itu perlu disikapi secara arif dan hati-hati, dengan mengede-pankan kerukunan sebagai hal yang utama.  Dan alangkah baiknya kalau pemerintah juga berbuat yang sama seperti tatkala flm “Fitna” muncul beberapa waktu lalu demi rasa aman dan damai antar umat beragama.              ?Slamet Wiyono/dbs

 

 

 

 

 

 

66
25 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :201220112010
Online Support :