Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Khas

GKJW Mojowarno --- Mewartakan Injil dalam Konteks Budaya Jawa

DEWASA ini banyak orang menilai kekristenan identik dengan pria berdasi, mengenakan jas dengan sepatu yang mengkilap,

sedangkan kaum perempuan lebih senang mengenakan blazer atau pakaian yang indah-indah sebagai ciri khas (lebih tepatnya identitas) seorang Kristen yang sudah termakan budaya barat (westernisasi).  Gambaran ini jauh berbeda sama sekali dengan pola hidup sederhana yang dianut oleh jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jombang, Jawa Timur, tepatnya Mojowarno. 

Umumnya jemaat GKJW Mojowar-no lebih senang dengan pola hidup sederhana, selaras dengan keseharian mereka. Hal ini terlihat dari busana yang mereka kenakan tatkala datang ke gereja. Setiap ke gereja, jemaat hanya mengenakan busana biasa saja. Kaum wanita yang sudah berusia lanjut mengenakan pakaian kebaya, sedangkan laki-laki memakai songkok, bahkan tak sedikit kaum pria yang mengenakan sarung layaknya warga muslim pedesaan yang hendak shalat berjemaah ke masjid.  Tak jarang juga ditemui dalam ibadah-ibadah khusus seperti Natal dan Paskah, kaum pria yang mengenakan pakaian adat Jawa lazimnya dipakai dalam upacara-upacara besar. 

Liturgi GKJW yang berdiri sejak 3 Maret 1881 ini pun jauh berbeda dengan gereja “modern” yang me-ngenalkan liturgi ibadah dengan lagu-lagu kontemporer yang sangat dina-mik.  Dalam hal liturgi dan puji-pujian,  jemaat GKJW Mojowarno masih melestarikan kidung pujian yang dilantunkan dalam bahasa Jawa halus.  Kidung pujian ini merupakan warisan budaya yang terus dilestarikan seba-gai ciri khas gereja ini.  Bahkan khotbah pendeta pun dilayangkan dalam bahasa Jawa kromo (halus) dengan nada suara yang halus dan tenang.

Keberadaan GKJW Mojowarno dan kidung pujian ini tak bisa dilepaskan dari nama seorang biasa (rakyat jelata) sebagai pendirinya.  Berbeda dengan gereja-gereja lain di Indonesia yang didirikan misionaris Barat, GKJW Mojowarno justru dirintis oleh seorang pribumi bernama Kasan Jariyo, seorang pria berdarah Madura. Kasan adalah seorang muda yang gemar merantau dan menjadi pedagang kapas yang amat sukses. Singkat cerita, di perantauan, Kasan bertemu seorang Londo bernama Coolen, peranakan Rusia dan Jawa, yang sedang membuka hutan di Ngoro, Mojowarno. Kasan kemudian bergabung dengan Coolen, lantas dia memeluk agama Kristen dan berubah nama menjadi Paulus Tosari.

Meski Paulus Tosari adalah seorang rakyat biasa yang teramat sederhana, namun di balik keseder-hanannya dia meninggalkan sesuatu yang amat sangat berharga bagi gereja ini.  Berbeda dengan misionaris Barat yang mewartakan Injil dengan membawa budaya baratnya, Paulus Tosari mencoba mewartakan Injil dan berita kebenaran dengan mengkon-tekstualisasikannya dengan budaya Jawa, yang notabene adalah konteks sosial penerima berita. Untuk me-wujudkannya Tosari juga membuat karya yang tertuang dalam kitab “Serat Rasa Sejati” – kumpulan kidung pujian yang berisi tembang-tembang Jawa yang sangat indah. Sedikitnya ada 23 syair dalam bahasa Jawa yang disusun dalam langgam asmaradana, kinanthi, pucung, pangkur, maskumambang, mijil, gambuh, dandanggula, megatruh, hingga sinom. Serat Rasa Sejati ini merupakan upaya Paulus Tosari, dalam menghayati iman kristianinya sebagai orang Jawa. Sebab, saat itu Kristen identik dengan agamanya orang Belanda, yang notabene adalah agama penjajah. 

Kini, GKJW Mojowarno telah berakar dan berkembang sedemi-kian rupa.  Dari gereja ini setidaknya telah lahir 150 gereja GKJW di seluruh Jawa Timur. Ini merupakan satu prestasi yang patut diacungi jempol.  Namun demikian tantangan globalisasi seolah menjadi persoalan baru gereja suku seperti GKJW ini.  Untuk itu gereja yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pe-tani ini melakukan beberapa peru-bahan dan penyesuaian,  salah satu-nya adalah tak lagi 100% meng-gunakan bahasa Jawa dalam setiap liturginya.  ?  Slamet Wiyono/dbs

                                                                                                         

       

 

 

 

 

48
16 votes
1 2 3 4 5

Lainnya

Arsip :201020092008
Online Support :