Reformata.com – KEMATIAN Osama bin Laden, gembong teroris, disambut gembira dan sukacita di berbagai belahan dunia, khususnya di Amerika Serikat. Tetapi, sebagai orang Kristen, haruskah kita bergembira atau bersyukur atas kematian orang lain, sekalipun orang itu dinyatakan bertanggung jawab atas berbagai kerusakan dan kehancuran kemanusiaan?
Pastor Frederico Lombardi, Juru Bicara Vatican justru mengingatkan kepada seluruh umat Katolik untuk tidak boleh bergembira atas kematian orang tersebut.
Menurut Lombardi, seseaat setelah berita kematian Osama dirilis (2/5), Osama bin Laden adalah orang yang paling bertanggung jawab mempromosikan perpecahan antarmanusia dan menyebar benih kebencian di antara masyarakat. Dia telah menyebabkan kematian banyak orang yang tidak berdosa, ribuan dan tak terhitung jumlahnya. Dia juga memanfaatkan agama untuk tujuan ini semacam itu.
Meskipun demikian, masih menurut imam Jesuit dari Italia ini, “Berhadapan dengan kematian seseorang,orang Kristen tidak pernah boleh bergembira.” Lombardi justru mengajak orang Katolik untuk, dalam situasi seperti ini, merefleksikan secara serius makna tanggung jawab yang diemban setiap orang Kristen di hadapan Allah dan manusia.
Dengan cara demikian, menurut Lombardi, orang Katolik berharap dan bertekad menjadi orang yang bertanggung jawab, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain, mengusahakan agar ke depannya tidak akan ada lagi satu kesempatan, sekecil apapun itu, yang memberi peluang kepada timbulnya pertentangan dan kebencian antarmanusia. Hanya dengan demikian, menurut Lombardi dan iman Katolik, perdamaian sejati di dunia bisa diwujudkan. Hans/Kompasiana