Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Peluang

Vicky Halim: Dari Musik Menuju Tangga Pengusaha

Posted : 16 September 2008

Penampilannya oke, gaya bicaranya santun, optimis, dan cenderung berhati-hati serta teliti. Begitulah tipikal Vicky Halim, pengusaha muda yang berkembang cukup pesat. Di usianya yang masih tergolong muda, 22 tahun, Vicky Halim kelahiran Jakarta, 3 November 1986 ini cukup mantap menjelaskan prinsip dan pandangannya tentang bagaimana mengelola dan mengembangkan bisnis-bisnisnya.

Vicky, demikian orang biasa menyapanya, secara runtut menceriterakan bagaimana awalnya dia mendapatkan dan mengembangkan bisnisnya. Mulai dari mengajar privat musik drum (juga gitar) untuk seorang anak hingga berbisnis hampir semua jenis alat musik, termasuk perangkat hardware dan peredam suara. “Saya melihat ada peluang bisnis dari bakat saya yang gemar bermain drum,” katanya. Bagi Vicky, dalam berbisnis harus jeli melihat peluang untuk bisa dikembangkan dan digarap. Kerja keras, kerajinan, kejujuran, dan ketekunan adalah modal saya untuk berbisnis,” lanjutnya.

 Dengan penuh semangat, Vicky mengurai kisah awal perjalanan bisnisnya. Setamat SMU tiga tahun lalu, Vicky sudah mulai mencoba mengajar privat bermain drum. Awalnya dia mengajar hanya pada seorang anak sekolah. Lama-lama jumlah anak privat itu bertambah banyak.  

Di tengah kegiatannya itu,dia merasa kurang puas kalau hanya mengajar bermain musik. Dalam benaknya terlintas keinginan untuk sekalian mencoba menjual gitar. Namun, dia terpasung ketiadaan modal. “Ketiadaan modal membuat rencanaku kadang mengendor,” ujarnya.

Dalam perjalanan waktu, dan diliputi suasana fluktuatif atas rencananya itu, secara kebetulan dia temukan orang yang mau menolongnya. Maka jadilah  posisi usahanya saat itu hanya sebagai makelar. “Hasilnya lumayan dan bisa diputar lagi untuk mendapat penambahan jumlah gitar yang mau dijual,” kenangnya.

Tahun 2006, seiring makin banyak orang yang mengenal usahanya ini, Vicky lalu menjual dengan tambahan dua jenis alat musik lain, yakni drum dan keyboard. Berbekal pengalamannya menjual gitar, dia makin ulet menjajakan dan memasarkan alat musik itu, tanda-tanda keberhasilan mulai tampak. “Ternyata, booming,” ujarnya senang.

Karena itu, office-nya pun dipindahkan, dari kamar yang sebelumnya berukuran 3 x 3 meter yang juga kamar tidurnya sendiri di rumah orangtuanya kemudian menyewa sebuah rumah yang oleh Vicky menjadi sebuah toko dan diberi nama toko bagus.com. Di tempat inilah dia mulai memasang iklan dalam bentuk spanduk. Akibatnya, koneksitas relasinya kian meluas.

Melihat animo orang-orang yang baik terhadap barang jualannya, dia pun berusaha sekuat tenaga agar terus berkembang. “Kita berjuang untuk di bisnis ini tidak setahun atau dua tahun,” katanya berharap.

Vicky yang lulus SMU Negeri 4 Tangerang pada tahun 2005, tak hanya berhenti di tiga jenis alat musik itu. Dia lalu melirik peluang bisnis lain, yakni menjual alat peredam suara yang sebenarnya sudah lama ditawarkan oleh seorang temannya. “Namun, saat itu, saya nggak begitu tertarik,” kisahnya. Tapi, kini dia melihat justru alat itu berpeluang besar untuk dijalaninya sebagai tambahan bisnis. Sebab itu, dia mulai mempromosinya melalui internet. Respon dari masyarakat pun datang menyambut.

Alat peredam suara yang dijual Vicky memiliki kelebihan khusus yang berbeda dari peredam suara umumnya. Ada tiga keunggulan alat peredam suara yang dijualnya.

Pertama, penghambat terhadap kemungkinan adanya kebakaran. Kedua, intensitas kemampuan meredam suara lebih tinggi dibandingkan alat peredam suara pada umumnya. Dan ketiga, memiliki kemampuan mengontrol suhu ruangan, di mana suhu dalam ruangan akan tetap konstan.

Melihat usahanya yang kian hari kian menjanjikan, maka Vicky lalu memperkuat identitas usahanya dengan diberi nama “JE AUDIBLE MUSIC”, yang diikuti dengan menciptakan website khusus: www.jeaudiblemusic.com. Penciptaan identitas itu terasa hoki buat Vicky. “Dari waktu ke waktu jumlah jenis barang yang mau dijual semakin banyak seiring jumlah customer yang berminat.

JE AUDIBLE MUSIC yang terletak di Jl. Raya Taman Cibodas No. 22 Blok A4, Taman Cibodas, Tangerang ini dikategorikan dalam dua divisi, yaitu divisi instrumen dan akustik. Kategori divisi instrumen menyediakan semua jenis alat musik instrumen. Di antaranya, drum, bass, electri, effect gitar, hardware music, accsesories music, keyboard, amplifier keyboard, dan amplifier gitar, dan lain-lain. Sedangkan divisi akustik sebatas pembuatan design interior dan penyediaan instalasi peredam suara.

Selain mengumpulkan para relasi dan customer, satu kiat Vicky yang paling utama dalam melakukan manuver usahanyaa ini adalah aktif melakukan pameran dan promosi-promosi ke perusahaan-perusahaan. Baginya, “Tanpa promosi, usaha itu tidak akan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ada beberapa perusahaan yang sudah berhasil diajaknya bekerja sama. PT. LA dan Sejati (rokok) sukses bekerja sama berupa pemasangan iklan tentang merk semua jenis barang yang tersedia. Sementara perusahan Adhira  verja sama berupa kredit barang. “Bila ada customer yang mau kredit barang, maka kita akan layani mereka dalam kerja sama dengan Adhira,” ujarnya. Dan terkait penyediaan alat peredam suara, JE AUDIBLE MUSIC sudah dijadikan dealer resma dari PT Indo Karya Anugerah (sebuah perusahaan milik Australia), yang mendapat jaminan sepuluh tahun dan garansi langsung dari perusahaan tersebut.

Vicky tak main-main untuk bisnisnya ini. Sekarang dia malah menerapkan konsep one stop music shopping. “Semua kebutuhan yang terkait dengan dunia music entertain disediakan di sini,” tandasnya.  Apa pun kebutuhan orang dalam bermusik disediakannya: rental sound system, lighting, panggung dan gedung berlangsungnya acara, studio rekaman, peralatan studio rekaman, akustik ruangannya, bahkan sampai dengan gedung interiornya.

Vicky yang rajin ke Gereja GBI di Caman Cibodas ini sadar, semua yang dia jalan berasal dari Tuhan. “Tuhan memang punya rencana khusus yang istimewa buat diriku. Entahlah karena masa laluku yang cukup sulit,” katanya penuh syukur. Stevie Agas

40
39 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.3597 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net