Theresia Sulistyowati, Pengusaha Salon
Menghadapi situasi sulit saat sang suami sakit dan harus berobat di rumah sakit pada tahun 2002 lalu, membuat Theresia Wahyu Sulistyowati berpikir mencari usaha atau bisnis yang tepat. Maklumlah, saat itu, Bu Theo—nama panggilannya—sudah lama berhenti dari kerja dan menjadi ibu rumah tangga. Dari beberapa peluang usaha yang
diincar, ia lebih tertarik membuka usaha salon rambut dan sanggar rias. “Kebetulan waktu masih muda, saya kadang-kadang membantu ibu di salonnya,” ujarnya kepada Reformata, Sabtu, 20 September 2008 lalu di rumahnya.
Wanita kelahiran Semarang, 29 Oktober 1967 ini lalu membuka usaha salon rambut. Namun keputusan itu tak berjalan mulus. Beberapa kesulitan dihadapinya. Selain harus tetap memperhatikan suami tercinta yang kerap diserang sakit, ia juga terutama berbenturan dengan keterbatasan modal. Karena itu, dia dan suami mengambil keputusan berani: menjual rumah yang saat itu mereka tempati, yang terletak di kompleks perumahan Binong Permai. “Sebagai orang Kristen, kita tentunya yakin bahwa Tuhan tetap menjaga dan meluluskan permohonan kita,” urainya.
Karena itu, ibu empat anak ini bersama suami tak henti-hentinya berdoa, terutama melakukan doa novena agar rumah mereka terjual dan kiranya sisanya bisa buat modal usaha. Doa mereka tak sia-sia. Kurang lebih setahun kemudian, rumah mereka pun laku.
Walau begitu, Bu Theo dan suaminya Theodorus Herutomo belum sepenuhnya bahagia atas terjualnya rumah mereka. Sebab masalah lain muncul yaitu bagaimana supaya segera mendapat rumah baru lagi yang letaknya strategis agar sekalian menjadi tempat membuka usaha salon. “Kami kembali hening dalam doa mohon agar Tuhan menunjukkan rumah baru yang tepat buat kami,” kisahnya lebih lanjut dan diperkuat oleh cerita suaminya mengenang masa sulit lima tahun lalu itu. Doa mereka tampaknya dikabulkan Tuhan. Dalam hitungan hari saja, tiba-tiba Pa Theo, sapaan suaminya, mendapat tawaran rumah yang cukup bagus dan letaknya strategis sesuai dengan harapan mereka.
Bergerak maju
Di rumah baru inilah, sejak 2003 lalu, Bu Theo memulai usaha salón. Suami tercinta yang sangat mendukung usahanya ini turut mengurus segala yang perlu. Mulai dari permohonan izin usaha hinggá pengadaan sarana operasional. “Perkembangan usaha ini lumayaan terasa,” ujarnya. Meski sarana yang terbatas, lambat laun kebutuhan untuk mengembangkan salon itu terpenuhi. Ruangannya kini ber-AC, sampai peralatan dan pernak-pernik tata rias lainnya dapat dikatakan lengkap.
Awalnya, karyawan yang membantunya hanya satu orang, di samping adik dan ibu kandungnya yang juga sudah mahir dalam menata salon rambut turut membantu. Seiring waktu, jumlah pelanggan makin bertambah. “Dari hari pertama dulu berjumlah dua orang pelanggan hinggá hampir tiap hari jumlah pelanggan kian meningkat,” jelas suaminya yang juga turut berbincang-bincang dengan antusias. “Hal ini tidak terlepas dari perhatian teman-temanku yang membantu dengan cara mereka sendiri dan bantuan berupa sesuatu barang untuk turut dipajang di salon,” lanjut pria yang menjabat sebagai manager HRD pada PT Astra Group.
Usaha Bu Theo terlihat makin menjanjikan kesuksesan. Betapa tidak, dengan semakin dikenal luas, usaha yang diberi nama “KENANGA: Salon dan Sanggar Rias”, yang terletak di Komplek Harapan Kita C1 No. 7 Karawaci, Tangerang itu makin banyak pelanggan.
“Entahlah kenapa nama KENANGA dipilih. Yang pasti sebuah nama yang tepat dan hoki buat usaha salon ini,” kata Bu Theo yang sempat mengikuti kursus salon pada Rudy Hadi Suwarno selama sepuluh bulan pada tahun 2000 lalu itu. Hokinya bisa dilihat beberapa bulan pertama, KENANGA sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat lintas kelas sekitarnya.
Beberapa jenis perawatan yang dapat didapat di KENANGA, antara lain: gunting + cuci + blow, Blow Variasi, Catok, Keriting, Keriting Bulu Mata, Creambath, Hair Spa, hair Master, Facial, Totok Aura, Manicure/Pedicure, Rebonding, Pewarnaan (Wella, Makarizo, Loreal, Begin), Lulur Spa, Reflexi, Sanggul, Make Up, Perawatan Para Nikah, Persewaan, dan Dekorasi.
Di samping itu, KENANGA juga sudah lama menerima tata rias. Beberapa jenis tata rias yang menjadi keutamaan di salon ini antara lain: Pertama, jenis Solo (Solo putri dan Solo basahan). Kedua, jenis Yogya (Yogya Putri dan Yogya Paes Ageng). Ketiga, jenis Sunda (Sunda putri dan Sunda Siger). Keempat, jenis modern (pengantin barat dan modern, dan pengantin modern).
Khusus untuk kepentingan perawatan facial dan totok sudah disiapkan sebuah ruang khusus yang sengaja didisain bernunsa khas tradisioal Jawa. Hasilnya pun tak tertandingi nilainya dan mendapat hati di setiap pelanggan yang sudah mengenal KENANGA. “Semuanya karena Tuhan,” ucap kedua pasangan ini di akhir wawancara.
Stevie Agas