Sutardi, Pengusaha Kaos New Spirit
Raut wajah pria berusia 28 tahun itu, tak pernah menampakkan kelelahan. Padahal dia bekerja sebagai karyawan DBS Mangga Dua dan mengembangkan usaha kaos miliknya di luar jam kerja. Pembagian waktu itu boleh dibilang cukup sulit. “Selagi masih punya
niat berusaha meski waktunya sedikit, jalani dengan penuh semangat dengan meyakini Tuhan sebagai pengatur segalanya,” jelas Sutardi, pengusaha kaos ini kepada Reformata, Kamis, 9 Oktober lalu di Mal Ciputra, Jakarta Barat.
Bagi Tardi, begitu ia disapa, segalanya akan berujung bahagia bila membangun konsep bisnis dengan merujuk pada kehendak Tuhan. Itulah sebabnya dalam melakoni usahanya ini, dia menempatkan Tuhan sebagai Big Boss, dan dirinya hanya sebagai pelaksana nyata di lapangan. Meski begitu, rahmat kebahagiaan dan kesuksesan tidak serentak digapainya. Beberapa rintangan pada awal menjalani usahanya ini dialaminya. “Tapi saya pantang menyerah sebab Tuhan selalu menyertaiku,” ujarnya antusias.
Secara detail pria kelahiran Bagan Siapiapi, 26 April 1979 ini, mengulas penapakan usaha bisnisnya. Awalnya, pada tahun 2005 lalu, dia hanya berniat mencari tantangan baru, di mana tantangan itu bisa membuka peluang untuk berbisnis besar. Namun niatnya itu disemayamkan dalam lubuknya mengingat modalnya zero. Seiring berjalannya waktu, Tardi seakan dirasuki kisah hidup Abraham yang disuruh Tuhan membawa umat Israel keluar dari Mesir menuju tanah yang dijanjikan-Nya. “Tanah terjanji itu, pasti dipenuhi susu dan madu,” yakinnya. Kisah itu diaplikasikannya ke dalam niatnya membangun usahanya. Kecuali itu, dukungan dan peneguhan tema-teman segerejanya mengantar niatnya segera direalisir.
Bertolak dari perenungan kisah Abraham tersebut, maka dalam relung jemaat GBI Senayan ini terbungkus harapan bahwa usahanya kelak bakal sukses. Karena itu, pertengahan 2007 lalu, dengan modal seadanya, dia memulai mendesain beberapa buah baju kaos oblong. Kata-kata atau kalimat bernas makna dan berdaya motivasi yang diambil dari Alkitab dilabelkan pada kaos itu. “Sebenarnya usaha ini merupakan bagian dari pelayanan saya dalam memberi kesaksian secara tidak langsung kepada orang lain. Itu sebabnya saya menyebutnya sebagai kaos rohani, karena memang didesain khusus untuk kalangan seiman,” ujarnya.
Walau begitu, tidak berarti usaha dari pria yang pernah bekerja tujuh tahun di PT World Charácter Garmen (1996-2003) ini cepat laris. Beberapa toko rohani yang diajaknya untuk bekerja sama tak berhasil. Namun, pengalaman itu tidak membuatnya down. Sebaliknya, dengan ditopang moto hidupnya, Keep on the praying and never give up (tetaplah berdoa dan jangan pernah menyerah), dia terus mengencangkan niat penjualannya melalui jalar alternatif lain. Terciptanya koneksi yang luas merupakan salah satu modalnya untuk promosi dari mulut ke mulut. Bersamaan dengan itu, adanya bazaar di gereja-gereja dimanfaatkannya. Juga pameran, mulai dari pameran berskala kecil hinggá besar terus diikutinya walau cuma memanfaatkan hari off kerjanya.
Dijelaskan Tardi, memikirkan satu langkah maju dari usahanya ini cukup terbuka. Utamanya bagaimana kaos yang didesainnya memiliki merk khusus. Dalam cahaya doanya, dia mengambil Yeh 36: 26 tentang semangat baru (new spirit) untuk menjadi merk kaosnya. Dia yakin akan kehendak Tuhan dalam penemuan merk ini. Artinya, dengan kemampuan melabelkan ungkapan-ungkapan menarik dan bermakna akan senantiasa membangkitkan semangat baru bagi pemakainya.
Demi memperluas pengenalan produk kaos yang punya showroom di Mangga Dua Square Lt. B1 No 342 ini, beberapa usaha lain dilakukannya. Selain kemudian berhasil bekerja sama dengan toko-toko rohani sebagai tempat pembeli bisa mendapatkan kaos ini, juga dia membuat iklan di lima media cetak di Indonesia. Promosi dan transaksi melalui media “maya” diakuinya sudah kerap dilakukan melalui e-mail: kaosnewspirit@yahoo.com atau dengan mengunjungi website: www.kaosnewspirit.com atau www.friendster.com/newspirit
Menurut Tardi, setelah melewati masa-masa sulitnya upaya pengembangan usaha ini, kini hasilnya sudah bisa dipetik. Hampir setiap saat selalu saja ada yang memesan kaos tersebut, dengan jumlah besar. “Beberapa toko rohani di Indonesia Timur, seminal daerah Makassar dan Manado, kaos New Spirit dapat ditemukan. Juga, pesanan dari pelanggan Singapura akan segera kami layani,” tandasnya. Satu kebanggaan lain, desain kaos New Spirit kini menjadikan kaos ini cukup bernilai bagi pelanggan di Amerika dan Eropa. “Sering masyarakat asing membeli kaos ini sebagai hadiah bagi keluarga mereka di sana,” lanjutnya. Lancarnya usaha ini, lanjut Tardi, selain menempatkan Tuhan sebagai Big Boss, juga kewajiban persepuluhan tak pernah dilupakan. Dengan menjalankan kewajiban ini, niscaya segala urusan akan terselesaikan,” tandasnya. ¿ Stevie Agas