REFORMATA.com Dalam perkembangan keagamaan dewasa ini, dualisme antara yang sakral dan yang profan, semakin menipis. Tak jarang perkembangan agama dan ritualnya justru seiring dengan kemajuan teknologi yang notabene jauh dari apa yang dikatakan sakral. Misalnya seperti yang terjadi pada sebuah Gereja Kristen di Kanada, yang mengadakan layanan pemberkatan alat elektronik seperti BlackBerry, iPad dan laptop.
Gereja ini mengadakan ritual seperti itu bukan berarti tanpa penjelasan. Sebenarnya apa yang dilakukan bukanlah sesuatu yang baru, dan sesuatu yang lumrah saja jika benda yang diberkati dilihat secara fungsional. Menurut Pendeta Lisa Vaughn selaku pemimpin Gereja, seperti diberitakan Detiknet, jaman dahulu pemberkatan alat-alat kerja adalah hal yang biasa. Alat bajak, peternakan hewan, dan lain sebagainya biasanya selalu diberkati sebelum umat menggunakannya untuk bekerja. Yang menjadi berbeda adalah bentuk dan fungsi yang lebih canggih dari alat kerja yang diberkati.
Memberkati alat bajak, alat-alat peternakan, atau alat pertanian, meskipun secara simbolik, bagi orang yang nota bene tinggal di perkotaan, yang lebih dekat dengan alat seperti BlackBerry, iPad, atau laptop, tentu menjadi tidak relevan lagi secara konteks. Tak heran jika gereja yang dipimpin Pendeta Lisa Vaughn lantas menggantinya dengan alat elektronik berteknologi tinggi seperti BlackBerry, iPad, atau laptop yang diberkati.
"Pada minggu hari buruh ini, kita akan melakukan pemberkatan bagi alat-alat elektronik berteknologi tinggi," ujar sang Pendeta, seperti dikutip detikINET dari Cellularnews, Selasa (9/7/2010).
Hal senada juga diungkapkan Pendeta Canon David Parrott, pemuka Gereja, yang mengatakan bahwa, hal itu untuk mengingatkan para pekerja kantor yang sangat sibuk tentang berkat dari Allah yang mereka rasakan dalam banyak cara, sesuai perkembangan jaman.
Tak hanya rohaniawan yang menganggap hal ini tidak menyalahi aturan, umat di Gereja tersebut pun meyakni hal itu akan berdampak baik bagi kinerja mereka nantinya. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang umat bernama David Gray, pelaku bisnis real estate, yang membawa unit GPS serta laptopnya untuk menerima berkat. Gray mengatakan ia ingin memiliki gadget terpercaya yang dirahmati, karena barang-barang tersebut merupakan alat sehari-hari yang digunakan untuk membantu orang lain.
Slawi/Detiknet