Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Daily News

FLADS Kecam Rencana Pembakaran Quran

Posted : 07 September 2010
al-quran.jpg

REFORMATA.com - Protes dan kecaman terhadap rencana pembakaran Al-Qur'an oleh The Dove World Outreach Center (DWOC) pada 11 september nanti terus saja bergulir. Kali ini datang dari Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS) yang melayangkan protes atas rencana Pastor Terry dan Sylvia yang memrakarsai hari pembakaran Al-Qur'an sedunia itu. FLADS menilai rencana itu telah menodai kebebasan beragama yang otomatis telah melanggar Deklarasi Internasional tentang hak Asasi Manusia.

Seperti dilangsir Pikiran Rakyat Senin, 06/09, dalam aksi protesnya FLADS meminta Pastor Terry menarik pernyataannya dan menghentikan rencana aksi yang tidak terpuji dan melecehkan agama lain itu. FLADS juga mendesak agar pemerintah di seluruh dunia, khususnya Amerika Serikat agar berespon cepat menghentikan rencana yang dapat memicu ketegangan dan konflik antarumat beragama di seluruh dunia tersebut. Kepada Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono FLADS meminta agar Indonesia segera mengambil langkah-langkah diplomatik agar rencana tak terpuji tersebut segera dihentikan. Sementara itu, kepada seluruh umat beragama di Indonesia FLADS menghimbau agar tidak mengikuti seruan DWOC dan tidak terjebak dalam perbuatan-perbuatan anarkis dari kelompok sektarian yang berpikiran sempit yang anti perdamaian.

Budiono Adi Wibowo, Pendeta Gereja kristen Indonesia (GKI)bersama tokoh agama lain yang tergabung dalam FLADS Senin 06/09, bertempat di GKI Maulana Yusup Kota Bandung, mengatakan “Saya yakin Islam tidak mengajarkan terorisme. Menentang terorisme bukan begitu caranya. Semoga Indonesia tidak menjadi bangsa yang bisa dipecahbelah,”

Hal sesenada juga disampaikan Romo Agus Sugiharto, OSC, perwakilan Gereja Katholik Keuskupan Bandung. “Tuhan adalah sumber yang menyatukan segalanya. Kita tidak boleh diceraiberaikan sehingga saling berkalahi antara satu dengan lainnya. Setiap agama pasti mempunyai kebenaran universal,” katanya.

Sementara itu, dari tokoh Islam sendiri yang diwakili seorang akademisi dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Nurrohman mengatakan, rencana aksi tersebut dikhawatirkan menimbulkan dampak yang luas di masyarakat Indonesia seperti yang sudah-sudah....Rencana ini pun dikhawatirkan menimbulkan ketegangan antarumat beragama. “Maka harus disikapi dengan lebih dewasa. Kita harus menghormati dan menghargai kitab suci masing-masing agama. Apapun agamanya,” ujarnya.Slawi/Pikiran Rakyat

 

 

58
8 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 5.8691 sec | TOP
Online Support :