Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Peluang

Rasanya Unik dan Letaknya Strategis

Posted : 20 Nopember 2008

Lina Monika The, Pengusaha Smoked Crab

Meski baru mulai dibuka sekitar dua bulan lalu, tepatnya 15 Agustus 2008, “Kepiting Asap & Chinese Sea Food Resto”, di lantai 5, Gd 208, Grand Indonesia, Jakarta Pusat itu ada tanda-tanda akan sukses. Ketepatan memilih tempat strategis, menentukan jenis sajian makanan, dan teknik memasaknya, membuat restoran ini cepat menarik minat

konsumen. “Dua minggu pertama memang sepi. Banyak orang yang belum tahu restoran ini,” kata Monika, pemilik restoran. Tetapi seiring waktu, lanjut dia, grafik naiknya makin nyata. Artinya, dari hari ke hari jumlah konsumen yang mau merasakan enaknya sajian smoked crab makin bertambah. Jumlah karyawannya dari hari pertama sampai kini ada 10 orang.

Kepiting yang disajikan didatangkan hanya dari Kalimantan dan Tanjung Pasir, Lampung. “Dengan sengaja kita mendatangkan kepiting dari dua daerah itu karena rasanya unik, lebih enak dibanding kepiting dari daerah lain,” jelas wanita bernama lengkap Lina Monika The ini kepada REFORMATA, Senin, 10 November 2008, lalu di Grand Indonesia. Selain itu, kepiting ini lebih besar dengan daging yang tebal.

Istri Herman ini menjelaskan, berbeda dengan cara memasak kepiting yang sering kita jumpai di tempat-tempat lain, cara memasak kepiting ini dibutuhkan ketrampilan khusus. Kepiting mentah dibubuhi berbagai macam bumbu, kemudian ditutup dengan bahan dari aluminium foil dan dialasi dengan sebuah daun lalu dibakar. Tidak hanya sampai di situ, ada proses masakan tambahan lainnya hingga siap saji. “Pokoknya proses masakannya benar-benar butuh ketrampilan khusus,” tambah ibu tiga anak ini.

 

Menjawab kerinduan

Awalnya, jemaat GKI Gunung Sahari, ini hanya memiliki secuil kerinduan untuk memiliki usaha sendiri. Sebab, sudah dua puluh tahun bekerja di sebuah perusahaan, dan kini saatnya membuka usaha sendiri. Karena itu, bersama suami tercinta dia selalu tukar pendapat. “Suami tak keberatan jika saya membuka usaha sendiri, bahkan dia sangat mendukung,” katanya. Bertolak dari karakternya yang boleh dibilang talk less and do more, dia pun terus menjajaki  usaha yang tepat dan tempat yang strategis.

Di bayangannya terlintas kerinduan membuka restoran khusus smoked crab. “Kerinduan itu sebetulnya karena kami satu keluarga suka makan kepiting,” lanjutnya. Suatu malam, kerinduannya makin kuat hinggá dibawanya dalam doa. Keesokan paginya, dia pergi ke pasar dekat rumah. Di pasar kecil itu dia melihat seorang penjual  kepiting besar. “Saya pun berpikir, ini ádalah petunjuk Tuhan untuk saya. Soalnya, sepengetahuan saya tak pernah orang menjual kepiting besar di pasar itu,” kisahnya.

Tanpa berpikir panjang, wanita yang bekerja di prokids (pusat terapi anak) di Sunter, Jakarta Utara  dan ABC Laboratorium di Jakarta Barat, ini langsung memutuskan membuka restoran, khusus smoked crab. Meski begitu, doa tak henti-henti dilambungkannya, selain bersyukur, juga memohon petunjuk untuk mendapatkan orang-orang yang bisa menolongnya mengembangkan usaha ini. Beberapa hari kemudian ia bertemu dengan seorang yang trampil mememasak smoked crab dan bersedia membantunya. Urusan lainnya terkait membuka usaha ini tak mengalami kendala.  

Selanjutnya ruangan resto segera didesain oleh orang yang tepat. “Saya sangat bersyukur, Tuhan senantiasa mempertemukan saya dengan orang yang tepat membantu membereskan semua keperluan resto,” paparnya. Dengan begitu, lanjut dia, hasilnya sangat memuaskan. Proses pengerjaannya pun tak begitu lama, semisal mendesain meja, kursi, dan lainnya. “Ruangan ini mulai dikerjakan bulan Juni dan sudah langsung bisa dipakai bulan Agustus. Itu luar biasa,” tandasnya.

Lulusan psikologi pendidikan UKI ini memilih tempat Grand Indonesia, karena   tempat itu unik. Itu adalah hotel pertama di Indonesia setelah merdeka dan tentu punya nilai sejarah. “Terasa hoki buat saya,” katanya. “Apalagi”, tambahnya, “saya suka sesuatu  yang bersifat sejarah”. Kecuali itu, desain sekitar resto, sangat disukainya. Bentuk ruangannya yang semacam distrik, memiliki pohon life dalam ruangan, serta air mancur yang unik dibandingkan dengan desain air mancur yang ada di mal lainnya.

“Sekarang memang belum terasa ramenya karena apartemen dan hotelnya belum dibuka. Kalau nanti sudah dibuka, keramaiannya nanti bisa jadi tak terkirakan,” urainya. Paling untuk sekarang, lanjut dia, keramaiannya hanya pada hari Sabtu dan Minggu, sedangakan hari Senin sampai Kamis walau kelihatannya cukup sepi tetapi pemasukannya tak pernah surut,   bahkan meningkat. ¿ Stevie Agas

74
22 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :2011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.6896 sec | TOP
Online Support :