REFORMATA.com –HABIB Rizieq menganggap pernyataan Kapolri tentang perlunya ormas anarkis dibubarkan, tidak sebanding lurus dengan perbuatan anak buahnya di lapangan.
“Kapolri ngacalah, bercermin diri. Di polisi saja terjadi penembakan yang menyebabkan kematian empat orang. Jadi bercermin dahulu sebelum menghapuskan organisasi lain,” ujar Habib Rizieq yang ditemui sejumlah media massa seusai pernyataan sikap antara Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konverensi Wali Gereja Indonesia (KWI) yang di fasilitasi Gerakan Peduli Pluralisme menyikap hari pembakaran Alquran 11 September mendatang, di Jakarta, Rabu (1/9).
Selain itu, ungkap Habib, Kapolri sedang dalam masa pemulihan, jadi wajar saja Kapolri berbicara agak meracau. Selain itu, Habib menangkal sejumlah tuduhan Kapolri yang menuduh FPI menjadi dalang di sejumlah aksi massa di beberapa daerah. “Mana ada aksi massa yang dikerjakan FPI?” kilah Habib.
Rizieq meminta Kapolri memeriksa kembali institusi yang ia pimpin karena banyak sekali di sejumlah daerah di Indonesia polisi yang masih semena-mena dalam melaksanakan tugasnya.
FPI, sambungnya, sudah melakukan klarifikasi terkait pernyataan Kapolri ke Kementerian
Hukum dan HAM, Kementerian Agama, dan Kementerian Pertahanan, “Isu-isu pembubaran itu ternyata tidak ada. Jadi, apa yang kita dengar di DPR RI, ya, hanya dari Kapolri saja. Mungkin Kapolri baru baik dari sakit, belum sadar betul, lagi ngigau, meracau, omongannya ngawur. Itu aja yang ane katakan,” kata Habib.
Hans/SIB