Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Daily News

Wanita Katolik Buka Warung Murah Untuk Buka Puasa

Posted : 02 September 2010
2.9.-buka-puasa.jpg
Berbuka Puasa Di Sebuah Gereja, Beberapa Waktu Lalu

REFORMATA.com – IBU-ibu dari Wanita Katolik RI membuka “warung untuk berbuka puasa bagi kaum duafa”. Bukan hal baru, sebab aktivitas yang sangat mulia itu sudah ada sejak bulan puasa 2004 silam, Warung murah itu didirikan di halaman Rumah Bersalin (RB) Panti Siwi yang berdekatan dengan Gereja Katolik Santo Yusuf Jember, Jawa Timur. Setiap sore ibu-ibu dari Wanita Katolik RI menyediakan sekitar 250 piring nasi dengan harga Rp 1.500 setiap piring.

Ada pun menu buka puasa seharga Rp 1.500 itu sudah termasuk teh hangat manis, atau es teh manis sepuasnya. Karena harganya yang murah, ratusan piring nasi itu laris manis dibeli para tukang becak yang biasa mangkal di depan gereja, Masjid Al Baitul Amin, Pasar Kepatihan, dan seputar pusat perbelanjaan di Jember. Bahkan beberapa pengamen, juru parkir, dan pedagang asongan juga turut menikmati buka puasa murah tersebut.

Menurut Ny. Maya, koordinator acara itu, ibu-ibu tersebut ingin membagi gratis makanan buka puasa pada kelompok ekonomi lemah itu. “Tetapi kalau kita membagi cuma-cuma khawatir dicurigai, nanti dibilangin maunya apa kok memberi gratis,” lanjut Maya.
Dia mengakui, kecurigaan yang timbul jika memberi makanan gratis biasanya dituduh melakukan kristenisasi. Padahal ibu-ibu tersebut hanya ingin membantu orang-orang yang berpuasa.

Akhirnya mereka memilih membuka warung sederhana dengan harga sepiring nasi Rp 1.500. Tak terasa, hingga kini, tradisi tersebut telah berjalan selama tujuh kali puasa. Menu yang disediakan relatif beragam terkadang sayur lodeh, pecel, soto dengan lauk tempe, dadar jagung dan terkadang ayam. Bukan keuntungan yang mereka cari, namun ingin menjalin harmoni dan toleransi sesama.

Awalnya, untuk modal buka puasa, anggota Wanita Katolik RI itu urunan. Dari urunan itu terkumpul modal secukupnya untuk membuat 250 piring buka puasa. Tetapi saat ini, kegiatan WK-RI telah dikenal oleh kelompok lain yang akhirnya juga turut menyumbang. “Ada teman-teman dari klenteng dan perkumpulan ibu-ibu senam. Mereka mendengar kegiatan kita dan akhirnya menyumbang uang dan kita yang mengelola untuk buka puasa,” kata Maya.

Menjelang beduk azan Magrib, seperti saat ini, ratusan orang sudah mendatangi warung itu. Setelah menerima sepiring atau dua piring nasi mereka menyodorkan uang Rp 1.500 setiap piring.

Karena tidak ada tempat khusus, para pembeli makanan yang berbuka puasa duduk lesehan di sekitar halaman Panti Siwi atau di dalam becak. Sambil ngobrol, mereka menungu waktu berbuka tiba. Saat adzan magrib berkumandang, mereka pun langsung melahap buka puasanya. Hans/Koran Tempo
48
5 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 16.6256 sec | TOP
Online Support :