Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Suluh

Prof. Ir. Samuel H. Tirtamihardja, MSc: Bangkitkan Semangat Hidup Banyak Orang

Posted : 10 Nopember 2008

 Prof. Ir. Samuel H. Tirtamihardja, MSc. Presdir YASKI

 PENGALAMAN hidupnya yang susah waktu masih muda menyebabkan nurani Prof. Ir. Samuel H. Tirtamihardja, MSc., selalu terpanggil untuk memberikan perhatian kepada sesama yang mengalami kesulitan, keterbatasan, dan keputusasaan. Salah satu upaya untuk mewujudkannya ialah dengan mendirikan radio. Ia berpikir, dengan mendengarkan

kata-kata peneguhan yang disiarkan melalui radio, para pendengar, terutama yang mengalami kesusahan dalam hidup, akan mendapatkan peneguhan dan membangkitkan semangat hidup (baru). Ia sendiri saat itu sudah bekerja di Yaski.

            Tahun 1970-an dia ingin mendirikan radio sendiri, tetapi direkturnya tidak merestui. Akan tetapi, keinginan Sam untuk memiliki stasiun radio sendiri tak pernah sirna. Pada tahun 1997 dia berjuang agar mendapat kesempatan melakukan penyiaran melalui Radio Pelita Kasih (RPK), dan berhasil. “Kami menyewa waktu siaran kala itu dan membayar mahal,” ujarnya. Dengan mendapat kesempatan itu, ia bersama rekan-rekannya mengemas suatu acara yang diberi nama Heartline the Enchant of Metropolitan. “Maksud kami, ingin sekali membantu orang-orang yang tinggal di kota metropolitan dengan pelbagai persoalan,” sambungnya.

Dengan adanya siaran melalui RPK itu, lanjut suami Juli Tirtamihardja ini, hal ini dapat dikatakan sebagai cikal bakal makin kuatnya keinginan memiliki stasiun radio sendiri. “Diperkuat lagi respon pendengar sangat tinggi terhadap persoalan-persoalan yang kami bahas dan siarkan,” ujarnya.

Kerusuhan Mei 1998, tak membuat semangat ayah Daniel dan Markus, ini surut.  Sebaliknya, semangat untuk memiliki radio sendiri makin membara. Ketika ia mengikuti pertemuan Asosiasi Radio Sedunia di Hongkong pada tahun yang sama, keinginannya disampaikannya dalam forum. Dia hadir di sana sebagai presiden direktur YASKI.

Di forum itu, sambil menangis, dia menceritakan kejadian dan situasi kelam yang menyelimuti Jakarta saat itu. “Kalau bapak-bapak dan ibu-ibu di sini mungkin merasa enak dan aman, namun saya tidak tahu bagaimana dengan kejadian yang terjadi di Jakarta sekarang. Jakarta sudah hancur, banyak orang diperkosa, lima ribu mobil hancur, dan lima ribu ruko rusak. Ada sekitar lima puluh ribu orang kabur dan lebih banyak yang tidak kabur karena tidak punya uang. Orang-orang seperti ini harus dibantu. Mereka butuh ketenangan. Dan saya ingin mendirikan radio ini untuk menolong mereka,” katanya.

Mendengar cerita itu banyak peserta merasa terharu. Beberapa pihak berjanji memberikan bantuan. Di situlah radio Heartline FM mendapat napas untuk mulai berdiri dan beroperasi. Operasionalnya bulan Juni 1998 sedangkan mulai mengudara terjadi pada bulan Agustus 2008 dari PEN House, Menara Matahari, lantai 57, Karawaci, Tangerang, Banten. “Waktu pertama kali mengudara, saya bahagia sekali. Saya kira siaran dari Hongkong, padahal dari Indonesia,” ujar pembawa acara “Inspirasi 1 Menit” setiap hari Kamis pukul 09.00—09.30 di Heartline FM.

Disadari Sam dan rekan-rekannya, Heartline FM tidak cukup hanya berpusat di Tangerang saja. Karena itu, upaya mengembangkan sayapnya ke daerah lain dilakukan. Dua tahun kemudian, Heartline FM di Samarinda didirikan. “Di sana kami dapat tanah seluas kurang lebih 4.000 meter. Di atasnya kami bangun kantor Heartline,” jelasnya. Dua tahun kemudian lagi, berhasil mendirikan radio ini di Lampung dan Bali. “Ketika peristiwa bom Bali I meletus, kami menghibur masyarakat di sana dengan siaran melalui radio ini,” lanjutnya.

Selain sukses berjuang mendirikan radio Heartline FM, Sam juga banyak menolong orang menjadi konsultan. “Konsultasi ini nggak pungut biaya. Saya menolong orang saja,” ujarnya. ? Stevie Agas

68
24 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :2011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 20.3465 sec | TOP
Online Support :