REFORMATA.com - PATRICK Wicaksono Adi Saputro suka mengotak-atik alat-alat elektronik. Kebiasaannya ini mendorongnya untuk mengikuti kegiatan ekstra-kulikuler (ekskul) robotic di sekolahnya, SMP Penabur Gading Serpong, Tangerang. Kegemaran-nya akan teknologi ini pula yang membuat siswa kelas 9 ini men-coba mengikut berbagai kom-petisi. Kemampuannya pun se-makin terasah dan terbukti dengan hasil-hasil yang diraihnya.
Sekilas, tentu tidak ada yang menyangka jika putra kelahiran Madiun, Jawa Timur 31 Mei 1996 ini punya minat yang sangat tinggi akan dunia elektronik. Dia sangat jenaka. Bahkan di kalangan teman-temanya dia dipanggil “Sule”, karena pintar melawak. Dia juga dijuluki sebagai Obama karena kecerdasaan dan wajahnya seperti Obama. Putra sulung Yustinus Sumbogo Iskandar dan Veronika Yayuk Widayanti ini senang berteman dan menolong orang lain. Dia pun suka mencoba hal-hal baru yang mengasah otak dan kreativitas.
Prestasi
Kecerdasan Patrick sudah tampak sejak masih duduk di taman kanak-kanak (TK). Di TK dia ikut lomba sempoa, dan mendapat juara 3. Ketika SD di kelas 5, dia mendapat juara 1 lomba sempoa. Patrick selalu masuk 10 besar di kelasnya, “Saya mendapatkan banyak dukungan dari orang tua juga guru,” tandas Patrick tentang prestasinya itu.
Ketertarikan Patrick pada teknologi robot semakin terfokus dengan mengikuti berbagai kompetisi robotic sejak 2008. Melalui Robotic Invitational Master, Patrick meraih juara 3 kategori Line Tracer. Kemudian pada 26-28 Juni 2009, dia meraih medali perak (juara 3) dalam SEARO (South East Asia Robotic Olympiad) di Solo kategori Exhibition atau Techno Master. Robot kura yang bisa memadamkan api di laut, menjadi hasil karyanya.
Masih banyak kompetisi lain seperti membuat robot pem-bangkit listrik tenaga geyser, dan robot pengambil sempel batu di jurang. Walau tidak menjadi pe-menang, namun Patrick senang ka-rena punya kesempatan mengikuti kompetisi-kompetisi tersebut.
Saat ini, Patrick sedang mem-persiapkan diri, untuk mengikuti lomba INAICTA bulan Juli ini. Kemenangan menjadi harapan Patrick berikutnya. ”Selalu berusaha, menciptakan ide yang baru, pantang menyerah”, kunci prestasi siswa program Exchange students di Singapura Juli 2009 ini.
Pengalaman bertambah dan memiliki banyak teman adalah kebahagian yang dirasakan Patrick, kala mengikuti setiap perlombaan.
Impian
Patrick memiliki impian dan cita-cita, layaknya setiap anak yang lain. Dengan mengenal kemampuan dan ketertarikannya terhadap dunia robotic, Patrick ingin menciptakan banyak robot. ”Saya ingin membuat robot yang bisa membantu pekerjaan manusia seperti humanoid,” itu target Patrick, sekalipun dia sadar tidak mudah menemukan bahan, juga ide yang baru untuk membuatnya.
Meski berminat pada bidang robot, Patrick ternyata bercita-cita menjadi pilot dan pembalap. Penguasaan alat-alat elektronik ini jelas sangat menunjang untuk profesi seperti itu. Meningkatkan diri dan lebih berprestasi adalah harapan Patrick, yang ingin terus diwujudkannya. ”Saya ingin membawa nama baik sekolah, orang tua, dan saya sendiri,” tambah Patrick.
Dukungan kedua orang tua tercinta tiada pernah habis bagi putra sulung mereka disertai harapan: ”Semoga anak kami menjadi lebih baik dan mengasihi Tuhan, serta jauh dari hal-hal negatif (narkoba)”.
Patrick hadir dengan prestasi yang memberi harapan bagi bangsa, lahirnya generasi penerus yang dapat meng-hasilkan karya berarti di bangsa ini. Bahwa Tuhan punya peranan dalam segala prestasi dan kemampuan yang dia miliki, adalah keyakinan yang tidak ter-bantahkan oleh Patrick. Semoga Patrick mampu mewujudkan harapan ini.
Lidya