REFORMATA.com - PRESENTER kelahiran Jakarta 12 Juli 1986 ini membuktikan bahwa dirinya mampu mendampingi Olga Syahputra dan Raffi Ahmad memandu acara musik “Dahsyat” di RCTI. “Saya mau menjadi diri sendiri, memberi yang terbaik, bertanggung jawab. Saya berusaha include masuk ke acara di mana saya terlibat. Mengorbankan waktu, energi, dan konsentrasi, silahkan pemirsa menilai,” aku Astrid penuh percaya diri.
Meski demikian, Astrid tidak ingin berkompetisi atau merasa menyaingi Luna Maya, mantan presenter “Dahsyat” yang digantikannya. Walau sedang menjalani masa pemulihan dari penyakit demam berdarah, Gadis Sampul tahun 2000-an ini tetap energik, dan mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, istirahat dan minum yang cukup, serta olahraga teratur tanpa harus diet.
Astrid ingin agar kehadirannya di dunia entertain dapat membuat pemirsa merasa terhibur. “Agar semua orang bahagia dan senang,” tutur artis yang melejit dalam sinetron “Atas Nama Cinta” itu
Prinsip 4 B
Impian Astrid dapat memberi warna baru yang semakin lebih baik dalam dunia entertain. Tampil sebagai artis Kristen yang mampu berkata tidak untuk tawaran-tawaran yang gelap. Dia percaya bahwa Tuhan Yesus yang dapat menolongnya dalam menghadapi peperangan roh setiap waktu dengan selalu meyakinkan diri bukan dia bukan dari dunia. “Rohku lebih besar dari roh yang ada di dunia ini,” tandas Astrid mengutip ayat Alkitab.
Dia sadar betapa saat ini banyak orang prihatin melihat sepak terjang dan perilaku beberapa orang yang bekerja di dunia entertaint. “Saya mau buktikan bahwa ada anak Tuhan, sinarnya mau aku putihkan, dan akan menjadi lebih baik,” tambah warga jemaat GLOW ini.
Prinsip Astrid, melalui 4B: berdoa, bersyukur, berserah, dan beriman apa pun cobaan dan halangan akan dapat terlewati. “Ketika berdoa harus diserahkan kepada Tuhan, mensyukuri apa yang kita punyai, serta imani yang kita minta,” lanjutnya. Sikap hidup ini membuat Astrid tidak memiliki rasa takut dalam menjalani hidup. “Sukacita harus selalu kita miliki, itulah kunci kebahagiaan terbesar,” ujar Astrid senyum.
Di sela kesibukan serta popularitasnya di acara “Dahsyat”, Astrid tidak pernah meninggalkan kebersamaan dengan keluarga. Dia selalu memberi waktu menemani keponakan. menjalani proses pemulihan, dan fokus pada Dasyat menjadi kesehariannya hari-hari ini. Keluarga menjadi mentoring yang terus menolong Astrid untuk dapat berkiprah dengan karya-karya baru, dalam dunia hiburan.
Astrid sadar, keberadaannya sebagai public figure akan selalu mendapat sorotan masyarakat luas. Namun impian dan pengharapannya mengarahkan Astrid untuk dapat tampil berbeda. Semoga ini secara konsisten dapat terus teruji dan terbukti.
Memberi sinar putih mencerahkan dunia entertain, semoga dapat terwujud. Harapan Astrid menjadi tantangan khusus yang dapat membuktikan bagaimana Astrid berkiprah dan bagaimana dia tetap konsisten di track yang benar, walau banyak godaan yang menggiurkan di dunia hiburan. “Tuhan Yesus, dan Roh Kudus yang memenangkan hidup saya,” tegas Astrid. Lidya