Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Laporan Khusus

Bukti Manusia Diciptakan Allah

Posted : 31 Agustus 2010
adam_eva_caderea.jpg
REFORMATA.com - BAGI yang percaya, Allah  bukanlah sebuah hipotesis  melainkan sebuah keyakin-an. Allah diyakini sebagai dasar segala apa yang ada, diyakini sebagai realitas daripadanya kita berasal, yang secara personal peduli pada kita. Keyakinan akan Allah tak mesti dibuktikan secara ilmu alam sebab Ia memang bukanlah satu faktor semua proses alami dalam perkembangan alam. Tidak ada bukti hitam putih bahwa “harus ada Allah” yang mendasari proses alami. Orang harus percaya dulu, baru ia melihat tangan Allah dalam segala-galanya, dalam segala apa yang dialami dalam kehidupannya, dan secara khusus juga dalam perkembangan alam raya antropik dan dalam evolusi.
Allah yang diyakini orang beriman sebagai causa prima, juga menciptakan manusia sudah sejak permulaan ciptaan. Manusia diciptakan Allah pada hari ke-6 dan kepadanya Allah memberi berkat dan memerintahkan: “Beranakcuculah dan bertambah banyak...” (Kej 1: 27-28). Manusia itu memiliki jiwa, raga, dan roh, yang membedakan manusia dengan binatang sekaligus membuktikan manusia diciptakan langsung oleh Allah. Demikian antara lain ditegaskan Pdt. S. Lukito Budiharjo, Gembala Jemaat GKPB Kemuliaan.  Selengkapnya dipaparkan berikut ini.
    
Bagaimana dengan anggapan bahwa manusia merupakan fase perkembangan dari spesies rendah hingga berbentuk manusia kita sekarang?
Bagi kita orang beriman, khususnya Kristen, Alkitab adalah otoritas tertinggi yang berisi firman Tuhan. Dalam Alkitab dijelaskan bahwa manusia diciptakan langsung oleh Allah, bukan melalui tahap-tahap seperti yang disam-paikan teori evolusi. Dikatakan dalam Alkitab, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, lalu Allah mempertemukan mereka, dan berfirman” “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah...” Jadi, tentunya, mereka adalah seorang manusia pria dan seorang manusia wanita yang pada waktu penciptaan memang mereka sudah menjadi seorang pria dan seorang wanita.

Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, para evolusionis makin kuat menyimpulkan bahwa sebelum manusia ada, jauh miliaran tahun sebe-lumnya, hanya ada organisme-organisme yang kemudian berkembang menjadi manusia?
Manusia adalah manusia, dan binatang adalah binatang. Itulah yang difirmankan Tuhan. Manusia bukan berkembang dari spesies yang rendah yang kemudian diklaim berkembang makin meningkat. Tuhan menciptakan binatang dulu, baru kemudian manusia. Itu artinya memang manusia itu sebenarnya sudah ada dari sejak awal penciptaan. Sejak awal manusia sudah berbeda dari binatang.
    
Bagaimana dijelaskan ma-nusia berbeda dari binatang sekaligus membuktikan bahwa manusia sudah diciptakan Allah sejak awal?
Manusia punya jiwa, tapi juga binatang. Itulah sebabnya binatang punya perasaan. Karena di dalam jiwa kan ada mind, will, dan emotion. Manusia dan binatang sama-sama memiliki pikirian. Itulah sebabnya binatang bisa dilatih. Misalnya dilatih menghitung. Juga binatang memiliki keinginan. Itulah sebabnya dia bisa sedih, senang, dan menangis. Binatang juga memiliki emosi, marah, menggigit, dan sebagainya.
Tapi satu hal ialah bahwa binatang tidak memiliki roh. Roh hanya dimiliki manusia yang membuat manusia bisa berhubungan dengan Tuhan. Dan roh itu dihembuskan langsung oleh Allah sejak manusia itu diciptkan pertama kali.
Satu hal lain lagi. Beberapa tahun lalu, pernah Dr. Billy Graham, seorang  penginjil legendaris dari Amerika diwawancarai oleh beberapa profesor antropologi dan arkeologi dari Rusia. “Mengapa Anda bisa percaya bahwa Tuhan itu ada?” Namun Dr, Billy balik bertanya: “Adakah di antara Bapak-bapak yang menemukan baik dari sisi antropologi maupun arkeologi yang menunjukkan dari zaman dulu, kelompok manusia tidak ada bentuk penyembahannya?”
Mereka diam semua. Mereka tahu bahwa sepanjang sejarah kelompok manusia, tak ada yang tak melakukan penyembahan. Dr. Billy menjelaskan bahwa itulah yang menunjukkan bahwa manusia, di dalam hatinya paling dalam, yaitu di dalam Roh-nya, ada kekosongan kalau dia belum bertemu dengan Sang Pencipta dalam bentuk penyembahan. Inilah yang membedakan manusia dengan binatang-binatang. Bahwa binatang-binatang tidak ada bentuk penyembahan karena memang mereka tidak memiliki Roh. Jadi, teori evolusi yang dikatakan bahwa manusia itu awalnya adalah dari binatang melalui sebuah proses evolusi, sudah tidak tepat.

Adakah sumbangan penemuan evolusi bagi penghayatan Alkitab?
Bukan sumbangan tapi perongrongan. Karena kalau sumbangan itu merupakan sesuatu yang positif. Teori itu adalah perongrongan terhadap iman Kristen. Tapi, sebenarnya memang disadari bahwa perongrongan ini berdampak yang membuat umat Tuhan semakin menyadari bahwa mereka semakin ditantang. Ketika iman Kristen ditantang, tentu mereka akan semakin terdorong untuk semakin mendalam mencari tahu kebenaran firman Tuhan dalam bingkai penemuan teori evolusi tersebut. Tapi, ingat bahwa itu bukan sumbangan penemuan teori evolusi. Sebagaimana biasa, manusia seringkali muncul potensinya ketika dia menghadapi masalah. Begitu pula ketika ada tantangan seperti teori evolusi ini membuat orang Kristen menyadari bahwa kita harus makin berakar di dalam firman Tuhan. Sebab kalau atidak, kita akan semakin terpengaruh oleh teori tersebut.
 Stevie Agas


60
9 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :201220112010200920082007
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 20.734 sec | TOP
Online Support :