Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Konsultasi Keluarga

Suami Selalu Memukul Dan Menyakiti Istri

Posted : 03 Agustus 2010
pukul-istri.jpg
Ilustrasi

Bersama: Bimantoro

Bapak Konselor yang saya hormati. Saya seorang wanita, mempunyai anak 2 yang masih balita. Saya sudah 4 tahun berumah tangga. Dari awal pernikahan suami sering memukul dan menyakiti saya. Saat ini konflik lebih memanas setelah dia menuduh saya ada “main” dengan tukang ojek langganan saya. Beban pikiran saya makin berat, sebab saya juga harus memikirkan orang tua yang didiagnosa menderita kanker. Kadang saya ingin cerai saja. Tetapi, apakah cerai itu jalan yang terbaik mengingat anak-anak masih kecil? Tapi saya juga nga mau disiksa terus. Terima kasih atas bantuannya. GBU.

Ibu X
Jakarta

Reformata.com IBU X yang terkasih, terima kasih untuk surat yang Ibu layangkan kepada kami. Menghadapi kekerasan dalam rumah tangga memang bukan hal yang mudah, apalagi jika di satu sisi kepentingan anak menjadi pertimbangan, sementara di sisi lain Ibu bisa khawatir akan kemungkinan kekerasan di masa depan, karena saat ini tidak melihat adanya harapan untuk suami bisa berubah. Belum lagi Ibu X juga punya beban pikiran untuk orang tua yang sakit, yang mungkin saja Ibu khawatir kalau permasalahan rumah tangga bisa mempengaruhi kondisi kesehatan orang tua. Di tengah kondisi konflik dan tekanan ditambah lagi tuduhan perselingkuhan dari suami, pemikiran untuk mengam-bil perceraian sebagai jalan keluar bisa saja muncul. Walaupun kita perlu waspada bahwa apa pun keputusan yang akan kita ambil tentunya memiliki resiko. Untuk itu saya mengajak Ibu X untuk memikirkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa saja karena harapan terhadap pasangan yang tidak terpenuhi sehingga terjadi ketidak-puasan dalam berbagai hal (bisa komunikasi, peran, seks dll), atau bisa karena kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan, atau bisa karena tekanan hidup lainnya (seperti tekanan pekerjaan, tekan-an keluarga), atau individu tersebut memang punya masalah kepribadi-an tertentu sehingga sulit menjalin relasi, bukan hanya dalam pernikah-an tapi juga dalam dimensi kehi-dupan lainnya. Kira-kira Ibu dan suami ada di area yang mana, yang menyebabkan permasalahan dalam rumah tangga Ibu.  
2. Jika Ibu memutuskan untuk mempertahankan pernikahan ini, Ibu perlu melihat apa yang melatarbelakangi kekerasan suami terhadap ibu. Apakah kekerasan ini sudah muncul sejak sebelum pernikahan atau setelah pernikah-an? Apakah suami memang orang yang tempramental dan abusive kepada semua anggota keluarga (termasuk anak-anak) atau hanya kepada Ibu saja? Kalau ternyata hanya kepada Ibu, tentu perlu dicari apa penyebab perilaku tersebut. Pertanyaan pertanyaan seperti: Pada saat apa tindakan kekerasan itu muncul/peristiwa apa yang mendorong kekerasan itu muncul? Apakah kata “sering” memukul dan menyakiti  ini merupakan hal yang terus-menerus tanpa sebab apa pun? Apakah suami sama sekali tidak pernah menunjukkan sikap yang baik? Kalau pernah kira kira pada saat seperti apa suami bersikap baik? Pertanyaan-pertanyaan ini kami harapkan bisa membantu Ibu untuk melihat apakah pola kekeras-an suami ini masih ada harapan untuk bisa berubah atau tidak ada harapan sama sekali. Sehingga kalau Ibu ingin mempertahankan pernikahan, Ibu bisa mempersiap-kan diri untuk menjaga supaya ti-dak terjadi hal-hal yang bisa merugikan Ibu, anak-anak dan suami. Mempersiapkan diri dalam hal ini adalah membawa perma-salahan Ibu kepada pihak ketiga, yang diharapkan bisa membantu terjadinya perubahan dalam keluarga ini. Untuk itu Ibu bisa melibatkan keluarga, atau hamba Tuhan atau bahkan konselor pernikahan.
3. Jika Ibu lebih condong ke perceraian karena tidak melihat adanya kemungkinan suami untuk berubah, Ibu juga perlu memikir-kan kira kira apa saja yang perlu dipersiapkan dan pikirkan dalam proses perceraian. Hal ini perlu dipikirkan karena kehidupan setelah perceraian tentu tidak semudah yang dipikirkan. Ada relasi anak dan ayah yang tidak bisa dihilangkan karena perceraian, yang membuat relasi Ibu dan suami dalam peran orang tua juga tidak bisa diabaikan. Artinya perceraian hanya memutuskan ikatan suami dan istri tapi tidak memutuskan ikatan orang tua dan anak. Hal-hal seperti tanggung-jawab orang tua untuk kesejah-teraan anak, pendidikan anak dan kebutuhan anak untuk hadirnya figur ayah dan ibu dalam hidup mereka tentunya tidak bisa diabaikan dengan alasan perce-raian. Untuk relasi orang tua dan anak yang sehat, tentunya menuntut Ibu dan suami harus menyelesaikan terlebih dahulu permasalahan yang terjadi dalam pernikahan, sehingga setelah perceraian tidak terjadi masalah baru seperti saling menjelekkan di depan anak yang mungkin bertujuan untuk membuat anak berpihak kepada salah satu dari orang tuanya, yang akhirnya akan mempengaruhi fungsi orang tua terhadap anak dan juga bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak secara psikologis. Belum lagi Ibu perlu memikirkan kira-kira siapa saja yang akan mendukung upaya perceraian. Kalau dari seluruh keluarga hanya Ibu X yang ingin bercerai sementara orang tua maupun keluarga besar tidak mendukung tentunya akan sulit.
Sambil memikirkan ketiga hal tersebut di atas, coba renungkan Firman Tuhan dalam Yesaya 30: 15—Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu”. Kiranya ini menjadi sebuah landasan untuk Ibu bisa melihat permasalahan dengan tenang dan tidak terburu-buru karena emosi, sehingga tidak terjebak dalam menyelesaikan masalah yang menimbulkan masalah baru. Melibatkan pihak ketiga yang netral tentunya akan sangat membantu dalam mencari jalan keluar yang terbaik bagi masalah yang sedang ibu hadapi. Untuk itu saya menyarankan Ibu dan suami untuk mencari per-tolongan ke konselor pernikahan. Kiranya Tuhan menolong Ibu.v

LIFESPRING COUNSELING CENTER
68199933 / 22
www.my-lifespring.com

55
20 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 12.2597 sec | TOP
Online Support :