Reformata.com – KATA ”Allah” adalah kata umum untuk ”Yang Disembah” dan telah dipakai selama 3.500 tahun di kalangan kafir, Yahudi, dan Kristen, dan bukan sebagai nama. Demikian dikatakan Jeff Hammond, evangelis asal Australia dalam seminar bertajuk: ”Allah atau Yahweh”, Sabtu, 17 Juli 2010 di Jakarta. Nama untuk Allah (ilah, elah, eloh, elohim, alah) mereka diberi nama-nama sesuai dengan kepercayaannya.
Dalam agama Islam, kata Hammond, kata Allah bukan hanya sesembahan tetapi juga nama dari Yang Disembah dan sudah dipakai secara khusus sejak Abad ke-7. Itu adalah fakta sejarah bahwa masing-masing agama menamakan Yang Disembahnya dan ada ratusan nama yang pernah dipakai.
Berdasarkan fakta-fakta linguistik/bahasa, lanjut Jeff, kita menolak faham menggantikan kata Allah dengan kata Yahweh dan kita tetap mempertahankan kata Allah sebagai kata sesembahan yang tepat untuk Sang Pencipta yang dikenal dengan nama lengkap di dalam Perjanjian Baru sebagai Tuhan Yesus Kristus, nama tritunggal untuk Allah yang Tritunggal, yaitu, Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Juga berdasarkan fakta-fakta sejarah bahwa pemakaian kata Allah sudah ada di dalam gereja Tuhan sejak Hari Pentakosta, dipakai terus sepanjang sejarah gereja oleh saudara-saudara seiman yang berbahasa Arab, dan bahwa penggunaan kata Allah dalam 14 bahasa di dunia dan adalah identik dengan penggunaan kata-kata sesembahan bahasa Semit lainnya di sepanjang sejarah seperti El, Eloh, Eloah, Elohim, Ilah, Alaha dst. yang semuanya berasal dari akar yang sama maka kata Allah adalah kata tepat untuk dipertahankan sebagai kata sesembahan umat kristiani.
Selain itu, demikian Jeff, berdasarkan fakta-fakta theologia bahwa kata Allah untuk umat kristiani adalah kata sesembahan dan bukan nama dan bahwa Allah kita dapat dikenal dalam semua suku, kaum dan bangsa di dalam bahasanya sendiri seperti jelas pada Hari Pentakosta dengan 17 bahasa yang disebut dan uraian Rasul Paulus kepada masyarakat Atena, maka kata Allah adalah kata tepat secara theologia untuk dipertahankan umat kristiani baik di Indonesia maupun di setiap bahasa yang menggunakan kata Allah sebagai kata sesembahan. ? Stevie Agas