Reformata.com – SEBUAH robot dengan kerangka futuristik yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tentara AS telah menjalani tes akhir. Perusahaan Lockheed Martin yang menangani proyek ini telah menerima kontrak sebesar $ 1.100.000 dari Angkatan Darat Amerika Serikat untuk menguji exoskeleton-generasi terbarunya itu. Perangkat keras bertenaga baterai ini diklaim dapat secara elegan dan sensitif merasakan sekaligus menyesuaikan dengan gerakan setiap prajurit meski membawa beban berat hingga 200 lbs atau 90.7 kg
Hasil uji perusahaan Lockheed Martin menyatakan bahwa robot Exoskeleton ini memiliki kecepatan jarak jauh maksimum hingga 7mph – kurang lebih 11.27 km/h atau dalam situasi yang mendesak dapat berjalan dengan kecepatan hinggga 10mph – 16.09 km/h .
Update terbaru robot exoskeleton diperkuat lagi dengan sistem HULC yang dilengkapi perangkat lunak yang lebih canggih, hingga dapat memperpanjang umur baterai. Perusahaan Lockheed Martin menjamin robot Exoskeletonsnya itu sangat membantu dalam mengurangi tingkat stres setiap prajurit yang kerap datang dari beratnya beban yang dibawa oleh prajurit. Exoskeleton dirancang untuk mentransfer berat dari beban yang dibawa prajurit dengan mengalirkan seluruh beban pada penopang kaki robot exoskeleton yang ada di bawah. Slawi/dailymail