Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Muda Berprestasi

Harun Reza Sugito, Ukir Prestasi Tingkat Internasional

Posted : 29 Juni 2010
Harun-Reza-Sugito.jpg
Reformata.com - KEMAMPUAN dan keunikan seorang anak, dapat dicermati sejak usia dini. Hal ini mampu memberi pengaruh hingga dia dewasa. Orang tua yang sigap, akan memfasilitasi hal ini dengan tepat, sehingga berdampak positif bagi perkembangan anak tersebut. Hal serupa dialami oleh siswa kelas 11 SMAK 1 Penabur Jakarta ini.         Harun Reza Sugito, dikenal sejak kecil memiliki kecermatan dan ketelitian di atas rata-rata, kritis walau cukup santai. “Dari kecil Harun senang mengamati hal-hal yang kecil. Dia senang binatang dari kecil. Misalnya saya membasmi semut, dia akan marah karena itu sama dengan membasmi populasi suatu binatang, artinya tidak melestarikan ciptaan Tuhan,” urai Ir. Liliani Kuswardani Setio Kartono, ibunda Harun.        Ketertarikan Harun akan dunia hewan, mendorong Lili membeli buku-buku ensiklopedi tentang hewan. Hal serupa juga datang dari sang ayah, Agus Hartanto kepada putra bungsunya. Pria kelahiran Jakarta, 15 November 1993 ini, dipacu untuk gemar membaca, karena dari situlah menemukan ilmu berlim-pah.Bagaimana Harun mengukir prestasi? Minat yang dimiliki sejak kecil, dorongan orangtua, serta kesadaran mengembangkan diri, telah menghasilkan dampak bagi kemajuan dan prestasi Harun.  
   
Prestasi mengagungkan         
Bagi kebanyakan siswa, biologi itu pelajaran yang membosankan. Selain karena materinya begitu banyak, padat, juga lebih banyak menghapal. Namun, berbeda dengan Harun: “Belajar Biologi itu menarik. Benar-benar membuat kita bisa meningkatkan kese-jahteraan. Kita belajar mengekspos kekayaan alam, bukan me-ngeksploitasi alam. Mempelajari anatomi/sel tubuh manusia, adalah bagian yang sangat asyik,” tutur Harun sambil tersenyum.          Dampak dari Harun menikmati dan menyenangi biologi, membuat Harun mulai mencetak beberapa prestasi. Sejak duduk di kelas 5, tahun 2005, Harun mampu menggaet medali emas pada IMSO (International Mathematic and Science Olympiad) bidang IPA di Jakarta. Kemudian di Taipei-Taiwan tahun 2007, Harun kembali menerima medali perunggu pada IJSO (International Junior Science Olympiad). Tahun berikutnya 2008 di Makassar, Sulawesi Selatan, Harun dipercayakan medali emas pada OSN (Olimpiade Sains Nasional) bidang Biologi tingkat SMP/MTs. Ketertarikan Harun membawah dirinya tetap berprestasi, di tahun berikutnya 2009, Harun kembali memproleh medali emas pada OSN (Olimpiade Sains Nasional) bidang Biologi tingkat SMA/MA. Kini di tahun 2010, Harun termasuk salah satu dari 4 orang yang akan mewakili Indonesia dalam IBO (International Biology Olympiad) ke-21 yang akan diselenggarakan pada Tanggal 11-18 Juli di Changwon, Korea Selatan. Prestasi yang dapat diraih pecinta olahraga ini karena banyak belajar, tidak bosan untuk tetap semangat mengembangan diri. Tidak puas dengan ilmu yang sudah diketahui. Sebaliknya sadar kurang ilmu,” tegas Harun yakin, sekaligus memberi dorongan kepada para siswa lainnya.          

Menjadi yang terbaik          
 Keinginan menjadi dokter atau ilmuwan, disadari Harun sejak di SMP. Kini yang menjadi fokus Harus adalah mengikuti olimpiade di Korea. “Bisa mendapat yang terbaik,” harap Harun pasti. “Kebanggaan dari prestasi ini adalah dapat terpilih diantara 4 orang Indonesia, dan menjadi satu-satunya remaja Kristen yang lolos. Bisa menjadi kebanggaan nama Tuhan Yesus. Kalau Tuhan menghendaki dapat yang terbaik di Korea, ingin membuktikan saya juga bisa dalam prestasi ini. Hasil yang terbaik ada kebanggaan tersendiri,” tambah Harun berapi-api. Pe-ngamatan Harun atas perkembangan anak-anak seusianya: “Masa SMA adalah masa yang penuh dengan banyak kesempatan, contohnya mendapatkan bea siswa. Masa ini seharusnya dipakai secara  maksimal dan optimal, supaya tidak menyesal. Tapi banyak yang memakai untuk bersenang-senang.”  Untuk berprestasi seperti Harun, modalnya adalah per-juangan dan kemauan. “Masih banyak hal yang bisa dilakukan selain dari prestasi ini. Jalur prestasi sebagian dari pilihan seseorang. Orang lain bisa lebih dari ini,”tandas Harun memberi arti kepada siswa-siswa lainnya. Harun hadir sebagai sosok muda berprestasi, yang beranjak dari dorongan diri untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki, namun juga pengaruh orangtua yang mendukung. “Tuhan adalah sumber kekuatan, dirasakan melalui setiap doa. Kemampuan dalam mengerjakan ujian, mengingat kembali, semua ada campur tangan Tuhan,” kisah anggota jemaat GKY Greenville ini.
Lidya


47
6 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :2011201020092008
Online Support :