Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

News

Goenawan Mohammad Pulangkan Bakrie Award 2004

Posted : 23 Juni 2010
250px-Goenawan_Muhammad_3.jpg

Tokoh sastra dan pers Indonesia Goenawan Mohammad mengembalikan penghargaan "Achmad Bakrie Award" yang diterimanya tahun 2004.

Gunawan mengembalikan piala serta uang hadiah Rp 100,- juta berikut bunga berjumlah total Rp 154,- juta rupiah. Pengembalian ini merupakan akumulasi kekecewaan Goenawan terhadap Aburizal Bakrie. Mulai dari sepak terjang Bakrie di dunia bisnis dan politik, terlebih lagi sejak kasus lumpur Lapindo. Bakrie pernah mengatakan dirinya tidak merasakan penyesalan dalam kasus Lapindo.

Pada hari yang sama Selasa (22/6) Freedom Institute mengeluarkan siaran pers. Freedom Institute menghargai keputusan Goenawan, memahami dilema serta pertimbangan yang diberikannya. Bagi yayasan yang menganugerahi penghargaan di tahun 2004 itu, Goenawan Mohammad tetap seorang tokoh yang telah memberikan banyak sumbangan yang memperkaya dunia sastra dan kebudayaan Indonesia.

Sikap Goenawan patut dipuji dan didukung banyak orang, demikian wartawan senior Tempo Amarzan Lubis, yang hadir dalam konperensi pers Selasa (22/6) kemarin.

Menurut Amarzan sikap ini bijaksana, karena semakin banyak hal tidak jelas yang menyelubungi sepak terjang seorang Aburizal Bakrie. Menurut Amarzan, tindakan ini tepat sekali dan didukung banyak orang.

Alasannya bahwa di dalam penghargaan ini tersangkut nama seorang Aburizal Bakrie yang dalam beberapa manuver politik di Indonesia tidak begitu jelas jejaknya yang bisa dibaca. Demikian Amarzan. Sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua Harian Setgab yang juga pengusaha, Aburizal punya masalah antar lain dengan pajak dan dengan lumpur Lapindo, yang hingga sekarang korbannya masih terkatung-katung. Amarzan melanjutkan, dulu masih ada harapan akan penyelesaian yang adil, namun semakin lama malah berlanjut ke persoalan lain.

Sejauh mana pengembalian penghargaan ini efektif dalam upaya memprotes kasus? Amarzan menjawab, paling tidak ini merupakan tindakan moral yang menyatakan bahwa Bakrie Award itu sesuatu yang sah saja diterima, tapi karena tersangkut hal lain, makanya dikembalikan.Jadi ini tetap merupakan tindakan pribadi. Tapi lembaganya sendiri, Freedom Institute, merupakan sebuah institusi yang tetap dibutuhkan Indonesia.

Mengapa pengembaliannya baru sekarang? Amarzan menjelaskan, mengumpulkan uang hingga 150 juta rupiah bukan perkara gampang.

Lalu, apakah Goenawan Mohammad satu-satunya orang yang mengembalikan penghargaan? Amarzan mengatakan, sebelum ini sudah ada yang menolak, yaitu pastur Frans Magnus Suseno. Alasan beliau adalah tidak bisa menerima penghargaan mengingat nasib para korban Lapindo yang masih tidak jelas hingga sekarang.

Source:Ranesi

43
42 votes
1 2 3 4 5

Lainnya

Arsip :20112010200920082007
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 1.8503 sec | TOP
Online Support :
YouTube Facebook Twitter RSS
Powered by: Indocms.net