Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

News

Indonesia Peringatkan Australia Soal Balibo

Posted : 23 Juni 2010
091202082628_balibo226_170.jpg

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperingatkan hubungan dengan Australia akan terganggu karena penyelidikan kematian wartawan di Timor Leste.

Polisi Australia sebelumnya mengumumkan penyelidikan kematian "Balibo Lima", yang terjadi saat Indonesia melakukan invasi terhadap Timor Leste di tahun 1975.

Presiden Yudhoyono tanggal 10 September mengatakan pembukaan kembali kasus tersebut tidak sejalan dengan hubungan kedua negara.

Indonesia memandang para wartawan tersebut tidak sengaja terbunuh dalam tembak menembak.

Penjelasan ini diterima pemerintah Australia.

Tetapi tahun 2007 koroner Australia menyatakan dua warga Australia, dua warga Inggris dan seorang warga Selandia Baru tersebut dibunuh pasukan khusus Indonesia di kota perbatasan Balibo agar mereka tidak bisa mengungkapkan invasi yang akan dilakukan Indonesia.

Nama kelima wartawan itu adalah Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Gary Cunningham, Brian Peters dan Tony Stewart.

'Kesalahan masa lalu'

SBY mengisyaratkan sejarah Australia menunjukkan negara itu tidak bisa membebaskan diri dari kesalahan di masa lalu.

"Sejujurnya jika kita memusatkan perhatian ke masa lalu, maka kita akan menyaksikan zaman perbudakan, kejahatan terhadap kemanusiaan, penjajahan. Semua pelanggaran hak asasi manusia," katanya.

"Tetapi negara yang pintar dan bijaksana akan melihat ke masa depan. Saya mendesak menteri luar negeri Australia untuk mengatasi masalah ini dengan bijaksana agar tidak mengganggu hubungan baik kami dengan Australia."

Jurubicara Departemen Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah mengatakan kepada BBC bahwa Jakarta memandang masalah ini sudah selesai dan tidak berkeinginan untuk membukanya kembali.

Dia mengatakan penyelidikan akan sulit dilakukan karena sebagian besar saksi mata sudah meninggal.

Pernyataan penyelidikan Australia dilakukan beberapa minggu setelah dikeluarkannya film Balibo yang memperlihatkan ke lima wartawan tersebut dibunuh pasukan Indonesia.

Perdana menteri Australia Kevin Rudd mengatakan Indonesia "dikejutkan" keputusan polisi tetapi berusaha memperkecil perbedaan.

"Saya pikir kita dapat mengatasi tantangan ini," katanya kepada ABC Australia.

"Ada sejumlah masalah pada sebagian besar hubungan di dunia dan saya pikir kita juga dapat mengatasi hal ini."

Indonesia menginvasi Timor Leste setelah wilayah tersebut mengalami perang saudara di akhir penjajahan Portugal.

Paling tidak 100 ribu orang diyakini tewas karena pendudukan Indonesia selama 25 tahun.

Timor Leste resmi merdeka pada tahun 2002.

Source:BBC

52
24 votes
1 2 3 4 5

Lainnya

Arsip :20112010200920082007
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.8377 sec | TOP
Online Support :