Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Laporan Utama

Konflik Sebelum Pemberkatan

Posted : 09 Juni 2010
diamond-wedding-ring.jpg
Reformata.com - RENCANA pernikahan Joy dan Daniel sebelumnya telah dibahas di lingkungan keluarga besar Tobing dan Sinambela. Hal ini berawal dari datangnya keluarga Daniel menemui keluarga Joy dengan maksud untuk melamar Joy. Pertemuan saat itu menemui titik buntu terkait persoalan waktu pernikahan yang tidak mencapai kata sepakat. Hal ini diungkapkan tokoh adat Tobing, Adam Tobing, dalam jumpa pers di kediaman orang tua Joy di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Ketidaksepakatan ini disebabkan keluarga Daniel ingin agar pemberkatan dilangsungkan bulan Juni, sementara keluarga Joy  maunya Oktober.
Pada saat itu keluarga Sinambela meminta agar dalam dua hari sudah ada jawaban dari pihak keluarga Joy. Setelah itu keluarga Daniel pamit diikuti Joy yang minta ijin pergi sebentar untuk ambil barang yang ketinggalan. Setelah itulah Joy tidak pulang ke rumah, sampai akhirnya orang tua Joy mendapat kabar bahwa Joy sudah diparaja (dicuri). Hal ini sempat dibantah oleh ibunda Daniel, Eni Pasaribu, yang mengatakan bahwa pemberitaan bahwa Joy kabur itu salah. Ia menambahkan bahwa Joy sebelumnya sudah pamit pada orang tua, dan itu disaksikan oleh Daniel beserta kedua belah pihak keluarga, baik itu keluarga Daniel maupun keluarga Joy.
Setelah peristiwa tersebut pihak keluarga Joy berusaha menghubungi keluarga Daniel dengan harapan dapat membi-carakan persoalan dengan baik. Sampai akhirnya terwujudlah pertemuan tersebut. Dalam perte-muan tersebut pihak keluarga Joy mendapat janji bahwa Joy akan  segera dipulangkan kepada keluarga. Lama menunggu janji tersebut ternyata yang terjadi justru berbeda. Pada 1 Maret 2010, pihak keluarga Joy mendapat kabar bahwa Joy dan Daniel telah melangsungkan perni-kahan di GPdI Imma-nuel, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Pihak keluarga Joy sebenarnya sempat menghubungi polisi untuk melakukan tin-dakan terhadap pem-berkatan pernikahan tersebut, namun polisi tidak melakukan tindakan apa pun dengan alasan tidak ada dasar hukum. Keluarga Joy pun bergegas menemui Joy di lokasi yang menyebabkan terjadinya konflik di mana beberapa orang keluarga Joy didorong oleh pengawal Daniel. Bahkan menurut pengakuan ayah Joy, Marudut Tobing, sempat terjadi pemukulan terhadap Jefri, adik Joy. Salah satu anggota keluarga Joy berusaha mengajak Joy bicara baik-baik. Namun tampaknya tampaknya keputusan Joy sudah bulat,  Joy hanya mengatakan bahwa hal itu semua sudah menjadi keputusannya.
Beberapa hari setelah pernikahan, tepatnya 6 Maret, perwakilan keluarga Sinambela sempat berkunjung ke rumah orang tua Joy dengan membawa makanan dengan maksud menjalin silaturahmi dengan besannya. Pada saat ini situasi juga tidak membaik, karena sepertinya memang masih sulit bagi keluarga Joy menerima begitu saja apa yang baru dialami keluarga besar mereka. Bahkan saat tiga orang perwakilan keluarga Sinambela datang, ibunda Joy, Roma Sibuea, marah. Dia memukul salah satu tamu dengan sandalnya hingga ketiga orang tersebut kabur. Roma lalu meneriakinya maling. Warga lalu ikut mengejar ketiga orang itu, bahkan salah seorang tamu sempat luka di pipi dihajar warga.
Gara-gara peristiwa ini, permasalahan semakin besar, ketika Roma dilaporkan oleh Posma Simanjuntak, salah seorang suruhan Daniel yang dipukuli warga ketika datang ke rumah keluarga Joy. Akibatnya  Roma harus menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Metro Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terkait permasalahan ini.
Permasalahan berikutnya timbul ketika mantan istri Daniel Sinambela, Deborah Anastasia Hutabarat melaporkan suaminya ke Polda Metro Jaya atas tuduhan telah melakukan perzinahan dengan wanita bernama lengkap Joy Destiny Tiurma Tobing itu. Joy dan Daniel dilaporkan melakukan perzi-nahan karena meni-kah saat status Daniel masih menjadi suami Deborah. Hal ini dikarenakan perceraian Daniel dan Deborah masih dalam proses banding. Perceraian tersebut dianggap belum memiliki kekuatan hukum tetap karena pembicaraan mengenai hak asuh anak belum selesai.  
Menanggapi hal ini Daniel memberikan pernyataan bahwa proses hukum sudah selesai, dan ketika menikah dengan Joy, statusnya benar-benar sudah cerai dari Deborah. Daniel mengungkap-kan bahwa mantan istrinya tersebut tidak pernah datang saat sidang perceraian dilangsung-kan. Daniel pun sempat mengung-kapkan kepada media bahwa mantan istrinya tersebut melakukan tindakan perzinahan. Situasi semakin panas ketika Deborah membantah berselingkuh dan berzinah, dia juga menegaskan bahwa janin yang dikandungnya benar anak dari Daniel Sinambela. Deborah pun menan-tang Daniel untuk melakukan test DNA untuk mengetahui apakah janin di perutnya adalah anaknya atau bukan.  
Konflik demi konflik timbul dan terkesan berlalu begitu saja, bahkan hingga kini belum ada pertemuan antara keluarga Sinambela maupun keluarga Tobing untuk membicara-kan permasalahan itu. Menurut ayah Joy, Marudut Tobing, wacana untuk mencari jalan terbaik bisa saja dilakukan, walau memang karena sudah telanjur pelik, karena bukan hanya persoalan hukum saja, melainkan juga persoalan kekerabatan keluarga dan adat.
Sementara itu ibunda Daniel, Eni, menyampaikan bahwa kini Joy dan Daniel sedang berada di Medan. Joy bersama keluarga Sinambela pun bersiap untuk pergi ke luar kota untuk mengikuti sacara adat yang diselenggarakan keluarga Sinambela. Eni berharap  situasi dan kondisi untuk lebih baik bisa terus diupayakan. Ia berharap setiap permasalahan bisa diselesaikan sebaik-baiknya demi kebaikan bersama, baik itu Joy maupun Daniel. Jenda



55
8 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :201220112010200920082007
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 6.6607 sec | TOP
Online Support :