Reformata.com - LINGKUNGAN adalah salah satu faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan pribadi se-seorang. Hal ini terlihat jelas pada Dominic Brian. Remaja pria yang sering disapa dengan nama Ian ini dibesarkan di lingkungan yang kental aroma pendidikan-nya. Maklum, kedua orang tuanya, Debora dan Gidion, sebagai praktisi pendidikan sangat peduli pada pendidikan.
Gidion, sang ayah, adalah pemilik kursus kecerdasan anak SLC (Smart Living Center), sekaligus pembimbing teknik daya ingat dahsyat Smart Power Brain. Sementara ibunda, Debora, adalah pembimbing K-go MATH. Tidak heran, jika aktivitas pasangan ini mampu mempe-ngaruhi Ian, putra mereka yang lahir di Surabaya, 26 November 1996 ini, untuk bertumbuh menjadi sosok muda berprestasi. Sejak kecil kecerdasannya sudah terlihat. Dia kritis dan banyak bertanya tentang hal-hal yang ada di sekitarnya.
Bermula dari orang tua
Awalnya, sang ibu pada 1999 membuka kursus sempoa, yang kini bernama K-go MATH, yang melatih kecerdasan dalam berhitung cepat tanpa alat. Saat itu Brian yang masih TK mulai dilatih sempoa. Dalam 3 tahun, kecerdasan (IQ) Brian terlihat semakin nyata, baik di sekolah maupun dalam kesehariaannya. Saat usia 5 tahun, Brian sudah ingin tahu tentang teknik Smart Power Brain yang diajarkan ayahnya, padahal itu baru diajarkan bagi siswa kelas 4 s/d 6 sekolah dasar. Berkat kegigihannya ini, Brian berhasil memecahkan rekor MURI, mampu mengingat 100 angka dalam waktu 12 menit, dalam usia termuda 5 tahun.
Menurut orang tuanya, pelatihan kecerdasan yang berfokus pada otak kanan inilah yang menjadikan otak kiri dan otak kanan seimbang dan maksimal, sehingga Brian menjadi anak cerdas dan dapat mencetak prestasi demi prestasi hingga saat ini.
Rekor dunia
Tahun 2009, Brian memecah-kan Rekor Dunia Indonesia, MURI ”Mengingat 52 kartu 100 detik” di Bali Zoo, Gianyar. Tahun yang sama Brian kembali memecahkan Rekor Dunia, dan tercatat dalam Guinness World Records, yakni ”Mengingat 76 angka 60 detik” - Bali Zoo, Gianyar, 2009. Brian, tidak hanya cerdas berhitung, tapi juga dalam biang bahasa, seni, dan kepribadian yang kuat untuk tampil menjadi model.
Mengikuti program homes-chooling ATII (Advance Training Institute International) dari USA, adalah aktivitas sehari-hari Brian, sejak 2 tahun ini. Browsing internet, membantu sang ayah sebagai asisten adalah kegiatan lainnya, sambil belajar dari sang ayah. Brian juga kursus renang, piano, robokidz (membuat robot dengan program komputer), MC dan presenter cilik, desain grafis, dan berbagai hal yang dia minati.
Berkat berbagai prestasi yang diraihnya, remaja yang hobby membaca dan berenang ini, mendapat kehormatan tampil dalam acara talkshow Kick Andy, Metro TV, dalam topik “Tunas Harapan Bangsa”, pada Desember 2009. Dia juga tampil di ajang Idola Cilik, RCTI, April 2010 sebagai “Bintang Tamu Anak-anak Berbakat”.
Untuk mempertahankan prestasi, pemilik motto In God I trust ini, terus berlatih dan terus mencetak prestasi-prestasi baru. TUHAN adalah sumber kekuatannya. Selain itu, ada orang tua yang sangat mendukung aktivitas-aktivitas positif Brian. Kakek dan nenek yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan.
Impian
Impian berikut yang ingin diraih jemaat GBI, ROCK Ministry Kuta, Bali ini adalah dapat memecahkan beberapa rekor baru baik nasional (MURI) maupun rekor dunia (Guinness World Records) pada 2012 nanti. Pertengahan tahun 2010 ini, rencananya Brian akan menerbitkan buku biografi, yang bila disetujui penerbit, diberi judul “Panggilan Jiwa”. Buku ini berisikan pengalaman hidup Brian selama 13 tahun, untuk memberi inspirasi kepada semua orang untuk memahami dan mengisi kehidupan sesuai dengan panggilan Tuhan. Kuliah di China Finance and Marketing, lulus dan mengembangkan kecerdasan SLC di Indonesia adalah cita-cita Brian di masa depan.Lidya