Hendrik Lim, MBA*
Reformata.com - Fakta keberlangsungan organisasi. general Motor ambruk dan ditalangi pemerintah AS, begitu juga dengan Chrysler, AIG dan masih banyak lagi perseroan besar AS berguguran. Lehman Brothers tutup. Di Jepang, Japan Airlines (JAL) mengibarkan bendera putih, menyerah. Dubai World juga harus menahan malu: tidak sanggup berjalan kalau tidak ditolong.
Tidak ada yang meragukan kom-petensi teknis yang dimiliki organisasi selevel General Motor, yang memiliki turn over sekiatar 200 miliar dolar US sebelum krisis. Ini setara dengan Rp 2.000 triliun, sekitar dua kali dari APBN tahun 2010 negeri ini. Juga sangat sedikit yang meragukan kemampuan analisis para ahli sehebat AIG, apalagi meragukan profesionalisme dan kemampuan teknologi executives di Japan Airlines. Tidak ada pula yang sangsi dengan organisasional operating system, manajemen dan leadership yang dimiliki organisai sebesar Lehman Brothers. Mereka bukan organisasi kemarin sore. Kita juga percaya orga-nisasi dalam negeri sebesar grup Texmaco atau Great River Garment telah bekerja amat keras.
Namun kemampuan professional dan kompetensi di atas ternyata tidak cukup. Ada begitu banyak perubahan besar yang terjadi, yang membuat atri-but diatas saja tidak cukup. Ada atribut lain yang diperlukan organisasi untuk tetap hidup, dan bertumbuh ma-kin besar. Organisasi dan korporasi tersebut sangat mungkin memiliki semua hal yang ia perlukan untuk tetap hidup dan berkibar, tetapi ternyata tidak.
Perubahan juga menciptakan kesempatan bagi organisasi lain untuk tumbuh besar, kalau mereka menguasi dan memperlengkapi atribut seperti yang dituntut oleh zaman hiperkom-petitif ini. Tidak ada sebuah jaminan bahwa sebuah organisasi akan ber-langsung terus, tanpa upaya secara sadar untuk menciptakannya. Dan sering kali, upaya itu dilakukan orga-nisasi dalam stadium yang amat ter-lambat, dan saat itu sudah tidak efektif untuk menciptakan transformasi.
Tantangan pertumbuhan organisasi
Apabila Anda melihat dan meyakini bahwa: dengan kekuatan potensi sum-ber daya, kompetensi dan kapasitas organisasi yang ada saat ini pun, sebenarnya performance organisasi Anda bisa tumbuh lebih besar dari yang ada saat ini, Anda menemukan bahwa masih ada banyak pencapaian yang bisa dibukukan dengan potensi yang sudah ada saat ini, maka kita akan melihat transformasi apa yang dibutuhkan untuk membuat sebuah turn around.
Kalau Anda merasa masih ada ruang untuk pertumbuhan organisasi, masih ada ruang untuk terus ada, sustainable, di tengah deru kompetisi yang makin global dan makin keras dan makin cepat, maka hal ini pula yang akan kita kupas tuntas dengan perubahan men-talitas cara berpikir, yang saya sebut dengan Business Ownership Mentality, untuk memungkinkan pertumbuhan dan kelangsungan organisasi itu terus terjadi.
Tujuan diskusi Business Ownership Mentality menciptakan sebuah kultur organisasi, di mana staf pekerja, executives dan manajemen di dalam men-jalankan organisasi memiliki rasa kepemilikan (ownership) dan tanggung jawab (accountability) seperti milik mereka sendiri: Run it like you own it. Alkitab malah jauh lebih progresif, menjalankannya seperti bekerja untuk Penguasa Langit sendiri.
Ada dua hal utama yang akan kita kupas untuk mewujudkan hal ini. Per-tama adalah mengeluarkan semua kekuatan dan kemampuan yang telah ada selama ini di dalam organisasi, tetapi tidak muncul keluar. Dan yang kedua adalah mengarahkan kekua-tan tersebut untuk bergerak dan be-kerja untuk Anda, bukan bekerja mela-wan Anda dalam perjalanan menuju cita-cita organisasi. Semua ini tentu bergerak secara reciprocal—timbal balik—tim pekerja merasakan ketulusan dan kesungguhan akan misi tersebut, bukan sebuah manipulatif organiasi bagi kepentingan dirinya sendiri saja.
Sebuah undangan untuk organisasi
Kalau manajemen organisasi Anda berminat untuk mendiskusikan hal ter-sebut, saya dengan senang hati men-diskusikannya, secara free tanpa ikatan. Anda dapat mengirimkan email kepada saya untuk mendiskusikannya melalui tabloid Reformata. Korporasi Anda bisa menjadi medium expresi dan distribusi berkat bagi pekerja. Motif utama saya melakukannya,saya ingin melihat korporasi di tanah air tetap bisa eksis dan berkembang di masa hiper-kompetisi ini. Dan sumber daya tenaga kerja kita tetap bisa terserap ke dalam organisasi. Tidak ada yang lebih baik, bagi seseorang kalau ia bisa bekerja, dan pulang dengan langkah tegap.
Untuk mengadakan diskusi organisasi tentang hal di atas, saya bisa dihubungi di Email: hendriklim@bringdaddyhome.com, atau getex@cbn.net.id. v