Reformata.com - Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal Darius Sinathrya lewat kiprahnya sebagai presenter berbagai acara televisi. Namum kemungkinan besar tidak banyak yang tahu bahwa Darius kini memiliki profesi baru yang sedikit berbeda dengan profesinya sebagai seorang entertainer. Tidak sembarang profesi, sebab dalam hal ini dia mengemban tanggung jawab besar dan kepercayaan. Dia mengurus tim futsal nasional. Tepatnya dia menjadi manajer Futsal Indonesia.
Mengingat pentingnya profesi ini, Darius pun harus serius menggeluti dunia yang sebenar-nya tidak terlalu asing baginya ini. Tidak terlalu asing, karena suami dari Dona Agnesia ini sudah sering turut serta dalam banyak kegiatan yang digemari banyak anak muda ini. Bahkan di sela-sela kesibukan-nya sebagai seorang aktor maupun pembawa acara, Darius bersama sang istri memiliki usaha sampingan yang berhubungan dengan futsal, yakni penyewaan lapangan futsal.
Meski begitu, Darius merasa bahwa ia masih harus banyak bela-jar. Dikarenakan ini bukan hanya soal bermain saja melainkan juga bagaimana strategi dalam meng-urus sebuah organisasi serta meningkatkan prestasi futsal nasio-nal dan dapat menjadi kebanggaan bangsa di dunia internasional. Ia juga berharap suatu saat futsal bisa diikuti masyarakat dan berkem-bang dari sisi bisnis maupun pres-tasi. Untuk semua itu, Darius mengharapkan setiap atlet harus memiliki disiplin yang tinggi, fokus, serta tanggung jawab yang tinggi terhadap setiap tugas dan tanggung jawab masing-ma-sing. Tentunya hal ini harus didukung jiwa sportivitas tinggi.
Saat ditanya tentang alasannya menerima tawaran menjadi mana-jer Tim Nasional Futsal Indonesia, Darius mengungkapkan bahwa menjadi manajer sebuah tim yang mewakili begara sendiri adalah anugerah dan amanah. Oleh ka-rena itu ia merasa tidak boleh mele-watkan kesempatan ini. Ia me-ngakui bahwa saat membuat keputusan, Darius tidak begitu sulit mendapat izin sang istri. Hal ini tentu karena Dona bisa mengerti apa yang menjadi tanggung jawab suaminya. Walaupun harus mene-rima konsekuensi ketika waktu Darius semakin banyak di luar rumah karena bertambahnya tanggung jawab yang diemban.
Tidak tanggung-tanggung, wujud dari rasa bangganya mene-rima amanah negara ia memberikan banyak waktu untuk mengurus timnas yang akan mewakili Indonesia dalam kancah olahraga internasional. Ayah dari Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro dan Diego Andres Sinathrya ini mulai mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari tahap penyeleksian pemain sampai penyediaan mes dan tempat latihan, dari sarana yang ia miliki.
Konsekuensi yang dengan lapang dada diterima Darius, serta tanggung jawab yang diembannya tampaknya tidak sia-sia. Sebagai manajer Tim Nasional Futsal Indonesia ia boleh berbangga ketika nyata-nyatanya Tim Futsal Indonesia meraih kesempatan mengikuti putaran final Futsal Asia 2010 di Uzbekistan. Hal ini diperoleh Timnas Futsal Indonesia setelah berhasil mengalahkan Malaysia pada semifinal Kualifikasi Zona ASEAN di Hall Tennis Indoor Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebuah prestasi yang bukan main-main tentunya. Mengingat bahwa dengan memperoleh kesempatan ke luar negeri, nama Indonesia turut serta dikenal oleh kalangan masyarakat internasional. Apalagi dikenal karena prestasi, tentunya hal ini sangat membang-gakan bagi Indonesia. Hal ini sedikit menutupi citra persepakbolaan nasional yang sering dinodai dengan keributan antarsuporter sepak bola bahkan keributan sesama pemain serta pemukulan terhadap wasit.
Saat ditanyai mengenai relasinya dengan Tuhan, Darius mengung-kapkan bahwa salah satu wujud pelayanannya adalah memberikan yang terbaik kepada setiap orang di mana pun ia ditempatkan. Le-wat pelayanan yang total kepada setiap orang ia berharap bisa men-jadi saksi lewat hidupnya. Tidak perduli di mana pun ia berada, ia selalu beranggapan bahwa Tuhan selalu memiliki rencana. Untuk itulah Darius merasa perlu untuk menjadi maksimal di mana pun ia berada dan apa pun yang ia lakukan.
Padatnya jadwal serta banyaknya kesibukan tidak menjadi masalah bagi Darius dan istri, karena Darius selalu memberikan waktu untuk tetap saling berkomunikasi di mana pun ia berada. Dukungan itu pun terlihat ketika Dona harus sering bolak-balik Serpong — Jakarta guna mengurus usaha lapangan futsal mereka. Keduanya memiliki peran masing-masing namun tetap saling menopang.Jenda