Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Daily News

Pemimpin Ajaran Sesat Bertobat, 55 Budak Seks Dibebaskan

Posted : 09 April 2010
Pemimpin Ajaran Sesat bertobat, 55 budak seks bebas.jpg
Dewa Ghuntur Pemimpin Agama Di Ghana

Reformata.com - Perbudakan seks dari dulu hingga kini masih sangat populer di kalangan agama-agama suku di Ghana. Perbudakan seks, yang terbalut dalam sistem dan lazim disebut sebagai Trokosi ini seolah menjadi momok bagi banyak perempuan Ghana. Dalam sistem ajaran Trokosi orang diwajibkan menyerahkan anak gadis mereka kepada imam suku sebagai pembayaran untuk dosa. “Trokosi” sendiri memiliki arti istri atau budak para dewa.

 

Lorella Rouster, pendiri Every Child Ministries (ECM), mengatakan ritual perbudakan suci atau ritual perbudakan seks di Ghana adalah satu hal yang lumrah, dan wajar saja” tak heran jika orang-orang di Ghana, khususnya penganut ajaran ini tak melihat ada kejanggalan didalamnya.

 

Baru-baru ini, Every Child Ministries (ECM) telah membebaskan tak kurang dari 55 perempuan budak seksual dari “dewa Guntur.”, sebutan untuk salah satu pemimpin agama di Ghana. Rouster mengatakan hal ini merupakan bagian dari proses yang sangat panjang, dimulai lima tahun yang lalu. “Kami pergi ke rumah pendeta itu (pemimpin agama Ghana) untuk memenuhi permintaan istrinya dan berbagi Injil dengan mereka. Pada saat itulah pemimpin agama, si “Dewa guntur” terlihat sangat tertarik, hingga tibalah pada suatu titik balik di mana dia bersedia, bahkan ingin meninggalkan penyembahan berhala-nya dan imamat-Nya, bertobat sebagai orang percaya. “

 

Ada dampak yang begitu hebat dari pertobatan “dewa Guntur.”, Semua perempuan budak nafsu yang selama ini telah dianggap sebagai bagian dari sebuah sistem suci pengorbanan demi penyucian dosa telah dibebaskan. Rumah yang dulu adalah tempat penyembahan berhala dan praktik perbudakan seks kini menjadi Pos PI garis depan untuk memberitakan Firman Tuhan di Ghana dan sekitarnya.

 

Jalan ke depan masih terbentang luas dan teramat panjang. Rouster bersama Every Child Ministries (ECM), yayasan yang telah diprakarsainya akan terus berjuang bagi jiwa-jiwa di Ghana. “Pembebasan adalah sebuah event, tapi rehabilitasi - itu proses. Kini beberapa hal yang urgent hubungannya dengan pendidikan masyarakat sedang kami lakukan, termasuk didalamnya pelatihan kejuruan, konseling, dan kami akan terus berbagi Injil dengan mereka dan murid yang telah datang kepada Kristus.Slawi/christiantelegraph

60
8 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
Online Support :