Reformata.com - HIRUK-pikuk kota besar seperti Jakarta tentu membuat kita merasa jenuh atau pun penat. Asap ken-daraan membuat udara terasa ti-dak lagi sehat untuk dihirup. Bising deru kendaraan membuat kita seperti sulit mendapatkan ketena-ngan saat ingin melepas lelah. Semakin membosankan ketika tempat-tempat rekreasi yang ada di sekitar kita juga nyatanya tidak terlepas dari hal-hal di atas.
Mungkin situasi yang tidak mem-beri kenyamanan seperti itulah yang menjadi salah satu alasan beberapa anak muda menggemari hiking, camping, mendaki gunung, atau apa pun istilahnya. Kegiatan-kegiatan semacam itu bisa disebut kegiatan adventure yang memang banyak digemari oleh anak muda. Tapi tidak jarang orang tua pun menggemari kegiatan semacam ini. Bahkan ada yang membawa anaknya untuk mengikuti kegiatan semacam ini.
Jika dilihat sekilas, aktivitas petualangan ini kurang menarik. Beberapa persiapan yang harus dilakukan tampaknya kurang prak-tis bagi kebanyakan anak muda yang terbiasa hidup di kota yang serba instan. Mulai dari harus mempersiapkan tenda untuk kemah, pakaian yang tebal untuk melindungi dari hawa dingin gunung, peralatan memasak dan makan serta alat penerangan. Semuanya itu harus dibawa dalam tas ransel besar yang terkesan menyulitkan. Tentu tidak mudah memilih langkah tersebut bagi orang-orang yang belum terbiasa apa lagi belum pernah mencoba-nya sama sekali.
Namun bagi anak muda yang menggemari kegiatan ini, segala macam kelengkapan itu bukan halangan, justru tantangan yang menyenangkan. Bahkan sebagian besar pendaki justru merasa senang jika memikul beban dari tas yang cukup berat itu dengan melewati medan pendakian yang cukup berat. Sebab sesampai di puncak dia akan mendapatkan ke-puasan yang tidak dapat digambar-kan dengan kata-kata. Bayangkan saja pemandangan yang lepas bebas nan indah dipadu dengan sejuknya udara pegunungan. Di-tambah kepuasan dan kebanggan karena merasa mampu melewati medan pendakian yang berat.
Suasana indah dan tenang itu bagai antiklimaks dari situasi hiruk pikuk kota besar yang begitu padat. Udara bersih tanpa asap knalpot, deru suara kendaraan tidak lagi terdengar di alam bebas. Justru yang ada merdunya kicau burung yang mene-mani setiap hela napas para pendaki. Sebuah situasi yang tidak dapat ditemukan di kota besar bukan?
Jangan takut merasa tidak gaul kalau anda pergi hiking, karena di zona pendakian tidak jarang bertemu de-ngan para pendaki lain-nya yang berasal dari berbagi kota yang ada di Indonesia. Jadi bisa jadi justru menemukan teman baru. Keakra-ban sesama teman pun semakin terasa kental ketika setiap orang saling berbagi tugas. Ada yang menyiapkan tenda, ada yang men-cari air dan ada yang memasak. Suasana kekeluargaan akan dengan sendirinya terbangun dalam situasi seperti ini.
Indahnya pemandangan dan suasana kekeluargaan, serta tantangan tersendiri bagi setiap pendaki menjadi nilai lebih dari petualangan semacam ini. Maka jika diperhatikan dengan teliti, bisa dibilang peminat dari kegiatan pe-tualangan semacam ini sebenarnya tidak sedikit. Komunitas yang lebih dikenal dengan pecinta alam tersebar di seluruh negeri ini. Dapat kita lihat bahwa hampir setiap kam-pus atau sekolah memiliki komuni-tas pecinta alam. Kecintaan pada alam untuk menjaga kelestariannya disalurkan dengan hobi yang menantang namun juga memberi kepuasan. Maka tidak berlebihan jika ada seorang pemuda yang hobbi mendaki gunung mengata-kan kalau dirinya lebih suka hiking ketimbang dugem. Ia merasa bahwa pengalaman dan kepuasan yang ia dapat jauh lebih terasa dengan menikmati alam pegunungan yang indah. “Tidak berisik dan sehat,” ujarnya.
Salah satu tempat pendakian yang yang cukup populer di kala-ngan pendaki, dan letaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta adalah Gu-nung Gede Pangrango. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu dari lima taman nasional di Indonesia. Letak-nya di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi dengan ketinggian 1.000 - 3.000 meter, suhu rata-rata di puncak gunung bisa menca-pai 5°c. Untuk menuju lokasi Gunung Gede, jalur yang sering ditempuh adalah melewati gerbang utama yakni dari Cibodas dan Cipanas.
Beberapa tempat yang biasa dikunjungi di gunung ini antara lain Telaga Biru, Air Terjun Cibeureum, Air Panas. Untuk kegiatan berke-mah dan pengamatan tumbuhan atau satwa Kandang Batu dan Kan-dang Badak biasanya menjadi salah satu pilihan di tempat ini. Tentunya yang menjadi tujuan utama para pendaki adalah puncak dan kawah Gunung Gede itu sendiri, di mana para pendaki disuguhkan panorama matahari terbenam atau pun mata-hari terbit. Serta tidak ketinggalan Alun-alun Surya-kencana, yakni dataran seluas lima puluh hektar yang ditutupi hamparan bunga edelweiss.
Kamu-kamu yang belum menco-banya dan merasa ingin melakukan aktivitas baru untuk melepas penat dari rutinitas kota, boleh melakukan hiking bersama teman. ?Jenda