Reformata.com - PENDIDIKAN menjadi kunci terciptanya generasi muda yang berguna. Pendidikan tidak hanya mengasah pengeta-huan bagi seseorang, namun mem-bentuk pengertian untuk mengha-dirkan karakter yang terpuji. Dan ini dibentuk dari usia anak sejak dini. Pelayanan sebagai salah satu bentuk pendidikan membuat anak bertumbuh dalam kecintaan ke-pada Tuhan, serta tanggung jawab. Contohnya Brighttonia Nehemia Children Choir, yang diwujudkan oleh Gereja Kristen Jawa (GKJ) Nehemia.
Belajar dan melayani
Berawal dari kesadaran untuk membentuk anak muda yang melayani dan men-support pelaya-nan gereja, pada 3 Januari 2008, dibentuk Brighttonia Nehemia Children Choir (BNCC). Dukungan pendeta, majelis, orang tua, dan tim guru sekolah minggu, menjadi kekuatan dalam kebangunan pelayanan BNCC.
Program latihan dan komitmen anak-anak yang bergabung melalui BNCC, menjadikan pertumbuhan me-reka semakin jelas. Ini menjadi pemicu semakin bertam-bahnya anggota baru, lewat ajakan setiap anak yang sudah terlibat di BNCC. Kini BNCC memiliki anggota sebanyak 60 anak dari usia 7-14 tahun.
“Anak-anak itu benar-benar dari 0, tidak ada yang berlatar belakang musik, tetapi mau berlatih bernyanyi bersama. Yang fals bisa tidak fals. Yang dilihat perpaduan mereka, sehingga tidak ada yang lebih menonjol, hanya 1 suara yang terdengar,” papar Bo Natanael Naffi, pelatih BNCC.
Menurut alumni STT Jakarta ini, untuk masuk ke BNCC, tidak me-lalui audisi. Perambahan anggota terjadi karena anggota mengajak temannya. Tidak ada paksaan. Selain itu, peranan guru sekolah minggu yang selalu memotivasi anak asuhnya serta dukungan gereja dan orang tua, turut ber-peran dalam pertumbuhan ini.
Waktu latihan setiap Sabtu sore, selama 2 jam bahkan lebih, tidak membuat mereka bosan. Sebaliknya, kerinduan untuk berla-tih cukup besar. Suasana latihan yang diciptakan santai namun serius. Kebersamaan serta disiplin yang diterapkan, membuat anak-anak tetap bersemangat berlatih.
BNCC menjadi cikal bakal pela-yanan dewasa. Selain dilatih untuk bernyanyi, kecintaan melayani Tuhan juga mulai dibangun di sini. Anggota BNCC dipersiapkan sebagai pelayan. Sebulan sekali menjadi agenda rutin mereka untuk mempersembahkan pujian di gereja. Sekali dalam setahun diadakan konser. Memberi yang terbaik dalam rasa takut akan Tuhan, menjadi moto BNCC. Mempersiapkan kader-kader pelayan, adalah visi yang ingin diwujudkan BNCC.
Anak-anak BNCC tidak hanya dilatih disiplinan serta semangat melayani, namun juga untuk meningkatkan prestasi belajar. “Orang tua sebagai pendukung uta-ma, program latihan yang tepat sasaran, pelatih yang memiliki komitmen dan mengerti anak-anak, dukungan gereja dan dana yang memadai, adalah kunci me-ngembangkan pelayanan paduan suara anak,” tutur Naffi, yang konsen pada musik gereja ini.
Juara 1
Walau terbilang baru, BNCC telah menggaet beberapa pres-tasi, di antaranya: Juara 1 acara klasis Jakarta Barat (2008); Juara 1 pada acara Festival Bagimu Negeri, Paduan Suara antargereja di Tangerang. Pada 2009, dalam Pesparawi DKI Jakarta, BNCC juara 1. Selanjutnya, dalam rangka HUT Taman Mini Indonesia Indah dan Paskah, BNCC mendapat juara 1 dan juara favorit.
Dengan prestasi-prestasi ini, tak heran jika mereka mendapat undangan khusus, dari Pangdam Jaya untuk mengisi acara perayaan Natal keluarga besar Kodam Jaya, beberapa waktu lalu.
BNCC juga mewajibkan anak-anak untuk tidak memiliki nilai rapor jelek. Jika kedapatan angka merah, tidak diijinkan berlatih dan terlibat dalam kegiatan BNCC. Ini memberi stimulan khusus bagi anggota untuk semakin serius berlatih, namun juga tetap men-jaga prestasi di sekolah. Keseim-bangan yang dibangun ini mem-beri semangat bagi anak-anak dalam kerinduan untuk memuji Tuhan.
Lidya