Reformata.com - Lebih dari 40 orang Kristen telah ditendang keluar dari Maroko minggu ini, termasuk anggota kelompok yang membantu menjalankan sebuah panti asuhan di negeri ini.
Dalam hal ini pemerintah mengatakan para misionaris ini melawan hukum dengan melakukan usaha pemurtadan kepada anak-anak di Maroko
Padahal tuduhan semacam ini tidak sepenuhnya benar, sebab kehadiran para relawan Kristen ini untuk menolong anak-anak telantar yang tak lagi memiliki orang tua. Bagi anak-anak Maroko sendiri, pekerja bantuan Kristen di Village of Hope ini adalah satu-satunya orang tua yang pernah mereka di kenal.
Para pekerja juga prihatin sekaligus khawatir jika nantinya tidak lagi ada seorang pun yang peduli untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yatim, termasuk mereka yang memerlukan perawatan khusus.
Dalam sebuah pernyataan di situs Web mereka, orang-orang Kristen memohon pada pemerintah Maroko agar memperbolehkan kembali para pekerja Kristen untuk terus merawat anak-anak di Village of Hope. Mereka mengatakan mereka selalu beroperasi secara legal dan tidak bersalah atas kejahatan apa pun. Orang Kristen di seluruh dunia pun tak kalah santer menyerukan kecaman internasional atas nama anak-anak Maroko yang sangat menderita akibat tindakan pemerintah.
Diduga pengusiran orang Kristen asing ini terkait dengan kebangkitan Islam radikal di Maroko. Menangapi hal ini pakar Islam radikal Steven Emerson mengatakan, “Saya pikir kita harus sangat prihatin dengan berlanjutnya operasi, gurita, dukungan dan mungkin pertumbuhan sel-sel Al Qaeda di Afrika Utara,” “Kristen Maroko adalah Kristen yang sangat kuat alam iman, mereka juga bertekad untuk terus maju apa pun yang terjadi. Slawi/CBN